Bengkel Jangan Sekedar menjual Part dan Jasa, Juallah Manfaat

9:51 PM 0
Kisah ini merupakan salah satu contoh bagaimana bengkel meningkatkan penjualanya dengan menekankan manfaat yang diperoleh oleh pelanggan dari jasa yang diberikan bengkel tersebut.

Seorang pelanggan mendatangi bengkel langganannya untuk melakukan perawatan rutin mobilnya, setelah menyampaikan tujuan dan menyerahkan mobilnya, kemudian dia pergi ke toko peralatan olahraga yang kebetulan berada disebelah bengkel tersebut.




Hasil pemeriksaan bengkel menunjukkan bahwa mobil dalam kondisi yang baik, kecuali kondisi ban yang sudah mulai tipis. Walaupun sebenarnya ban tersebut masih cukup layak digunakan, namun mengingat saat itu sedang musim hujan maka pemilik bengkel berusaha menawarkan penggantian ban.

Pemilik bengkel kemudian menghampiri pelanggan tersebut di toko peralatan olahraga. Pelanggan tersebut terlihat sedang menimang-nimang sebuah stick golf dari sebuah merk terkenal. Senyum yang terpampang diwajahnya seketika lenyap saat pemilik bengkel mengatakan kepadanya bahwa ban mobilnya perlu diganti.

Pemilik bengkel menjelaskan bahwa kondisi bannya yang sudah mulai tipis dan perlu diganti. pelanggan tersebut menatap pemilik bengkel dan kemudian kembali menatap stick golf yang dipegangnya. Apa yang terjadi kemudian merupakan sesuatu yang sulit dilupakan oleh pemilik bengkel.

Pelanggan tersebut berkata,"Istri saya hanya menggunakan mobil tersebut untuk antar jemput anak saya ke sekolah dan sesekali untuk berbelanja ke super market, jadi penggantian ban tersebut ditunda saja dulu".

Pemilik bengkel bertanya dengan sedikit penekanan, "Apakah Anda yakin..?".

Pelanggan tersebut menjawab,"Saya baru saja membeli stick golf ini seharga 4 juta, nanti saya akan kembali untuk mengganti ban".


Akan kembali untuk mengganti ban...?

Apakah stick golf itu lebih penting dari keselamatan keluarganya..?

Terasa aneh bukan...

Namun coba pikirkan tentang hal tersebut..

Apa yang membuat pelanggan memilih sebuah stick golf daripada mengganti satu set ban..?

Jawabannya bukanlah masalah pilihan atau mana yang lebih penting, tetapi mana yang membuat seseorang merasa senang.

Orang lebih suka menghabiskan uangnya untuk sesuatu yang mereka sukai atau senangi, dan untuk pelanggan tersebut uangnya telah dihabiskan untuk stick golf tersebut bahkan sebelum dia meninggalkan rumah hari itu.

Bayangkan tentang hal itu:
Jika Anda sedang ingin membeli handphone impian dan Anda telah melakukan riset mengenai handphone tersebut dan memutuskan hari ini adalah saat yang tepat untuk membelinya , maka sebelum Anda keluar dari rumah uang Anda sudah dibelanjakan di dalam pikiran Anda.
Satu-satunya yang belum dilakukan adalah uang keluar dari dompet saat Anda tiba di toko handphone tersebut.


Ada pelajaran berharga yang dapat diambil dari cerita diatas. Bahwa kebanyakan orang tidak menyediakan anggaran khusus untuk perbaikan mobil. Orang lebih memilih untuk menganggarkan uangnya untuk sesuatu yang mereka inginkan, sesuatu yang membuat mereka senang. Sedangkan meyisihkan uang untuk memperbaiki mobil bukan sesuatu yang menyenangkan. Sedangkan menyisihkan uang untuk sesuatu yang anda senangi merupakan cerita lain.


Bagaimana cara menghadapai pelanggan dengan mentalitas seperti diatas.

Anda harus menyentuh emosional pelanggan. Agar dapat menjadi seorang salesman yang baik Anda harus memahami bagaimana pikiran manusia bekerja.

Kembali kecerita tadi, seharusnya pemilik bengkel menunjukkan kondisi ban mobil pelanggan dan menekankan bahwa sekarang sedang musim hujan. Beritahu pelanggan bahwa keselamatan keluarganya menjadi taruhan dengan kondisi ban seperti itu dan buatlah pelanggan mengerti bahwa ketenangan pikiran mengetahui keluarganya dalam keadaan aman merupakan hal yang terpenting dalam hidup ini.

Berikan pelanggan pilihan dan biarkan ia tetap yang mengambil keputusan berdasarkan apa yang kita sampaikan..

Apakah cara ini sudah pasti berhasil..?

Belum tentu..Tapi setidaknya dengan menerapkan metode seperti itu diharapkan penjualan sparepart dan jasa dibengkel akan meningkat.


Jangan hanya sekedar menjual ban kepada pelanggan, tapi juallah manfaat yang di dapat pelanggan dengan mengganti ban. Satu-satunya yang ada dipikiran pelanggan saat itu adalah stick golf dan uang 4 juta yang sudah dihabiskan.

Orang tidak suka atau tidak ingin mengeluarkan uang untuk membeli sparepart atau jasa perbaikan mobil. Hal tersebut tidak membuat mereka senang. Yang perlu anda jual adalah NILAI dan MANFAAT dan buat pelanggan menyadari bahwa saran perbaikan yang Anda sampaikan  adalah demi kepentingan mereka. Ketika manfaat yang didapat melebih harga, maka penjualan akan terjadi.


Jasa Trouble Shooting..? Bagaimana Menjualnya Pada Bengkel Mobil

7:39 AM 0
Salah satu hal yang sering keliru dilakukan dalam pengelolaan bengkel mobil adalah menyangkut menjual jasa analisa yang dilakukan oleh Teknisi Diagnosa. Disini kita sedang membicarakan tentang pekerjaan yang dilakukan oleh seorang teknisi yang sangat terampil, teknisi yang sangat berpengalaman.

Teknisi tersebut menjadi seorang teknisi ahli diagnosa karena pengetahuannya yang luas serta kemampuan dan pengalamannya melakukan diagnosa pada mobil.

Teknisi dengan kualitas seperti itu layaknya seperti emas yang sangat berharga, namun sering kali  bengkel menjual jasa teknisi diagnosa tersebut seperti menjual jasa hanya untuk sekedar mengganti oli mesin mobil saja.


Melakukan diagnosa kerusakan pada kendaraan modern saat ini sangat kompleks, membutuhkan keahlian khusus dan pemahaman yang baik.

Namun, bengkel seringkali memberikan potongan harga atau bahkan menggratiskan biaya jasa pekerjaan diagnosa, sehingga bengkel melepaskan peluang mendapatkan keuntungan dan percaya atau tidak, hal ini akan meruntuhkan image bengkel di mata pelanggan.


Menjual jasa diagnosa merupakan salah satu jenis pekerjaan di bengkel yang sering tidak di kelola dengan benar untuk mendapatkan keuntungan.

Secara definisi, diagnosa merupakan pekerjaan yang tidak dapat didefinisikan, tidak dapat diprediksi dan oleh karena itu perlu dikelola dengan hati-hati.

Pekerjaan diagnosa harus dilakukan secara tuntas untuk mendapatkan kepuasan pelanggan, diterapkan dengan benar untuk kepentingan teknisi diagnosa dan dapat memberikan keuntungan secara maksimal untuk bengkel.


Kebanyakan bengkel enggan menerima pekerjaan trouble yang memerlukan diagnosa yang rumit, karena pada dasarnya, hasil yang diharapkan cenderung tidak jelas.

Bengkel perlu belajar bagaimana mengelola pekerjaan diagnosa menjadi salah satu bagian yang sangat penting dan memberikan keuntungan bagi bisnis bengkel mobil.


Langkah pertama sangat perlu dan wajib dilakukan adalah:

Berhenti menggratiskan biaya pekerjaan diagnosa...!!!

Langkah kedua adalah berhenti menggratiskan estimasi yang memerlukan pekerjaan diagnosa.

Estimasi berbeda dengan diagnosa.
Memberikan estimasi gratis untuk keluhan seperti rem bunyi atau getaran pada ban mungkin masih wajar, tapi menerapkannya pada pekerjaaan yang memerlukan diagnosa merupakan masalah besar buat bengkel.

Kita memang tidak akan selalu tahu pekerjaan apa saja yang akan memerlukan diagnosa, tapi setidaknya cukup penting kita  meningkatkan kewasdpadaan terhadap kemungkinan tersebut.
Saat kita mengetahui perlu dilakukan diagnosa, segera beritahukan pelanggan.


Saat bengkel tidak menarik bayaran dari pekerjaan diagnosa atau menjualnya dengan sangat murah itu sama saja kita menyampaikan kepada pelanggan, bahwa pekerjaan paling sulit (diagnosa) yang kita kerjakan di bengkel harganya sangat murah.

Di atas semua itu, dengan melakukan hal tersebut sama saja menyuruh teknisi diagnosa, yaitu teknisi yang paling pintar dan berpengalaman dan biasanya mempunyai gaji paling tinggi melakukan pekerjaan yang nilainya sama dengan jasa pekerjaan penggantian oli.


Suka atau tidak suka, jika terjun ke bisnis bengkel mobil yang melayani perawatan berkala dan perbaikan maka akan bersentuhan dengan pekerjaan diagnosa. Bengkel harus berpikir bagaimana mengelola jenis pekerjaan tersebut menjadi menguntungkan. Jangan menghilangkan biaya diagnosa namun sebaliknya naikkan jasa pekerjaan diagnosa 25 % lebih tinggi dari floor rate bengkel.


Lakukan pembicaraan dengan pelanggan sebelum melakukan pekerjaan diagnosa. Beritahu pelanggan kemungkinan pekerjaan yang paling berat dari gejala yang timbul.

Kami belum tahu pasti apa penyebab kerusakan...

Mengenai biaya baru kita ketahui setelah mengetahui kerusakan...

Teknisi terbaik kami akan melakukan pemeriksaan yntuk mengetahui penyebab kerusakan dan secepatnya kami akan informasikan kepada Anda...

Sebagaian besar pelanggan akan menghargai penjelasan bengkel yang seperti ini --walaupun mungkin beberapa pelanggan tidak.

Jika kita tidak dapat menciptakan keuntungan dari pekerjaan diagnostik, maka lebih baik jangan melakukannya sama sekali. Intinya adalah ketika kita berbicara tentang diagnostik  kita berbicara sesuatu yang tidak biasa. Pelanggan kami mengetahui ini dan walaupun mereka khawatir karena kita meminta ijin mereka untuk melakukan diagnosa yang bisa murah atau mahal, mereka butuh mobil mereka, mereka memahami urgensi dan kita adalah ahlinya.

Banyak bengkel yang kesulitan menetapkan labor rate perjamnya. Karena ketidak efisienan kita atau kecenderungan kita memberikan diskon atau membuat estimasi yang tidak lengkap dan tepat, kita sering membuat praktek ini tidak berarti karena labor rate efektif menjadi turun dan keuntungan dari jasa jatuh dibawah dari seharusnya. Hal ini benar adanya jika kita menggratiskan biaya estimasi dari pekerjaan diagnosa dan akan bertambah parah jika kita memberikan potongan harga untuk jasa pekerjaan diagnosa yang sangat kompleks.

Jika kita membayar teknisi doiagnosa kita sebesar dua jam kerja  dan menagih kepada pelanggan hanya sebesar satu jam saja  maka labor rate efektif kita hanya setengah dari seharusnya. Kemampuan bengkel untuk menjaga labor rate efektif pada taua mendekati actual hourly rate yang akan memastikan bengkel memperoleh keuntungan dari pekerjaan diagnosa dan operasi jasa secara keseluruhan.

Labor rate efektif tidak ada hubungannya dengan produktivitas teknisi, lebih tepatnya, ini adalah cara mengukur seberapa baik kita mengkonversi jam kerja yang kita jual menjadi rupiah penjualan jasa secara aktual.

Jika kita mempunya labor rate diagnostic sebesar Rp. 500.000 maka kita seharusnya menghasilkan Rp.1000.000 untuk penjualan jasa diagnosa untuk dua jam kerja.


Labor rate efektif secara keseluruhan adalah tolok ukur kemampuan bengkel menjaga hourly rate bengkel.

Pada contoh berikut, kita bandingkan 2 transaksi yang mencakup dua jam kerja diagnosa:

Pertama menggunakan floor rate $100  dengan potongan harga 25 % untuk pelanggan.

Kedua menggunakan elevated diagnostic rate $125 per jam tanpa diskon. Kita membayar teknisi $30 per flate rate hour.

Dengan menggunakan floor rate $100 dan memberikan diskon 25 %, maka persentase laba kotor kita adalah 60 % dan keuntungan laba kotor kita $90. Labor rate efektif kita hanya $75.

Dengan elevated diagnostic rate seperti yang kita jelaskan diatas dan dengan disiplin tidak memberikan diskon jasa diagnosa kepada pelanggan maka persentase laba kotor mencapai 76% dan keuntungan laba kotor $190 dan labor rate efektif kita $125.

Bukankah itu perbedaan yang sangat besar..?

Pekerjaan diagnosa memang sulit, dan jika kita memberikan diskon pada pekerjaan tersebut  dan menurunkan laba serta labor rate efektif kita maka pekerjaan itu tidak layak dilakukan sama sekali.

Dalam menetapkan besaran diagnostic rate, bengkel harus berupaya menentukan angka yang kompetitif di pasar, tapi yang lebih penting adalah harga yang kita tetapkan harus dapat menutupi skema kompensaasi yang sudah ditentukan dan menghasilkan keuntungan yang wajar dari setiap pekerjaan diagnosa yang dilakukan. Jika kita terus menerus mengabaikan hal ini maka bengkel akan kehilangan keuntungan yang menghambat kemajuan bengkel.


Solusi yang munkin dilakukan adalah melakukan penyesuaian pada kedua ujungnya, satu jam kerja yang dibayar kepada teknisi dengan satu jam kerja yang ditagihkan kepada pelanggan.
Sangat disarankan untuk mereview apa yang ada di dalam setiap layanan diagnostik dan melakukan penyesuaian agar tetap kompetitif ( tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal) dan menguntungkan.

Labor rate efektif merupakan sangat penting untuk memastikan jam kerja bengkel menghasilkan penjualan dan keuntungan yang sudah diantisipasi saat menetapkan hourly rate.

Keberlangsungan usaha bengkel mobil mensyaratkan bengkel dibayar secara memadai untuk setiap labor hours yang dijual, dan memastikan kita mendapatkan keuntungan. Diagnostic time yang dijual harus dibayar per jam sesuai dengan bayaran teknisi per jam.

Teknisi diagnosa yang hebat merupakan aset berharga pada bisnis bengkel mobil. Ia merupakan teknisi dengan motivasi yang berbeda dari teknisi lainnya, dengan perspektif dan pendekatan yang berbeda. Jadikanlah mereka anggota tim yang berharga. Berikan bayaran secara baik. Pasarkan keahlian mereka dan pastikan mendapat untung dari hal tersebut.


Semua orang dapat melakukan penggantian oli atau rem, namun sedikit yang mampu melakukan diagnosa dan saya pastikan itu tidak mudah.  Pekerjaan diagnosa harus menjadi pusat dari marketing dan rencana strategis bengkel.

Harga adalah apa yang kita bayarkan, Nilai adalah apa yang kita peroleh. Pekerjaan diagnosa dan Teknisi diagnosa yang hebat dapat memberikan nilai yang besar untuk operasi bengkel, tapi itu jika bengkel memberikan harga yang layak atau memadai untuk layanan yang sangat penting dan berharga ini.



Mengapa Bengkel Harus menetapkan Biaya pekerjaan Diagnosa ?

12:35 PM 0
Ada perbedaan mendasar antara biaya estimasi gratis untuk perbaikan yang dapat diperkirakan dengan biaya diagnosa untuk problem teknik sulit di mobil yang penyebabnya tidak gampang diprediksi.

Melakukan langkah diagnosa dengan akurat sangat penting dalam upaya memberikan estimasi yang tepat dan agar perbaikan kerusakan kendaraan dapat dilakukan secara akurat ekonomis dan tahan lama.

Untuk dapat mencapai hal tersebut memerlukan waktu dan sumber daya yang mendukung. Sumber daya yang dibutuhkan tersebut tentu saja memerlukan biaya yang tidak murah, oleh karena itu sangat penting bagi bengkel untuk menerapkan biaya diagnosa perbaikan yang pantas.




Pada beberapa kasus  proses diagnosa dapat berlangsung dengan mudah dan langsung dapat menemukan penyebab kerusakan sehingga biaya yang ditimbulkan untuk proses perbaikan tersebut tidak terlalu mahal. Dilain waktu, masalah yang timbul cukup rumit dan hanya muncul pada kondisi tertentu saja atau disebabkan oleh beberapa hal yang saling terkait.

Perbaikan kerusakan pada mobil-mobil teknologi mobil saat ini membutuhkan seorang teknisi dengan pengetahuan dan skill teknik yang mumpuni dan didukung dengan peralatan kerja dan diagnosa yang tepat. Masa dimana perbaikan kendaraan dilakukan oleh teknisi dengan pengetahuan dasar yang kurang dan peralatan seadanya nampaknya sudah berlalu.

Masalah yang muncul pada mobil yang sudah menggunakan sistem kontrol komputer terkadang membutuhkan waktu diagnosa yang lebih lama dibandingkan proses perbaikan aktualnya.

Sebagai contoh, teknisi dapat menghabiskan waktu berjam-jam memeriksa sistem kendaraan sebelum akhirnya menemukan bahwa penyebab kerusakan adalah adanya korosi pada konektor pada suatu titik di kendaraan. Waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan korosi pada konektor tersebut mungkin hanya berlangsung dalam hitungan menit.


Saat lampu "check engine" menyala dan memberikan peringatan pada pengemudi adanya masalah pada sistem-sistem dikendaraan seperti engine management system, body control atau sistem kontrol yang lain, saat scantool dihubungkan untuk menganalisa kerusakan maka akanditampilkan kode DTC. Namun harus diingat bahwa kode DTC tersebut tidak memberikan informasi secara spesifik mengenai penyebab kerusakan dan perbaikan yang dilakukan.

Pada beberapa kasus, seringkali gejala kerusakan yang timbul tidak disertai dengan munculnya kode DTC. Kerusakan yang terjadi secara intermittent tanpa adanya kode DTC  merupakan tantangan tersendiri bagi teknisi profesional sekalipun. Banyak bengkel yang menggratiskan pembacaan kode DTC menggunakan scantool dengan harapan dapat menjual sparepart kepada pelanggan.

Yang harus dipahami adalah bahwa pembacaan kode DTC bukanlah inti pekerjaan diagnosa dan umumnya bengkel tidak mau mengembalikan komponen yang sudah diganti dalam rangka menghilangkan kode DTC tersebut walaupun tindakan tersebut tidak menyelesaikan masalah pada mobil.

Banyak bengkel yang tidak mempunyai peralatan, sumber informasi dan teknisi yang kompeten untuk melakukan pekerjaan diagnosa dan perbaikan pada kendaraan. Bengkel-bengkel tersebut biasanya akan membaca kode DTC dan kemudian melakukan penggantian komponen-komponen yang dicurigai menjadi penyebab kerusakan sambil berharap tindakan tersebut dapat mengatasi masalah (dan tentu saja biayanya akan dibebankan kepada pelanggan).


Tindakan mencoba penggantian komponen untuk mengatasi masalah tidak dapat menyelesaikan beberapa jenis kerusakan seperti korosi pada konektor, kabel yang putus di dalam wiring harness, tahanan yang tinggi pada sirkuit,  kualitas ground yang jelek atau kerusakan yang diakibatkan beberapa penyebab. Tindakan ini juga meningkatkan kemungkinan mobil  akan kembali dengan keluhan yang sama karena akar penyebab kerusakan tidak dapat ditentukan dengan pasti.

Bengkel dapat saja menggratiskan pembacaan kode DTC jika memang dibutuhkan. Namun pembacaan kode DTC tanpa diikuti langkah diagnosa dan verifikasi perbaikan tidak menjamin kualitas perbaikan bengkel.

Mempertahankan  kemampuan bengkel agar dapat melakukan diagnosa kerusakan pada kendaraan secara akurat  membutuhkan biaya yang mahal.Selain biaya untuk membayar gaji teknisi yang kompeten, biaya untuk membeli perlatan diagnosa dan akses data ke service manual mobil juga sangat mahal.


Ada perbedaan antara code reader dan manufacturer-specific diagnostic scanner  yang dapat mengakses dan merekam berbagai data stream secara live. Sebuah scanner diganostic generic saja sudah cukup mahal, apalagi sebuah scanner resmi pabrikan yang membutuhkan biaya 30 juta sampai 100 juta dan harus diupgrade secara berkala. Sebuah bengkel yang memberikan layanan full  service pada berbagai merk mobil tentu memerlukan beberapa scannner yang harganya sangat mahal.


Bengkel bisa saja memilih tidak melayani pekerjaan diagnosa kerusakan teknikal dan lebih berfokus melakukan pekerjaan ringan yang menguntungkan.
Tetapi sebuah bengkel perbaikan mobil yang bagus tentu saja akan memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggannya, termasuk menangani pekerjaan diagnosa.

Agar bengkel dapat dikenal dan mempunyai reputasi yang baik maka tidak boleh hanya melayani perbaikan dasar serta perawatan berkala saja dan ketika ada pelanggan yang mengalami masalah pada mobilnya, bengkel berkata" Maaf, kami tidak dapat melakukannya dan menyuruh pelanggan untuk melakukan perbaikan di bengkel lain, atau yang lebih celaka lagi. Bengkel tersebut pura-pura mampu melakukan dan kemudian mulai melakukan penggantian komponen sambil berharap hal tersebut dapat menyelesaikan masalah.

Tidak ada orang yang suka membayar ongkos diagnosa. Dapat dipahami merupakan hal yang sangat membuat frustasi untuk menentukan biaya waktu yang terbuang saat melakukan diagnosa. Bengekel pada umumnya menghabiskan 20% waktunya untuk melakukan pekerjaan diagnosa, membeli peralatan yang sesuai dan menggaji teknisi yang kualified. Tidak menagih biaya untuk waktu diagnosa akan mendorong bengkel menjadi tidak profesional .
Bengkel harus selalu mengupdete peralatan dan karyawannya ,kapabel dan jujur.



Promosi Bengkel Mobil Tanpa Menyebutkan Harga

5:18 PM 0
Banyak sekali bengkel mobil yang mempromosikan jasa bengkelnya dengan menyebutkan harga jasa perawatan dan perbaikan yang diterapkan pada bengkelnya.

Apakah hal tersebut salah...?

Bisa iya...

Bisa tidak...

Mungkin pemilik bengkel beranggapan bahwa dengan menyebutkan harga, apalagi jika harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari pada pesaingnya, akan membuat pelanggan tertarik datang ke bengkelnya sehingga keuntungannya akan meningkat.

Namun dari sisi pemasaran, penyebutan harga untuk kegiatan marketing tidak disarankan.

Mengapa...??

Karena, kemungkinan orang yang datang ke bengkel tersebut adalah orang yang cukup sensitif dengan harga.

Mungkin, saat itu mereka datang ke bengkel Anda karena harga yang murah tersebut.

Bagaimana jika besok ada bengkel lain menawarkan harga yang lebih murah. ..?

Kemungkinan besar pelanggan tersebut akan beralih ke bengkel tersebut. Sangat sulit untuk mendapatkan loyalitas dari tipe pelanggan seperti ini.

Promosi Bengkel Mobil Tanpa Menyebutkan Harga




Bengkel yang mengandalkan harga murah ketika berpromosi, biasanya akan menarik pelanggan yang hanya ingin harga murah saja, saat ada yang menawarkan harga lebih murah maka dengan cepat mereka akan beralih.

Tipe pelanggan yang selalu mengambil keputusan hanya berdasarkan faktor harga tidak baik untuk semua jenis bisnis dalam jangka panjang, termasuk bisnis bengkel mobil.

Jadi bagaimana cara melakukan promosi tanpa menyebutkan harga...?

Jika diperhatikan bengkel-bengkel besar yang ternama, mereka melakukan promosi dengan cara yang berbeda.

Mereka fokus mempromosikan  tentang kultur kerja mereka, tentang sumber daya manusia yang mereka miliki dan training-training yang mereka lakukan untuk pengembangan skill teknisi mereka, itulah yang membedakan mereka di pasar.


Ketika Anda mempunyai hal-hal yang disebutkan diatas maka Anda akan mendapatkan pelanggan yang berbeda.

Tidak ada yang instant untuk mendapatkan hal ini, dibutuhkan kerja keras dua atau tiga tahun.


Anda dapat memulainya secara internal dalam bengkel, jelaskan arah dan tujuan yang ingin dicapai beserta alasannya kepada seluruh personel bengkel.

Anda berbicara tentang perubahan budaya secara total. Anda harus melibatkan semua staff bengkel dan menguraikan hasil yang Anda harapkan.

Management harus memutuskan , apa yang membuat mereka berbeda..?

Buat daftarnya

Lakukan diskusi dengan team:
Apakah kita sama dengan yang lain..?

Jika kita sama,

Bagaimana membuat diri kita berbeda dengan yang lain..?

Jika saya adalah pelanggan, berikan alasan mengapa saya harus datang dan berbisnis dalam jangka panjang dengan bengkel Anda...?

Sebutkan  apa yang Anda miliki yang dapat membuat saya merasa puas..?

Apa nilai lebih yang dapat bengkel Anda berikan..?

Anda harus memulai berpikir tentang diri Anda dan menentukan nilai Anda.


Kemudian, Mulailah melakukan promosi marketing pada pelanggan lama bengkel. Sebelum Anda mencari dan menggarap pelanggan baru, pastikan Anda telah melakukan yang terbaik untuk pelanggan lama Anda.

Anda dapat mengukurnya melalui rata-rata transaksisi per RO.  Rata-rata bengkel menghasilkan 1,4 - 1,6 jam atau adapat mencapai 2,5 jam. Itu untuk kendaraan konsumen biasa.

Jika service adviser Anda tidak dapat mendatangkan pelanggan lama  untuk datang ke bengkel, bagaiman ia dapat mendatangkan pelanggan baru..?

Service adviser dibayar untuk untuk memberi advise kepada pelanggan mengenai keselamatan dan keandalan kendaraannya berdasarkan cara penggunaan pelanggan.


Jadi, bagaimana proses internal Anda memastikan hal tersebut dapat dilakukan..?

Bagaimana Anda melakukan pemeriksaan kendaraan dengan benar...?


Itu harus dilakukan dua kali setahun agar mendapatkan gambaran yang utuh tentang kendaraan pelanggan.

Jika Anda belum melakukannya, Anda harus menghubungi pelanggan dengan pesan seperti itu. Kemudian Anda dapat meminta referensi dari pelanggan saat ini.
Cara paling baik mengembangkan bisnis adalah melalui referensi.

Sebagai industri bengkel mobil, kita jarang mengedukasi pelanggan tentang posisi kita. Ini adalah profesi. Skil yang baik harus berdasar dari pengetahuan yang baik.

Jumlah waktu dan biaya yang dihabiskan untuk mengikuti training agar selalu uptodate dengan teknologi otomotif sangat mahal. Pelanggan kita umumnya tidak mengetahui hal tersebut. Jadi, mulailah dengan menulis cerita tentang staff Anda yang luar biasa.

Sebagai contoh, bengkel dapat mengirimkan pesan kepada pelanggan bahwa mereka akan tutup satau atau dua hari kedepan karena adanya suatu pelatihan. Hal ini nampak sepele, namun akan sangat berkesan di mata pelanggan  bahwa bengkel Anda rela mengorbankan waktu untuk meningkatkan kualitas staffnya agar dapat melayani pelanggan dengan lebih baik lagi.

Saya pernah melihat beberapa bengkel yang tutup selama satu atau dua hari penuh karena ada training. Orang-orang mungkin tidak menyukai hal tersebut, tetapi lakukan komunikasi yang baik kepada pelanggan mengenai alasan kenapa hal tersebut dilakukan.

Kirimkan email pemberitahuan yang mengatakan, " Bengkel kami akan tutup tanggal 20 dan 21 untuk memastikan staff kami mendapatkan training yang diperlukan untuk melayani Anda lebih baik lagi". Kirimkan informasi kepada pelanggan bengkel melalui e-mail, SMS, WA dan media lainnya.

Berikan pelanggan hasil pemeriksaan secara tertulis atau tercetak. Jangan hanya menyampaikan keadaan kendaraan pelanggan secara lisan. Jika hal itu dicetak dengan benar maka pelanggan mempunyai daftar checklist yang dapat dipelajari. Berikan estimasi secara detail. Luangkan waktu dengan pelanggan secara individual untuk memahami mereka.

Saya berikan gambaran, Kami mempunyai pelanggan yang sudah dikenal baik. Pelanggan membawa  dan meninggalkan mobilnya ke bengkel untuk diperbaiki. Bengkel menawarkan tumpangan untuk pelanggan dan dilayani langsung oleh pemilik bengkel. Bayangkan diskusi yang mungkin terjadi selama perjalanan:

Bapak sepertinya sudah lama tidak ke bengkel..?

Bagaimana kabar Bapak...?

Hal-hal ini meski remeh akan sangat membekas dipikiran pelanggan, Anda melayani mereka secara individual dan berkualitas.


Setelah kendaran diambil ajukan pertanyaan seperti ini.

Bagaimana pelayanan bengkel kami..?
Pertanyaan ini  secara tidak langsung akan membuat pelanggan merasa dipedulikan dan tidak sekedar menjadi mesin ATM untuk bengkel.

Kemudian lakukanlah follow up setelah perbaikan dilakukan pada mobil pelanggan. Hubungilah pelanggan hanya untuk memastikan semua baik-baik saja. Ini menunjukkan bentuk kepedulian bengkel kepada pelanggan dan untuk memastikan bahwa pelanggan akan kembali lagi ke bengkel Anda untuk perbaikan berikutnya.


Perlukah Bengkel Mobil Menetapkan Ongkos Untuk Diagnosa Kerusakan..?

11:45 PM 0
Suatu ketika ada seorang pasien yang datang pada dokter spesialis penyakit dalam untuk mengeluhkan bahwa beberapa hari belakangan ini dadanya terasa sesak dan mudah sekali merasa lelah.

Sang dokter memberikan beberapa pertanyaan standard yang umum ditanyakan kepada pasien dan kemudian menyuruh sang pasien berbaring di tempat tidur untuk memeriksa pasien tersebut.

Dokter mengeluarkan stetoskop dan kemudian melakukan pemeriksaan pada area dada pasien. Pemeriksaannya singkat saja, tidak terlalu lama.

Kemudian setelah pasien kembali duduk, sang dokter memberikan kesimpulan hasil pemeriksaannya, ia mengatakan sang pasien harus melakukan operasi jantung...

Operasi jantung....??

Sesuatu  hal yang serius, menyangkut hidup dan mati diputuskan melalui pemeriksaan singkat.


Bagaimana reaksi Anda, jika pasien itu adalah Anda sendiri...?

Bukankah Anda menginginkan dokter tersebut untuk melakukan diagnosa lebih dalam lagi dan menggunakan alat yang lebih canggih dari sekedar stetoskop untuk memastikan bahwa operasi jantung memang satu-satunya solusi.

Anda mungkin tidak akan keberatan untuk membayar ongkos diagnosa yang mahal, di luar biaya operasi jantung dan bersedia menyediakan waktu yang lebih lama agar dokter dapat melakukan diagnosa dengan tepat .



Hal yang hampir sama berlaku juga di bisnis jasa bengkel mobil, saat pihak bengkel mengatakan bahwa mobil Anda harus turun mesin atau memerlukan sparepart yang harganya sangat mahal, kemungkinan Anda akan meminta pihak bengkel untuk melakukan pemeriksaan secara mendalam sebelum memutuskan.


Memang membandingkan antara operasi jantung dengan mengganti mesin mobil merupakan analogi yang kurang tepat.
Namun yang ingin ditekankan di sini adalah, bahwa langkah analisa atau proses diagnosa yang harus dilakukan kepada kedua kasus tersebut mempunyai konsep yang sama.


Diperlukan proses diagnosa dengan serangkaian pemeriksaan yang teliti untuk mendapat kepastian tentang penyebab suatu masalah sehingga dapat memutuskan langkah perbaikan yang harus dilakukan.


Kemampuan melakukan diagnosa secara akurat memerlukan keahlian khusus dan harus ditunjang dengan peralatan yang sesuai.


Mengapa pekerjaan diagnosa dianggap khusus..?

Bagaimana bengkel membicarakan hal tersebut dengan pelanggan..?

Bagaimana menentukan biaya diagnosa dan perbaikan ..?


Sebuah contoh klasik, saat ada masalah pada mobil yang berhubungan dengan kabel, teknisi bisa menghabiskan waktu berhari-hari melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sumber masalah.

Setelah sekian lama akhirnya diketemukanlah  penyebab kerusakan akibat ada kabel yang putus karena terjepit di suatu tempat .

Perbaikan dilakukan dengan menyambung kabel yang putus tersebut.


Pertanyaannya, berapakah biaya perbaikan yang harus dibebankan pada pelanggan...?


Apakah pelanggan cukup membayar jasa untuk menyambung kabel yang putus saja..?

Atau

Pelanggan harus membayar sesuai dengan jam kerja yang terpakai untuk menemukan dan menyambung kabel yang putus tersebut...?


Membicarakan pekerjaan diagnosa dengan pelanggan sangatlah penting, seperti pentingnya membina hubungan yang baik dengan pelanggan.


Hubungan yang baik dengan pelanggan merupakan kunci sukses usaha jasa bengkel mobil. Kesuksesan bisnis jasa bengkel mobil bukan melulu tentang berapa banyak mobil yang masuk ke bengkel, namun yang paling penting adalah bagaimana bengkel menjalin hubungan dengan pelanggannya.

Loyalitas pelanggan dapat diraih dengan membangun hubungan dan rasa percaya, dimana pelanggan merasa nyaman dan aman untuk menyerahkan urusan perbaikan kendaraannya pada suatu bengkel.

Pahamilah pelanggan Anda  dan fokus untuk selalu memberikan pengalaman positif setiap saat mereka berhubungan dengan bengkel Anda.

Berikan penjelasan secara terperinci dan jelas tentang kondisi mobil pelanggan dan langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan. Tunjukkan kepedulian Anda terhadap keinginan dan kebutuhan pelanggan dan hilangkan kesan bahwa Anda sekedar hanya ingin meraup keuntungan saja dari pelanggan Anda.

Pekerjaan perbaikan di bengkel mobil pada umumnya mempunyai standard yang sudah dipahami oleh pemilik bengkel atau teknisi bengkel. Mereka paham berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan suatu jenis perbaikan.

Sebagai contoh penggantian oli mesin, jenis pekerjaan tersebut dapat ditentukan dengan mudah berapa waktu yang dibutuhkan dan biaya yang harus dikeluarkan oleh pelanggan.


Pekerjaan diagnosa merupakan salah satu jenis pekerjaaan yang sulit diprediksi. Suatu problem pada mesin dapat memunculkan kode DTC yang dapat digunakan sebagai pedoman melakukan perbaikan, namun terkadan ada juga problem mesin yang tidak memunculkan kode DTC, dengan kompleksnya sistem pada kendaraan modern saat ini, teknisi harus melakukan pemeriksaan secara teliti agar dapat menetukan dengan pasti penyebab masalah pada mesin tersebut. Hal itulah salah satu kesulitan melakukan  diagnosa.


Diagnostic time atau waktu yang diperlukan untuk melakukan diagnosa berbeda dengan repair time. Banyak hal yang tidak dapat diprediksi secara pasti saat melakukan diagnosa yang membutuhkan kesabaran dan  ketelitian agar dapat mengetahui akar penyebab kerusakan.


Pekerjaan diagnosa bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan semua bengkel atau sembarang teknisi. Seorang Diagnose Technician bekerja layaknya seorang  seniman, dengan memadukan berbagai aspek seperti pemahaman akan suatu sistem, kesabaran, memberikan perhatian pada hal yang sangat detail dan selalu mempunyai rasa ingin tahu.


Bisa saja bengkel mempunyai teknisi pekerja keras yang dapat melakukan pekerjaan di mobil dengan baik, namun belum tentu ia seorang pendiagnosa yang ahli.

Dibutuhkan skill khusus agar dapat menjadi seorang diagnostic technician dan itulah mengapa penting sekali bengkel menetapkan dengan tepat ongkos untuk pekerjaan diagnosa.

Karena pekerjaan diagnosa merupakan pekerjaan yang khusus, maka bengkel harus membedakan metode penetapan tarifnya dari pekerjaan perbaikan biasa.


Lakukan pendekatan yang berbeda dengan pelanggan Anda saat sedang mendiskusikan pekerjaan diagnosa yang akan dilakukan. Jangan samakan dengan saat Anda sedang menawarkan pekerjaan perbaikan biasa.


Sampaikan  nilai lebih yang dapat Anda berikan, bahwa bengkel Anda mempunyai peralatan diagnosa terkini dan tidak semua bengkel dapat melakukan pekerjaan diagnosa dengan benar.

Seringkali bengkel sudah merasa tidak enak hati ketikan berbicara mengenai biaya melakukan pekerjaan diagnosa dan umumnya langsung memberikan potongan harga yang besar.

Pemberian diskon dapat mengurangi keuntungan bengkel dan menunjukkan kepada pelanggan bahwa Anda sendiri kurang menghargai sulitnya pekerjaan diagnosa yang dilakukan.


Sebelum melakukan pekerjaan diagnosa berikan gambaran yang jelas mengenai proses pekerjaan tersebut.
Anda mungkin tidak tahu berapa lama yang dibutuhkan agar akar masalahnya dapat ditemukan , tapi yakinkan pelanggan bahwa Anda akan terus bekerja sampai menemukannya.

Disnilah letak kerumitannya, terkadang pihak bengkel maupun pelanggan sudah menetapkan diawal  batas waktu dan biaya yang akan dikeluarkan untuk suatu pekerjaan diagnosa yang belum jelas arahnya.

Menetapkan batas untuk suatu pekerjaan yang belum pasti dapat menjadi penghambat upaya bengkel untuk menemukan dan memperbaiki kerusakan pada mobil.


Memang cukup sulit mendiskusikan masalah biaya diagnosa dengan pelanggan, namun setidaknya mulailah dengan beberapa pernyataan berikut ini:


"Kami belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi, yang kami ketahui mesin Anda tidak bekerja dengan baik dan ada masalah pada kinerja mesin.


"Kami butuh waktu dan serangkaian pemeriksaa untuk memastikan penyebab kerusakan  dan menentukan apa yang harus dilakukan".

"Saya akan meminta teknisi terbaik kami untuk segera melakukan pemeriksaan dan akan menginformasikan setiap perkembangan yang terjadi ".


Menyampaikan diskusi terbuka seperti itu dengan pelanggan memang cukup sulit jika bengkel tidak mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi dari pelanggan.

Pastikan pelanggan mengetahui,  bahwa tujuan utama Anda adalah untuk memastikan kendaraan pelanggan aman dan tidak akan bermasalah lagi, karena pelanggan lebih perduli terhadap hal tersebut dibandingkan harga.


Menurut sebuah survey yang dirilis di Amerika Serikat, rata-rata usaha bengkel mobil mendapatkan keuntungan 5,5 persen dari omset yang didapat, angka ini seperempat dari tingkat keuntungan yang dihasilkan industri jasa lainnya.


Jangan merasa sungkan saat  memberikan harga, bengkel memang harus mencari untung.  Bisnis bengkel mobil sama seperti bisnis lainnya  dan yang namanya bisnis harus mampu mencetak uang.


Banyak bengkel yang berpikir, bahwa sebagian besar pelanggan selalu mempertimbangkan harga ketika memilih bengkel untuk perbaikan mobil, sehingga bengkel berusaha memberikan harga semurah mungkin agar pelanggan tidak beralih ke bengkel lain.

Pada kenyataannya, bagi pelanggan faktor kenyamanan  dan kualitas layanan perbaikan bengkel jauh lebih utama dibandingkan harga jasa perbaikan.


Kesuksesan bengkel mobil yang memberikan pelayanan diagnosa sangat tergantung pada kualitas teknisinya.
Tidak semua teknisi mampu melakukan pekerjaan diagnosa meskipun sudah berpengalaman bertahun yahun dan telah menikuti berbagai macam training.

Seorang teknisi akan mampu melakukan diagnosa secara efektif jika mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, mempunyai pola pikir yang terbuka untuk segala kemungkinan dan terutama kesabaran saat menemui kesulitan.


Saat akan merekrut teknisi yang diharapkan mampu melakukan diagnosa pada kendaraan dengan baik, pemilik bengkel harus benar-benar jeli untuk mendapatkan teknisi yang kapabel. Menjadi teknisi yang dapat melakukan diagnosa memerlukan pengetahuan yang mendalam dan jam terbang yang tinggi.


Alternatif lain adalah dengan coba mendidik teknisi yang sudah ada dan mempunyai soft skil yang bagus  dengan memberikan berbagai training baik internal maupun eksternal, atau bisa juga dengan menyewa teknisi berpengalaman secara tidak tetap sambil Anda mencari dan menemukan orang yang tepat dan bersedia membayar lebih tinggi dari teknisi biasa.


Memberikan pelayanan diagnosa di bengkel mobil ddapat memberikan banyak keuntungan untuk kelangsungan bisnis mobil secara jangka panjang.

Teknisi diagnosa yang kapabel membuat mobil dapat dikerjakan di bengkel tersebut dan tidak perlu mengirmnya ke bengkel lain atau ke bengkel dealer resmi karena bengkel tidak mampu menanganinya.

Bengkel mobil umum mempunyai peluang dapat bersaing dengan bengkel dealer resmi. Bengkel dealer resmi merupakan profesional yang kompoten, namun bengkel umum mempunyaibeberapa kelebihan seperti:  relationship yang lebih cair dengan pelanggan dan harga yang lebih kompetitif dengan kualitas yang tidak kalah dari bengkel dealer.


Jadi, jika bengkel Anda memberikan layanan diagnosa perbaikan, pastikan Anda memberikan harga yang pantas supaya bengkel mendapat untung.

Jika bengkel tidak menguntungkan, maka Anda tidak dapat merekrut teknisi yang terbaik, membeli peralatan  terbaik dan pada akhirnya bengkel tidak dapat memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan.

Pekerjaan diagnosa memerlukan keahlian khusus dan harus dihargai secara khusus pula. Semoga bengkel umum dapat terus sukses dan berkembang.





Etika Pada Bisnis Bengkel Mobil

3:49 AM 0

Etika Pada Bisnis Bengkel Mobil

Adapted from an article written by Nicholas Wiltse and posted by Jay Goninen

Industri bengkel mobil salah satu industri dengan tingkat kepercayaan yang rendah,terlepas itu bengkel dealer resmi ataupun bengkel umum independen.
Image yang muncul di benak sebagian pemilik mobil  adalah bahwa bengkel mobil selalu berusaha mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari masalah mobil yang dihadapi dan memanfaatkan ketidaktahuan pelanggan tentang teknis perbaikan mobil.


Bagi pemilik mobil, saat akan membawa mobilnya ke bengkel pasti akan pertimbangan yang dipikirkan. Bukan hanya menyangkut harga, tapi salah satu pertimbangannya adalah apakah bengkel tersebut jujur atau tidak.



Tulisan ini saya turunkan bukan untuk mendiskreditkan para pengusaha bengkel mobil atau sesama rekan teknisi, namun lebih bertujuan untuk menggugah kita semua agar bisnis yang kita geluti ini dapat memperoleh tingkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat dan profesi teknisi otomotif tidak dianggap negatif.


Percayalah bisnis bengkel mobil hanya dapat bertahan dalam jangka panjang jika mendapat kepercayaan yang tinggi dari pelanggannya...!!!


Reputasi bagi sebagian orang merupakan sebuah aset yang sangat berharga. Pada era media sosial saat ini, kita dapat melihat bagaimana orang berusaha membangun dan memoles reputasi pribadi atau usahanya secara masif dalam berbagai media social seperti facebook atau twitter untuk merebut kepercayaan orang.



Namun sebagus apapun kita memoles citra, hanya orang yang mempunyai etika dalam usaha atau kerja yang akan memperoleh sukses dalam jangka panjang.

Dalam dunia industri otomotif, khususnya perbengkelan, etika bukan hanya melulu tentang kerja keras, melakukan pekerjaan dengan benar dan bersikap ramah pada pelanggan.


Dengan segala seluk beluk bisnis bengkel otomotif, cukup mudah bagi bengkel untuk me-mark up harga jasa perbaikan. Cukup mudah menambahkan biaya perbaikan tanpa disadari oleh  pelanggan. Bagi teknisi bisa saja merusak kendaraan atau peralatan tanpa mengakui kesalahannya dan mengambil sesuatu tanpa sepengetahuan orang lain.


Melakukan hal-hal yang disebutkan di atas mungkin dapat memberikan keuntungan dalam jangka pendek untuk bengkel . Tapi pada akhirnya integritas dan respek dari pelanggan dan rekan kerjalah yang akan menjamin sukses dalam jangka panjang.

Masalah yang sudah lama menjangkiti bisnis bengkel mobil adalah melakukan upselling work. Upselling work adalah menawarkan pekerjaan yang sebenarnya tidak dibutuhkan pelanggan.

Ada perbedaan tipis antara melakukan pekerjaan perawatan dengan pekerjaan perbaikan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Menjual jasa perbaikan, khusunya perawatan berkala sejauh ini merupakan hal yang dapat menguras kantong pelanggan.



.

Dari sisi pelanggan akan jauh lebih efektif dan lebih hemat jika beberapa pekerjaan perbaikan dilakukan sekaligus saat mobil berada dibengkel dimana teknisi sudah melakuakan pembongkaran dan melepaskan berbagai komponen mobil, namun hal tersebut menjadi tidak efektif jika ternyata teknisi melakukan pekerjaan yang sebenarnya tidak dibutuhkan pelanggan.

Yang pertama baik dilakukan dilihat dari sisi kepentingan pelanggan, sedangkan hal yang kedua baik dilakukan untuk kepentingan bengkel dan teknisi untuk menghasilkan lebih banyak uang.

Teknisi yang berpegang pada etika harus dapat menjelaskan kepada pelanggan mana pekerjaan yang benar-benar harus dilakukan dan mana pekerjaan yang masih dapat ditunda serta apa resiko yang akan terjadi menyangkut hal tersebut, sehingga pelanggan dapat mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

Hal yang lebih buruk dari upselling adalah ada  bengkel yang secara terang-terangan menipu pelanggan dengan membuat tagihan untuk pekerjaan yang tidak pernah dilakukan oleh bengkel.

Sebagai contoh, ada seorang pelanggan yang menemukan kleman selang saluran air pendingin mobilnya kendor sehingga mengakibatkan kebocoran.

Pelanggan tersebut takut tertipu oleh bengkel sehingga ia menempelkan sebuah stiker yang sudah ditandainya pada water pump.

Saat bengkel memberitahukannya bahwa teknisi  telah mengganti water pump untuk mengatasi kebocoran yang terjadi dan ongkos yang harus dibayar sebesar 1 juta rupiah. Pelanggan tersebut kemudian berjalan ke mobilnya memeriksa water pump dan mendapati stiker yang ia tempel dan tandai masih ada, ia kemudian menunjukkan kepada pemilik bengkel tersebut bahwa teknisinya sedang berusaha mengambil uang 1 juta dari pelanggan hanya untuk mengencangkan sebuah kleman selang yang kendor.

Kelakuan seperti ini bukan hanya tidak beretika. ini sudah merupakan perbuatan kriminal dan seharusnya tidak mendapat tempat di bisnis bengkel mobil.



Faktor lain yang menjadi pemicu potensial tindakan tidak etis pada industri bengkel mobil adalah metode penghitungan jasa bengkel atau teknisi.

Pada umumnya industri bengkel otomotif, khususnya dealer resmi, menggunakan sistem flate-rate untuk menghitung biaya jasa perbaikan dan insentif teknisi. Pada sistem flate-rate gaji atau insentif teknisi dibayar berdasarkan per pekerjaan yang dilakukan bukan per jam kerja.

Setiap pabrikan mobil mempunyai daftar labor time. Jika pada daftar labor time menyebutkan bahwa dibutuhkan waktu 7,2 jam untuk  penggantian transmisi dan kemudian teknisi mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam waktu 5 jam saja maka teknisi tersebut tetap mendapatkan bayaran sebanyak 7,2 jam kerja.

Sebaliknya dengan sistem flate-rate  jika teknisi membuat kerusakan pada baut atau lupa memasang suatu komponen sehingga proses pekerjaan menjadi 9 jam, maka teknisi tetap dibayar 7,2 jam kerja.

Celakanya, pada umumnya bengkel akan membebankan biaya yang ditimbulkan akibat kesalahan teknisi pada pelanggan, dengan menambahkan jam kerja sebagai pengganti jam kerja yang hilang untuk memperbaiki baut yang rusak atau memasang komponen yang lupa terpasang tadi.

Menerapkan etika pada bisnis bengkel mobil berarti harus jujur kepada pelanggan dengan mengakui kesalahan yang dilakukan dan menanggung biaya yang timbul akibat kesalahan tersebut dan bukan malah membebankannya kepada pelanggan.


Ada juga contoh kasus dimana bengkel membebankan biaya kepada pelanggan akibat kerusakan pada mobil pelanggan saat proses perbaikan di dalam bengkel.

Teknisi selalu berusaha melakukan yang terbaik agar mobil pelanggan menjadi lebih baik dari saat sebelum mobil masuk ke bengkel.

Namun terkadang ada hal-hal sepele terjadi yang dapat menimbulkan kerusakan pada mobil pelanggan, contohnya:

Lupa memasang alas pada mobil pelanggan yang akhirnya meninggalkan jejak pada karpet mobil.

Lupa melepas sarung tangan yang kotor untuk melakukan perbaikan ringan di dalam mobil yang kemudian meninggalkan bekas yang kotor, atau

Teknisi lupa mengeluarkan senter kecil dari dalam kantongnya sehingga menimbulkan goresan kecil pada fender mobil.

Tidak ada yang manusia yang sempurna

Tapi yang seharusnya dilakukan adalah dengan memberitahukan pelanggan bahwa teknisi telah merusak sesuatu pada mobilnya dan menawarkan untuk memperbaiki, membersihkan atau mengganti yang rusak tersebut.


Itu yang harus dilakukan


Mengakui kesalahan dan memperbaikinya.


Tidak peduli sekecil apa goresan, noda atau kerusakan yang terjadi pada kendaraan pelanggan. Melakukan perbaikan pada kerusakan mobil pelanggan merupakan suatu sikap untuk menghormati pelanggan dan properti pelanggan dengan mengakui kesalahan yang dilakukan.



Etika Sebagai Teknisi Profesional

Bagi seorang teknisi, respek bukan hanya menghormati pelanggan, namun juga respek pada kolega, peralatan dan bengkel.

Tool atau peralatan di bengkel mobil cukup mahal-mahal harganya dan tidak semua bengkel mampu memberikan satu teknisi dengan satu peralatan yang lengkap, sehingga kebiasaan pinjam meminjam alat antar teknisi dan antar bengkel sering terjadi. Seharusnya merupakan suatu yang wajib hukumnya untuk mengembalikan tool yang dipinjam secara tepat waktu dan kondisi yang baik.


Jika alat yang dipinjam terkena oli maka bersihkanlah sebelum dikembalikan.

Jika alat yang dipinjam rusak saat Anda pakai, maka Anda berkewajiban untuk memperbaikinya atau menggantinya.


Hal yang sama juga berlaku pada peralatan yang digunakan bersama dalam bengkel, sebagai contoh jika terjadi kerusakan pada tyre machine. Bengkel tidak mengharapkan satu orang teknisi untuk mengganti mesin dengan harga puluhan juta rupiah. Namun setiap kerusakan yang terjadi perlu untuk segera dilaporkan pada seseoarang yang berwenang untuk mengambil keputusan apakah mesin tersebut akan diperbaiki atau harus diganti.

Mungkin gampang saja saat Anda menyebabkan kerusakan sebuah mesin kemudian Anda berpura-pura tidak tahu sampai akhirnya  ada teknisi lain yang akan menggunakan dan mendapati mesin tersebut tidak berfungsi.


Mungkin berat rasanya melangkah keruangan bos dan mengatakan bahwa Anda telah merusak sesuatu, karena mungkin bos Anda akan merasa kesal atau marah, takut disuruh mengganti kerusakan. Tapi mengakui kesalahan yang dilakukan merupkan hal benar yang harus dilakukan.

Bagi sebagian orang, mungkin cukup sulit menjadi orang baik pada industri yang tingkat kepercayaan pelanggannya cukup rendah dan banyak trik 'tipu-tipu".

Mungkin ada keuntungan yang bisa diperoleh dengan melakukan overselling dan memberikan biaya perbaikan besar untuk pekerjaan yang sebenarnya ringan atau membebankan biaya kerusakan yang dilakukan teknisi pada pelanggan.

Mungkin akan terlihat menguntungkan untuk mengabaikan etika dan mencurangi pelanggan, setidaknya untuk jangka pendek.

Namun untuk jangka panjang, terlepas hal bisinis bengkel mobil, saat Anda tidak mempunyai sesuatu pun, Anda tetap mempunyai integritas dan kata-kata yang dapat dipegang.

Bersikap jujur, menghormati pelanggan, menghormati kolega dan respek kepada bengkel tempat bekerja merupakan contoh bagimana seorang teknisi menerapkan etika pada profesinya.


Translated from article written by Nicholas Wiltse



Strategi Marketing Bengkel Mobil Ala McDonald

1:13 AM 0
McDonald tidak dipungkiri lagi  merupakan restoran waralaba makanan cepat saji yang sudah mendunia. Restoran ini sudah hadir hampir di semua negara di dunia, mulai dari kota-kota besar sampai ke pelosok daerah.

McDonald merupakan salah satu contoh bisnis yang paling sukses di dunia.
Dengan melihat logo huruf "M" ciri khas restoran tersebut, orang sudah dapat  membayangkan kenyamanan bersantap di restoran tersebut.

McDonald tidak mencapai kesuksesan tersebut dalam waktu satu malam, hal itu dapat dicapai karena McDonald merupakan merek yang secara konsisten mempromosikan kenyamanan pada para pelanggannya.

Hal ini merupakan strategi marketing yang dapat ditiru untuk pengembangan bisnis bengkel mobil.

Strategi  Marketing Bengkel Mobil Ala McDonald
Strategi  Marketing Bengkel Mobil Ala McDonald



Bayangkan pada suatu malam Anda berkendara di jalan bebas hambatan saat bepergian ke luar kota. Malam telah larut, seluruh anggota keluarga merasa lapar karena sudah berkendara selama beberapa jam lamanya.

Anda tidak familiar dengan daerah tersebut.

Namun Anda dan seluruh anggota keluarga lainnya sepakat untuk keluar dari jalan tol dan mencari makan malam.

Saat Anda keluar dari pintu tol, tampak sederet pertokoan dengan lampu-lampu yang masih menyala dengan terang.

Saat mulai mendekati pertokoan tersebut tampaklah dua buah restoran: Mc Donald dan restoran sejenis dengan merk yang tidak Anda kenal, sebut saja chicken fried.

Hanya dua restoran tersebut yang ada...!!

Kira-kira, restoran mana yang akan Anda pilih...??

Kebanyakan orang pasti akan segera mengarahkan mobilnya ke restoran Mc Donald tersebut.

Mungkin beragam alasan yang akan didapatkan jika diajukan pertanyaan: Mengapa sebagian orang akan memilih McDonald dibandingkan restoran cepat saji yang tidak dikenal tersebut..?

Mungkin salah satu alasan yang paling sangat menarik adalah, image kwalitas pelayanan dan produk McDonald yang baik sudah sangat tertananm di benak para pelanggannya.

McDonald telah melakukan investasi baik dari segi waktu dan biaya untuk membangun image merk restorannya dan secara konsisten menjaga kwalitas layanan dan produknya.

Pelanggan yang sudah pernah ke restoran McDonald sebelumnya tahu persis bahwa ia akan mendapatkan kwalitas pelayanan dan produk yang sama seperti yang pernah dirasakan sebelumnya.

Pelanggan mengetahui bahwa semua gerai McDonald akan memberikan standard pelayanan dan harga yang sama.

Sedangkan restoran yang tidak terkenal tersebut...??

Ia tidak tahu.

Bisa lebih baik atau bisa lebih buruk. Tapi manusia cenderung akan memilih apa yang sudah dia kenal atau pernah rasakan.

Hal itu akan menimbulkan rasa nyaman bagi pelanggan, orang akan merasa nyaman dan aman terhadap sesuatu yang mereka sudah ketahui atau pada sesuatu yang dapat diprediksi.

Lalu, apa yang bisa diterapkan dari strategi McDonald pada bisnis bengkel mobil..?

Sesuatu yang dapat kita pelajari dari kesuksesan restoran McDonald adalah strategi marketing dengan cara menjaga konsistensi pelayanan.

Memberikan pelayanan berkwalitas secara konsisten kepada setiap pelanggan bengkel akan menumbuhkan alasan kuat bagi pelanggan untuk kembali lagi diwaktu yang akan datang.


Tapi kan bengkel mobil saya tidak menggunakan sistem waralaba seperti halnya McDonald..?

Ya, memang kebanyakan bisnis bengkel mobil tidak atau belum menerapkan sistem wara laba, sebagian besar merupakan usaha kecil yang bersifat lokal.

Model bisnis bengkel mobil yang bersifat lokal memang berbeda, dimana pengusaha bengkel berusaha membina dan menjaga hubungan dengan pelanggannya.

Namun meskipun usaha bengkel mobil Anda tidak berskala nasional yang menyebar sampai ke pelosok, setidaknya nama bengkel Anda harus dikenal di lingkungan komunitas Anda.

Pengusaha bengkel mobil harus mampu membangun image bengkelnya, dimana pelanggan dapat merasakan konsistensi kwalitas pelayanan yang akan membuat pelanggan merasa nyaman berbisnis dengan Anda. Ini merupakan  strategi marketing untuk mencapai sukses.


Pelanggan datang ke bengkel Anda bukan karena ia lapar dan mencari makanan untuk mengisi perutnya.  Mereka datang karena ada masalah pada mobilnya atau sudah waktunya melakukan perawatan berkala.

Kebanyakan  orang sangat tergantung pada kendaraannya untuk beraktivitas, dan membawa mobil ke bengkel tentu saja dapat mengganggu aktivitas mereka. Hal ini merupakan salah satu kerisauan hampir setiap pemilik mobil.

Sebagai pngusaha bengkel, wajib untuk memahami hal tersebut dan mencari jalan untuk mengurangi kerisauan pelanggan tersebut. Berikan pengalaman posistif yang berbekas di benak pelanggan sehingga kemungkinan mereka kembali ke bengkel Anda menjadi lebih besar.

Pengalaman positif yang tertanam di dalam pikiran pelanggan terhadap suatu pelayanan atau produk merupakan elemen penting kesuskesan setiap bisnis.

Namun apakah semua pengusaha bengkel mobil sudah memahami betul dampak dari konsistensi pelayanan disetiap langkah untuk menanamkan pengalaman positif di benak pelanggan...?

Bagaimana pelayanan yang konsisten dapat menciptakan  rasa nyaman dan rasa aman pada pelanggan..?


Sapalah semua pelanggan dengan cara yang sama.

Jawablah semua panggilan telepon dengan cara yang sama.

Kwalitas pelayanan dan perbaikan di bengkel harus berlangsung secara konsisten..!!


Contoh sederhana,
Lupa memberikan gantungan oli atau lupa mereset service reminder setelah melakukan perawatan berkala dapat menimbulkan kekecewaan pelanggan dan membuat pelanggan mempertanyakan kwalitas layanan bengkel Anda yang memberikan dampak negatif pada pengalaman pelanggan .

Strategi marketing tidak hanya bagaimana Anda dapat memberikan pelayanan yang berkwalitas dan berkesan di mata pelanggan, tapi bagaimana Anda dapat melakukan hal tersebut secara konsisten.

Strategi ini akan menghilangkan keraguan pelanggan dan meningkatkan kepercayaan pelanggan yang akan memberikan dampak pada keberlangsungan bisnis bengkel. Suatu saat lampu peringatan service mobil pelanggan Anda menyala, maka tanpa ragu lagi ia akan membawa mobilnya ke bengkel Anda.


Dengan memberikan pengalaman poistif pada pelanggan secara konsisten dan terus menerus maka akan menciptakan rasa nyaman dan aman pada benak pelanggan berhubungan dengan bengkel Anda.

Strategi sederhana ini akan meningkatkan kemungkinan pelanggan akan selalu kembalii ke bengkel Anda untuk setiap kebutuhan menyangkut mobilnya. Inilah rahasia kesuksesan McDonald.


Coba bayangkan ilustrasi berikut. Saat pelanggan sedang mengendarai mobilnya untuk bekerja pada hari senin pagi, lampu peringatan servisnya menyala.

Selain pernah ke bengkel Anda, pelanggan ini juga sudah pernah melakukan perawatan berkala pada bengkel dealer resmi dan pada bengkel khusus ganti oli.

Ia tahu mobilnya membutuhkan perawatan...

Kemana ia akan membawa mobilnya untuk mengganti oli..?

Apakah ia akan membawa  mobilnya ke bengkel Anda..?

Atau ia akan membawa mobilnya ke bengkel dealer resmi atau bengkel khusus ganti oli...?

Keputusannya yang akan diambil sangat tergantung pada pengalaman yang ia rasakan sebelumnya.

Bengkel yang mampu menanamkan pengalaman paling berkesan kemungkinan akan dipilih untuk melakukan perawatan mobilnya.

Dan saya harap itu adalah bengkel Anda....


Salam AOI...


Memberikan Insentif Kepada Mekanik. Efektifkah...??

7:10 PM 0
Menjaga motivasi dan produktivitas mekanik pada sebuah usaha bengkel mobil meruapakan satu tantangan tersendiri.

Seorang pemilik usaha bengkel mobil harus dapat mengelola bagaimana mekanik-mekanik dapat bekerja secara produktif dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Tentu sebagai pemilik bengkel tidak menginginkan tingkat keluar masuk mekanik dibengkelnya tinggi karena hal itu dapat membuat image bengkel di mata pelanggan menjadi buruk.

Salah satu startegi yang dilakukan pemilik usaha bengkel untuk memotivasi mekaniknya adalah dengan memberikan insentif disamping gaji tetap bulanan.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menerapkan skema insentif pada usaha bengkel, disinilah diperlunya kejelian pengusaha bengkel memperhitungkan skema insentif yang diberlakukan agar mekanik tetap termotivasi dan bengkel tetap dapat untung.


Seorang pemilik usaha bengkel mobil menceritakan tentang skema insentif yang diterapkan pada bengkelnya.

Apakah  pembagian keuntungan melalui skema insentif dapat efektif diterapkan pada semua usaha bengkel mobil ..?

Bagaimana menyusun rencana penerapannya..??




Hal pertama yang harus disadari adalah bahwa setiap usaha bengkel mobil mempunyai karakteristik yang berbeda satu sama lain.

Sesuatu yang mungkin berhasil diterapkan pada suatu bengkel belum tentu berhasil diterapkan pada bengkel yang lain. Banyak sekali faktor yang menyebabkan hal tersebut, salah satunya faktor orang-orang didalamnya.

Bengkel perbaikan mobil merupakan salah satu bisnis berbasis produktivitas. Pada semua bisnis yang berorientasi pada produktivitas, baik itu menjual jasa atau barang, pemberian upah secara tetap dan sama kepada setiap orang perbulannya dianggap tidak adil buat mereka yang produktif dan tidak menimbulkan motivasi karyawan untuk memberikan yang terbaik.


Mungkin ada seorang karyawan yang sangat berdedikasi pada tugas dan tanggung jawabnya. Karyawan seperti itu akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk kemajuan perusahaan dan berdedikasi melayani pelanggan sebaik-baiknya terlepas ia tidak mendapatkan nilai lebih dari hal yang dilakukannya tersebut.


Namun sayangnya, orang dengan dedikasi seperti itu sudah sangat jarang sekali.


UANG, buat sebagian besar orang merupakan salah satu motivator yang dapat membuatnya bekerja dengan semangat.

Skema insentif ini akan sangat efektif jika diberikan pada karyawan dengan skil bagus pada posisi yang tepat dimana hal ini dapat memotivasi mereka untuk meningkatkan produktivitasnya.


Hal lain yang perlu dipahami adalah penerapan skema insentif ini juga bertujuan agar bengkel tetap mendapatkan profit.

Bengkel mobil harus mempunyai profit yang cukup agar dapat menerapkan skema insentif.

Karena skema insentif sejatinya adalah profit sharing atau pembagian keuntungan.

Bagaimana mungkin bengkel dapat memberikan pembagian keuntungan jika tidak mempunyai profit...?

Oleh karena itu seorang pemilik usaha bengkel mobil harus kreatif untuk menciptakan profit dibengkelnya.

Pemilik usaha bengkel juga harus mengetahui secara detail tentang arus kas bengkelnya dan dapat mengukur secara akurat kontribusi setiap karyawan dibengkelnya agar dapat menerapkan skema insentif yang fair.

Apabila pengusaha bengkel sudah memiliki data secara akurat mengenai pemasukan, pengeluaran dan keuntungan bersih yang didapatkan,  maka pengusaha bengkel mobil mulai melakukan perhitungan skema insentif yang ingin diterapkan dibengkelnya dengan menentukan terlebih dahlu berapa profit yang diinginkannya.

Sebagai contoh, mungkin sesuai dengan hasil perhitungan, bengkel akan mencapai profit yang diinginkan jika mampu menjual total jasa jam kerja sebanyak 500 per bulan.
Jadi jika bengkel mampu menjual 550 jam kerja dalam sebulan maka bengkel sudah mempunyai keuntungan lebih yang dapat dibagikan kepada karyawan dalam bentuk insentif.



Dari Mekanik Menjadi Pemilik Bengkel...?

12:38 AM 0
Mendengar kisah sukses orang-orang besar diberbagai bidang tentu saja merupakan satu hal yang dapat menginspirasi orang. Sudah banyak kita dengar cerita orang-orang sukses disuatu bidang atau industri yang meniti karier dan usahanya dari bawah, tak terkecuali pengusaha bengkel.

Banyak para pengusaha bengkel yang dulu berasal dari mekanik. Berbekal pengalaman bekerja sekian lama di bengkel dan dengan menyisihkan sedikit penghasilannya  menabung sedikit demi sedikit untuk akhirnya memutuskan  mencoba mendirikan bengkel sendiri.



Dari Mekanik Menjadi Pemilik Bengkel...?
Dari Mekanik Menjadi Pemilik Bengkel...?

Namun walaupun sudah mendirikan bengkel cukup lama, sering kita lihat para pemilik bengkel yang dulunya berasal dari mekanik masih  saja tetap turun tangan melakukan kegiatan operasional sehari-hari di bengkel, atau tetap terlibat dalam proses perbaikan mobil di bengkel.

Apakah hal tersebut salah...??

Pada taraf tertentu hal tersebut tidaklah salah...

Memiliki skill teknik yang baik merupakan salah satu modal yang bermanfaat saat menekuni bisnis bengkel mobil.

Namun harus diingat, bisnis bengkel mobil seperti juga jenis bisnis lainnya memerlukan manajemen dan strategi yang baik agar dapat bersaing.

Bagaimana hal itu dapat dilakukan jika sang pemilik atau owner tersebut tersita waktunya melakukan pekerjaan di kolong mobil.


Padahal jatuh bangunnya usaha bengkel mobil tersebut menjadi tanggung jawab utama pemilik bengkel yang notabene dulunya adalah mekanik.

Jika pemilik bengkel menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah kap mesin mereka tidak mempunyai waktu yang cukup dan fokus untuk memikirkan pengembangan usahanya.

Mereka terjebak kepada kegiatan rutin setiap hari di bengkel..

Masalah ini mungkin penyebab mengapa usaha bengkel mobil yang didirikan mantan mekanik sulit berkembang dan biasanya tidak disadari.

Pemilik usaha bengkel mobil yang fokus pada tata kelola keuangan bengkel, mengetahui dengan pasti arus kas bengkel, mempunyai metode yang tepat untuk memantau produktifitas bengkel secara akurat, mampu memimpin dan mengarahkan anak buah dan fokus memikirkan pengembangan bengkel secara berkelanjutan biasanya mempunyai bengkel yang lebih berkembang jika dibandingkan dengan pemilik bengkel yang tetap sibuk berada di kolong mobil.

Itu adalah kenyataan dan memang bukan hal yang mudah untuk sampai ketitik itu.

Terjun langsung memperbaiki mobil di bengkel mungkin satu hal yang tak terhindarkan bagi sebagian pengusaha bengkel saat memulai usahanya, dimana Ia belum mampu membayar karyawan.


Namun seiring berkembangnya bengkel, pemilik usaha bengkel mobil harus mulai memikirkan bagaimana caranya untuk keluar dari situasi tersebut, dan menjadi pengusaha bengkel yang sesungguhnya.
Jika tidak usaha bengkel mobilnya  mungkin akan terlihat seperti jalan di tempat atau sekedar dapat bisa bertahan.

Dengan merubah paradigma sebagai pemilik usaha bengkel mobil, maka Ia akan memfokuskan pikiran dan tenaganya menciptakan strategi untuk kemajuan usahanya.

Pemilik usaha bengkel mobil akan memfokuskan pikiran dan tenaganya untuk hal-hal yang lebih besar,seperti:

  • Bagaimana unit entry semakin meningkat.
  • Bagaiman meningkatkan pemasukan bengkel seiring bertambahnya unit entry.
  • Bagaimana  proses pekerjaan perbaikan di bengkel dapat dilakukan lebih efektif dan memikirkan berbagai strategi lainnya untuk kemajuan bengkel.


Salah satu cara yang dapat dilakukan agar pemilik usaha bengkel dapat fokus mengembangkan usahanya adalah dengan mencari partner atau orang kepercayaan yang dapat berkolaborasi memajukan usaha, karena tidak semua hal bisa dan mampu dilakukan seorang diri.


Beberapa bengkel bengkel sukses yang dikelola pasangan suami isteri menceritakan bahwa pembagian tugas mengelola bengkel membuat usaha mereka lebih cepat maju.
Suami dengan pengalaman tekniknya ikut dalam perbaikan mobil sambil mengawasi kegiatan bengkel, sementara sang isteri menangani pembukuan keuangan, marketing dan tugas admisnitrasi lainnya.

Intinya,  agar usaha bengkel mobil yang digawangi oleh orang yang dulu berasal dari mekanik adalah dengan segera merubah paradigma dan melakukan transisi dari seorang mekanik menjadi seorang pengusaha.

Ia harus memfokuskan waktu, tenaga dan pikirannya dalam mengelola bengkel mobil secara benar dan memandang usahanya dalam cakupan yang lebih luas dan secara bertahap melakukan transisi dari sekedar menangani mobil pelanggan menjadi seorang pemilik usah bengkel mobil dengan berbagai ide dan strategi untuk kemajuan usahanya.




Mempromosikan Teknisi Menjadi Service Adviser..Apa Saja Yang Harus Diperhatikan..?

2:16 AM 0
Salah satu kebiasaan yang lazim di dunia perbengkelan adalah mengangkat seorang Teknisi Senior menjadi seorang Service Advisor.
Hal ini sering dilakukan dengan alasan bahwa seorang Teknisi Senior mempunyai pemahaman yang baik tentang mobil, dan diharapakan pengalamannya tersebut akan membuat Teknisi tersebut dapat  menjadi seorang Service Advisor yang kompeten.

Apakah sesederhana itu....??
Teknisi VS Service Adviser


Sebenarnya ada perbedaan karakter yang cukup mencolok antara profesi Teknisi dengan Service Adviser.

Mempunyai pemahaman yang baik tentang perbaikan mobil mungkin satu modal dasar bagi Teknisi saat diangkat menjadi Service Adviser.

Namun alangkah baiknya sebelum menawarkan posisi Service Adviser kepada seorang Teknisi Senior, pertimbangkan dahulu beberapa hal agar Teknisi tersebut dapat menjadi seorang Service Adviser yang sukses.


Hal pertama dan yang paling penting untuk diperhatikan:

Mengapa Teknisi tersebut menginginkan posisi sebagai Service Adviser...?

Atau...

Mengapa posisi tersebut ditawarkan kepada Teknisi tersebut...?


Kebanyakan Teknisi merasakan bahwa semakin bertambah usia maka akan semakin sulit atau berat untuk melakukan pekerjaan Teknisi. Seorang Teknisi harus mempunyai fisik dan kemampuan berpikir yang baik.


Kunci sukses saat mempromosikan seseorang pada jabatan tertentu adalah lakukan hal tersebut berdasarkan kepentingan dan kebutuhan organisasi.

Jangan pernah mengambil keputusan promosi tersebut berdasarkan kepentingan orang-perorang di dalam organisasi.

Hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah faktor minat dan kemauan Teknisi tersebut.
Jika Anda mengangkat seorang Teknisi Senior untuk menjadi Service Adviser padahal hal tersebut bukan minat dari Teknisi tersebut maka Anda telah membuka peluang Ia gagal mengemban tugas yang diberikan.

Salah satu kesalahan besar yang sering dilakukan pemilik bengkel adalah menganggap kemampuan teknik menjadi patokan untuk mempromosikan Teknisi menjadi Service Adviser. Mereka sering mengabaikan minat dan bakat alamiah yang dipunyai seseorang untuk mengisi posisi tersebut.

Mempunyai pengetahuan teknik yang baik tentu saja sangat menguntungkan buat seorang Teknisi saat dipromosikan menjadi Service Adviser, namun hal tersebut belumlah cukup untuk menjamin kesuksesannya pada posisi tersebut.

Harus disadari bahwa seorang Service Adviser yang baik harus menguasai soft skill yang baik pula. Jadi saat akan mempromosikan seorang Teknisi menjadi Service Adviser pertimbankanlah sifat-sifat berikut:


1.Mempunyai sikap melayani yang natural lebih berguna dibandingkan skil teknik bagi  seorang Service Adviser agar mampu menjual layanan yang disediakan bengkel sebanyak-banyaknya.

Memberikan senyuman ramah kepada pelanggan secara natural, mempunyai sikap yang positif, mampu berkomunikasi dengan baik, mampu menyelesaikan masalah dan dapat beradaptasi dengan segala rintangan merupakan sifat dan hal mendasar yang harus dimiliki seorang Service Adviser .

Seorang teknisi yang baik terbiasa fokus pada satu pekerjaan sampai selesai, namun seorang Service Adviser harus mampu menghadapi situasi dan masalah yang berbeda-beda pada satu waktu.

Agar dapat mengetahui kecenderungan atau sifat seseorang dalam melakukan pekerjaan gunakanlah  metode burke behavioral testing untuk mengelaborasi kecenderungan alamiah setiap karyawan.

2. Lakukan evaluasi apakah Teknisi yang akan dipromosikan menjadi Service Adviser dapat diterima dengan baik oleh karyawan lainnya.

Jika kandidat tersebut memiliki hubungan kerja yang baik dengan karyawan yang lain dan  dirasa karyawan yang lain akan mau menerima arahan dan perintah yang diberikan olehnya maka kandidat tersebut dapat diangkat menjadi Service Adviser.


3. Terakhir, Berikan gambaran yang jelas tentang deskripsi pekerjaan seorang Service Adviser kepada kandidat tersebut.
Mereka harus tahu untung ruginya menjadi seorang Service Adviser, namun jangan memberikan iming-iming yang berlebihan.


Jika Teknisi tersebut memenuhi segala kriteria yang disebutkan diatas, maka teknisi tersebut boleh diberi kesempatan untuk melakukan on the job training sebagai Service Adviser. Ia perlu memahami apasaja yang harus dikuasai dan harus dilakukan seorang Service Adviser secara nyat, bukan hanya berdasarkan persepsinya saja.

Berdasarkan penilaian menggunakan metode burke dapat diketahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki kandidat dan fokuslah untuk memperbaiki kelemahannya.

Selama proses magang, arahkan Teknisi tersebut untuk membatu front counter  dan mendampingi seorang Service Advisor senior.

Hal ini akan mempermudah melakukan penilaian bagaimana dia menjalankan fungsinya sebagai Service Adviser, bagaiman Ia mengajukan pertanyaan untuk memperoleh kejelasan dari pelanggan, bagaimana Ia bekerja sama dengan rekan-rekannya, mendukung rekan kerja yang lain, menjaga komitmen perusahaan, dan mengontrol emosi dll.

Dengan memberikan pengalaman nyata kepada Teknisi tersebut dapat dilihat bagaimana minatnya terhadapa posisi tersebut.

Apakah Ia akan merasa tertantang ...?

atau

Ia malah berkata posisi ini tidak cocok untuk Saya.Ini bukan passion Saya. Saya lebih baik jadi Teknisi saja.


Selanjutnya tinggal Anda yang memutuskan...!!!