Promosi Bengkel Mobil Tanpa Menyebutkan Harga

5:18 PM 0
Banyak sekali bengkel mobil yang mempromosikan jasa bengkelnya dengan menyebutkan harga jasa perawatan dan perbaikan yang diterapkan pada bengkelnya.

Apakah hal tersebut salah...?

Bisa iya...

Bisa tidak...

Mungkin pemilik bengkel beranggapan bahwa dengan menyebutkan harga, apalagi jika harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari pada pesaingnya, akan membuat pelanggan tertarik datang ke bengkelnya sehingga keuntungannya akan meningkat.

Namun dari sisi pemasaran, penyebutan harga untuk kegiatan marketing tidak disarankan.

Mengapa...??

Karena, kemungkinan orang yang datang ke bengkel tersebut adalah orang yang cukup sensitif dengan harga.

Mungkin, saat itu mereka datang ke bengkel Anda karena harga yang murah tersebut.

Bagaimana jika besok ada bengkel lain menawarkan harga yang lebih murah. ..?

Kemungkinan besar pelanggan tersebut akan beralih ke bengkel tersebut. Sangat sulit untuk mendapatkan loyalitas dari tipe pelanggan seperti ini.

Promosi Bengkel Mobil Tanpa Menyebutkan Harga




Bengkel yang mengandalkan harga murah ketika berpromosi, biasanya akan menarik pelanggan yang hanya ingin harga murah saja, saat ada yang menawarkan harga lebih murah maka dengan cepat mereka akan beralih.

Tipe pelanggan yang selalu mengambil keputusan hanya berdasarkan faktor harga tidak baik untuk semua jenis bisnis dalam jangka panjang, termasuk bisnis bengkel mobil.

Jadi bagaimana cara melakukan promosi tanpa menyebutkan harga...?

Jika diperhatikan bengkel-bengkel besar yang ternama, mereka melakukan promosi dengan cara yang berbeda.

Mereka fokus mempromosikan  tentang kultur kerja mereka, tentang sumber daya manusia yang mereka miliki dan training-training yang mereka lakukan untuk pengembangan skill teknisi mereka, itulah yang membedakan mereka di pasar.


Ketika Anda mempunyai hal-hal yang disebutkan diatas maka Anda akan mendapatkan pelanggan yang berbeda.

Tidak ada yang instant untuk mendapatkan hal ini, dibutuhkan kerja keras dua atau tiga tahun.


Anda dapat memulainya secara internal dalam bengkel, jelaskan arah dan tujuan yang ingin dicapai beserta alasannya kepada seluruh personel bengkel.

Anda berbicara tentang perubahan budaya secara total. Anda harus melibatkan semua staff bengkel dan menguraikan hasil yang Anda harapkan.

Management harus memutuskan , apa yang membuat mereka berbeda..?

Buat daftarnya

Lakukan diskusi dengan team:
Apakah kita sama dengan yang lain..?

Jika kita sama,

Bagaimana membuat diri kita berbeda dengan yang lain..?

Jika saya adalah pelanggan, berikan alasan mengapa saya harus datang dan berbisnis dalam jangka panjang dengan bengkel Anda...?

Sebutkan  apa yang Anda miliki yang dapat membuat saya merasa puas..?

Apa nilai lebih yang dapat bengkel Anda berikan..?

Anda harus memulai berpikir tentang diri Anda dan menentukan nilai Anda.


Kemudian, Mulailah melakukan promosi marketing pada pelanggan lama bengkel. Sebelum Anda mencari dan menggarap pelanggan baru, pastikan Anda telah melakukan yang terbaik untuk pelanggan lama Anda.

Anda dapat mengukurnya melalui rata-rata transaksisi per RO.  Rata-rata bengkel menghasilkan 1,4 - 1,6 jam atau adapat mencapai 2,5 jam. Itu untuk kendaraan konsumen biasa.

Jika service adviser Anda tidak dapat mendatangkan pelanggan lama  untuk datang ke bengkel, bagaiman ia dapat mendatangkan pelanggan baru..?

Service adviser dibayar untuk untuk memberi advise kepada pelanggan mengenai keselamatan dan keandalan kendaraannya berdasarkan cara penggunaan pelanggan.


Jadi, bagaimana proses internal Anda memastikan hal tersebut dapat dilakukan..?

Bagaimana Anda melakukan pemeriksaan kendaraan dengan benar...?


Itu harus dilakukan dua kali setahun agar mendapatkan gambaran yang utuh tentang kendaraan pelanggan.

Jika Anda belum melakukannya, Anda harus menghubungi pelanggan dengan pesan seperti itu. Kemudian Anda dapat meminta referensi dari pelanggan saat ini.
Cara paling baik mengembangkan bisnis adalah melalui referensi.

Sebagai industri bengkel mobil, kita jarang mengedukasi pelanggan tentang posisi kita. Ini adalah profesi. Skil yang baik harus berdasar dari pengetahuan yang baik.

Jumlah waktu dan biaya yang dihabiskan untuk mengikuti training agar selalu uptodate dengan teknologi otomotif sangat mahal. Pelanggan kita umumnya tidak mengetahui hal tersebut. Jadi, mulailah dengan menulis cerita tentang staff Anda yang luar biasa.

Sebagai contoh, bengkel dapat mengirimkan pesan kepada pelanggan bahwa mereka akan tutup satau atau dua hari kedepan karena adanya suatu pelatihan. Hal ini nampak sepele, namun akan sangat berkesan di mata pelanggan  bahwa bengkel Anda rela mengorbankan waktu untuk meningkatkan kualitas staffnya agar dapat melayani pelanggan dengan lebih baik lagi.

Saya pernah melihat beberapa bengkel yang tutup selama satu atau dua hari penuh karena ada training. Orang-orang mungkin tidak menyukai hal tersebut, tetapi lakukan komunikasi yang baik kepada pelanggan mengenai alasan kenapa hal tersebut dilakukan.

Kirimkan email pemberitahuan yang mengatakan, " Bengkel kami akan tutup tanggal 20 dan 21 untuk memastikan staff kami mendapatkan training yang diperlukan untuk melayani Anda lebih baik lagi". Kirimkan informasi kepada pelanggan bengkel melalui e-mail, SMS, WA dan media lainnya.

Berikan pelanggan hasil pemeriksaan secara tertulis atau tercetak. Jangan hanya menyampaikan keadaan kendaraan pelanggan secara lisan. Jika hal itu dicetak dengan benar maka pelanggan mempunyai daftar checklist yang dapat dipelajari. Berikan estimasi secara detail. Luangkan waktu dengan pelanggan secara individual untuk memahami mereka.

Saya berikan gambaran, Kami mempunyai pelanggan yang sudah dikenal baik. Pelanggan membawa  dan meninggalkan mobilnya ke bengkel untuk diperbaiki. Bengkel menawarkan tumpangan untuk pelanggan dan dilayani langsung oleh pemilik bengkel. Bayangkan diskusi yang mungkin terjadi selama perjalanan:

Bapak sepertinya sudah lama tidak ke bengkel..?

Bagaimana kabar Bapak...?

Hal-hal ini meski remeh akan sangat membekas dipikiran pelanggan, Anda melayani mereka secara individual dan berkualitas.


Setelah kendaran diambil ajukan pertanyaan seperti ini.

Bagaimana pelayanan bengkel kami..?
Pertanyaan ini  secara tidak langsung akan membuat pelanggan merasa dipedulikan dan tidak sekedar menjadi mesin ATM untuk bengkel.

Kemudian lakukanlah follow up setelah perbaikan dilakukan pada mobil pelanggan. Hubungilah pelanggan hanya untuk memastikan semua baik-baik saja. Ini menunjukkan bentuk kepedulian bengkel kepada pelanggan dan untuk memastikan bahwa pelanggan akan kembali lagi ke bengkel Anda untuk perbaikan berikutnya.


Perlukah Bengkel Mobil Menetapkan Ongkos Untuk Diagnosa Kerusakan..?

11:45 PM 0
Suatu ketika ada seorang pasien yang datang pada dokter spesialis penyakit dalam untuk mengeluhkan bahwa beberapa hari belakangan ini dadanya terasa sesak dan mudah sekali merasa lelah.

Sang dokter memberikan beberapa pertanyaan standard yang umum ditanyakan kepada pasien dan kemudian menyuruh sang pasien berbaring di tempat tidur untuk memeriksa pasien tersebut.

Dokter mengeluarkan stetoskop dan kemudian melakukan pemeriksaan pada area dada pasien. Pemeriksaannya singkat saja, tidak terlalu lama.

Kemudian setelah pasien kembali duduk, sang dokter memberikan kesimpulan hasil pemeriksaannya, ia mengatakan sang pasien harus melakukan operasi jantung...

Operasi jantung....??

Sesuatu  hal yang serius, menyangkut hidup dan mati diputuskan melalui pemeriksaan singkat.


Bagaimana reaksi Anda, jika pasien itu adalah Anda sendiri...?

Bukankah Anda menginginkan dokter tersebut untuk melakukan diagnosa lebih dalam lagi dan menggunakan alat yang lebih canggih dari sekedar stetoskop untuk memastikan bahwa operasi jantung memang satu-satunya solusi.

Anda mungkin tidak akan keberatan untuk membayar ongkos diagnosa yang mahal, di luar biaya operasi jantung dan bersedia menyediakan waktu yang lebih lama agar dokter dapat melakukan diagnosa dengan tepat .



Hal yang hampir sama berlaku juga di bisnis jasa bengkel mobil, saat pihak bengkel mengatakan bahwa mobil Anda harus turun mesin atau memerlukan sparepart yang harganya sangat mahal, kemungkinan Anda akan meminta pihak bengkel untuk melakukan pemeriksaan secara mendalam sebelum memutuskan.


Memang membandingkan antara operasi jantung dengan mengganti mesin mobil merupakan analogi yang kurang tepat.
Namun yang ingin ditekankan di sini adalah, bahwa langkah analisa atau proses diagnosa yang harus dilakukan kepada kedua kasus tersebut mempunyai konsep yang sama.


Diperlukan proses diagnosa dengan serangkaian pemeriksaan yang teliti untuk mendapat kepastian tentang penyebab suatu masalah sehingga dapat memutuskan langkah perbaikan yang harus dilakukan.


Kemampuan melakukan diagnosa secara akurat memerlukan keahlian khusus dan harus ditunjang dengan peralatan yang sesuai.


Mengapa pekerjaan diagnosa dianggap khusus..?

Bagaimana bengkel membicarakan hal tersebut dengan pelanggan..?

Bagaimana menentukan biaya diagnosa dan perbaikan ..?


Sebuah contoh klasik, saat ada masalah pada mobil yang berhubungan dengan kabel, teknisi bisa menghabiskan waktu berhari-hari melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sumber masalah.

Setelah sekian lama akhirnya diketemukanlah  penyebab kerusakan akibat ada kabel yang putus karena terjepit di suatu tempat .

Perbaikan dilakukan dengan menyambung kabel yang putus tersebut.


Pertanyaannya, berapakah biaya perbaikan yang harus dibebankan pada pelanggan...?


Apakah pelanggan cukup membayar jasa untuk menyambung kabel yang putus saja..?

Atau

Pelanggan harus membayar sesuai dengan jam kerja yang terpakai untuk menemukan dan menyambung kabel yang putus tersebut...?


Membicarakan pekerjaan diagnosa dengan pelanggan sangatlah penting, seperti pentingnya membina hubungan yang baik dengan pelanggan.


Hubungan yang baik dengan pelanggan merupakan kunci sukses usaha jasa bengkel mobil. Kesuksesan bisnis jasa bengkel mobil bukan melulu tentang berapa banyak mobil yang masuk ke bengkel, namun yang paling penting adalah bagaimana bengkel menjalin hubungan dengan pelanggannya.

Loyalitas pelanggan dapat diraih dengan membangun hubungan dan rasa percaya, dimana pelanggan merasa nyaman dan aman untuk menyerahkan urusan perbaikan kendaraannya pada suatu bengkel.

Pahamilah pelanggan Anda  dan fokus untuk selalu memberikan pengalaman positif setiap saat mereka berhubungan dengan bengkel Anda.

Berikan penjelasan secara terperinci dan jelas tentang kondisi mobil pelanggan dan langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan. Tunjukkan kepedulian Anda terhadap keinginan dan kebutuhan pelanggan dan hilangkan kesan bahwa Anda sekedar hanya ingin meraup keuntungan saja dari pelanggan Anda.

Pekerjaan perbaikan di bengkel mobil pada umumnya mempunyai standard yang sudah dipahami oleh pemilik bengkel atau teknisi bengkel. Mereka paham berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan suatu jenis perbaikan.

Sebagai contoh penggantian oli mesin, jenis pekerjaan tersebut dapat ditentukan dengan mudah berapa waktu yang dibutuhkan dan biaya yang harus dikeluarkan oleh pelanggan.


Pekerjaan diagnosa merupakan salah satu jenis pekerjaaan yang sulit diprediksi. Suatu problem pada mesin dapat memunculkan kode DTC yang dapat digunakan sebagai pedoman melakukan perbaikan, namun terkadan ada juga problem mesin yang tidak memunculkan kode DTC, dengan kompleksnya sistem pada kendaraan modern saat ini, teknisi harus melakukan pemeriksaan secara teliti agar dapat menetukan dengan pasti penyebab masalah pada mesin tersebut. Hal itulah salah satu kesulitan melakukan  diagnosa.


Diagnostic time atau waktu yang diperlukan untuk melakukan diagnosa berbeda dengan repair time. Banyak hal yang tidak dapat diprediksi secara pasti saat melakukan diagnosa yang membutuhkan kesabaran dan  ketelitian agar dapat mengetahui akar penyebab kerusakan.


Pekerjaan diagnosa bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan semua bengkel atau sembarang teknisi. Seorang Diagnose Technician bekerja layaknya seorang  seniman, dengan memadukan berbagai aspek seperti pemahaman akan suatu sistem, kesabaran, memberikan perhatian pada hal yang sangat detail dan selalu mempunyai rasa ingin tahu.


Bisa saja bengkel mempunyai teknisi pekerja keras yang dapat melakukan pekerjaan di mobil dengan baik, namun belum tentu ia seorang pendiagnosa yang ahli.

Dibutuhkan skill khusus agar dapat menjadi seorang diagnostic technician dan itulah mengapa penting sekali bengkel menetapkan dengan tepat ongkos untuk pekerjaan diagnosa.

Karena pekerjaan diagnosa merupakan pekerjaan yang khusus, maka bengkel harus membedakan metode penetapan tarifnya dari pekerjaan perbaikan biasa.


Lakukan pendekatan yang berbeda dengan pelanggan Anda saat sedang mendiskusikan pekerjaan diagnosa yang akan dilakukan. Jangan samakan dengan saat Anda sedang menawarkan pekerjaan perbaikan biasa.


Sampaikan  nilai lebih yang dapat Anda berikan, bahwa bengkel Anda mempunyai peralatan diagnosa terkini dan tidak semua bengkel dapat melakukan pekerjaan diagnosa dengan benar.

Seringkali bengkel sudah merasa tidak enak hati ketikan berbicara mengenai biaya melakukan pekerjaan diagnosa dan umumnya langsung memberikan potongan harga yang besar.

Pemberian diskon dapat mengurangi keuntungan bengkel dan menunjukkan kepada pelanggan bahwa Anda sendiri kurang menghargai sulitnya pekerjaan diagnosa yang dilakukan.


Sebelum melakukan pekerjaan diagnosa berikan gambaran yang jelas mengenai proses pekerjaan tersebut.
Anda mungkin tidak tahu berapa lama yang dibutuhkan agar akar masalahnya dapat ditemukan , tapi yakinkan pelanggan bahwa Anda akan terus bekerja sampai menemukannya.

Disnilah letak kerumitannya, terkadang pihak bengkel maupun pelanggan sudah menetapkan diawal  batas waktu dan biaya yang akan dikeluarkan untuk suatu pekerjaan diagnosa yang belum jelas arahnya.

Menetapkan batas untuk suatu pekerjaan yang belum pasti dapat menjadi penghambat upaya bengkel untuk menemukan dan memperbaiki kerusakan pada mobil.


Memang cukup sulit mendiskusikan masalah biaya diagnosa dengan pelanggan, namun setidaknya mulailah dengan beberapa pernyataan berikut ini:


"Kami belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi, yang kami ketahui mesin Anda tidak bekerja dengan baik dan ada masalah pada kinerja mesin.


"Kami butuh waktu dan serangkaian pemeriksaa untuk memastikan penyebab kerusakan  dan menentukan apa yang harus dilakukan".

"Saya akan meminta teknisi terbaik kami untuk segera melakukan pemeriksaan dan akan menginformasikan setiap perkembangan yang terjadi ".


Menyampaikan diskusi terbuka seperti itu dengan pelanggan memang cukup sulit jika bengkel tidak mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi dari pelanggan.

Pastikan pelanggan mengetahui,  bahwa tujuan utama Anda adalah untuk memastikan kendaraan pelanggan aman dan tidak akan bermasalah lagi, karena pelanggan lebih perduli terhadap hal tersebut dibandingkan harga.


Menurut sebuah survey yang dirilis di Amerika Serikat, rata-rata usaha bengkel mobil mendapatkan keuntungan 5,5 persen dari omset yang didapat, angka ini seperempat dari tingkat keuntungan yang dihasilkan industri jasa lainnya.


Jangan merasa sungkan saat  memberikan harga, bengkel memang harus mencari untung.  Bisnis bengkel mobil sama seperti bisnis lainnya  dan yang namanya bisnis harus mampu mencetak uang.


Banyak bengkel yang berpikir, bahwa sebagian besar pelanggan selalu mempertimbangkan harga ketika memilih bengkel untuk perbaikan mobil, sehingga bengkel berusaha memberikan harga semurah mungkin agar pelanggan tidak beralih ke bengkel lain.

Pada kenyataannya, bagi pelanggan faktor kenyamanan  dan kualitas layanan perbaikan bengkel jauh lebih utama dibandingkan harga jasa perbaikan.


Kesuksesan bengkel mobil yang memberikan pelayanan diagnosa sangat tergantung pada kualitas teknisinya.
Tidak semua teknisi mampu melakukan pekerjaan diagnosa meskipun sudah berpengalaman bertahun yahun dan telah menikuti berbagai macam training.

Seorang teknisi akan mampu melakukan diagnosa secara efektif jika mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, mempunyai pola pikir yang terbuka untuk segala kemungkinan dan terutama kesabaran saat menemui kesulitan.


Saat akan merekrut teknisi yang diharapkan mampu melakukan diagnosa pada kendaraan dengan baik, pemilik bengkel harus benar-benar jeli untuk mendapatkan teknisi yang kapabel. Menjadi teknisi yang dapat melakukan diagnosa memerlukan pengetahuan yang mendalam dan jam terbang yang tinggi.


Alternatif lain adalah dengan coba mendidik teknisi yang sudah ada dan mempunyai soft skil yang bagus  dengan memberikan berbagai training baik internal maupun eksternal, atau bisa juga dengan menyewa teknisi berpengalaman secara tidak tetap sambil Anda mencari dan menemukan orang yang tepat dan bersedia membayar lebih tinggi dari teknisi biasa.


Memberikan pelayanan diagnosa di bengkel mobil ddapat memberikan banyak keuntungan untuk kelangsungan bisnis mobil secara jangka panjang.

Teknisi diagnosa yang kapabel membuat mobil dapat dikerjakan di bengkel tersebut dan tidak perlu mengirmnya ke bengkel lain atau ke bengkel dealer resmi karena bengkel tidak mampu menanganinya.

Bengkel mobil umum mempunyai peluang dapat bersaing dengan bengkel dealer resmi. Bengkel dealer resmi merupakan profesional yang kompoten, namun bengkel umum mempunyaibeberapa kelebihan seperti:  relationship yang lebih cair dengan pelanggan dan harga yang lebih kompetitif dengan kualitas yang tidak kalah dari bengkel dealer.


Jadi, jika bengkel Anda memberikan layanan diagnosa perbaikan, pastikan Anda memberikan harga yang pantas supaya bengkel mendapat untung.

Jika bengkel tidak menguntungkan, maka Anda tidak dapat merekrut teknisi yang terbaik, membeli peralatan  terbaik dan pada akhirnya bengkel tidak dapat memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan.

Pekerjaan diagnosa memerlukan keahlian khusus dan harus dihargai secara khusus pula. Semoga bengkel umum dapat terus sukses dan berkembang.





Etika Pada Bisnis Bengkel Mobil

3:49 AM 0

Etika Pada Bisnis Bengkel Mobil

Adapted from an article written by Nicholas Wiltse and posted by Jay Goninen

Industri bengkel mobil salah satu industri dengan tingkat kepercayaan yang rendah,terlepas itu bengkel dealer resmi ataupun bengkel umum independen.
Image yang muncul di benak sebagian pemilik mobil  adalah bahwa bengkel mobil selalu berusaha mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari masalah mobil yang dihadapi dan memanfaatkan ketidaktahuan pelanggan tentang teknis perbaikan mobil.


Bagi pemilik mobil, saat akan membawa mobilnya ke bengkel pasti akan pertimbangan yang dipikirkan. Bukan hanya menyangkut harga, tapi salah satu pertimbangannya adalah apakah bengkel tersebut jujur atau tidak.



Tulisan ini saya turunkan bukan untuk mendiskreditkan para pengusaha bengkel mobil atau sesama rekan teknisi, namun lebih bertujuan untuk menggugah kita semua agar bisnis yang kita geluti ini dapat memperoleh tingkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat dan profesi teknisi otomotif tidak dianggap negatif.


Percayalah bisnis bengkel mobil hanya dapat bertahan dalam jangka panjang jika mendapat kepercayaan yang tinggi dari pelanggannya...!!!


Reputasi bagi sebagian orang merupakan sebuah aset yang sangat berharga. Pada era media sosial saat ini, kita dapat melihat bagaimana orang berusaha membangun dan memoles reputasi pribadi atau usahanya secara masif dalam berbagai media social seperti facebook atau twitter untuk merebut kepercayaan orang.



Namun sebagus apapun kita memoles citra, hanya orang yang mempunyai etika dalam usaha atau kerja yang akan memperoleh sukses dalam jangka panjang.

Dalam dunia industri otomotif, khususnya perbengkelan, etika bukan hanya melulu tentang kerja keras, melakukan pekerjaan dengan benar dan bersikap ramah pada pelanggan.


Dengan segala seluk beluk bisnis bengkel otomotif, cukup mudah bagi bengkel untuk me-mark up harga jasa perbaikan. Cukup mudah menambahkan biaya perbaikan tanpa disadari oleh  pelanggan. Bagi teknisi bisa saja merusak kendaraan atau peralatan tanpa mengakui kesalahannya dan mengambil sesuatu tanpa sepengetahuan orang lain.


Melakukan hal-hal yang disebutkan di atas mungkin dapat memberikan keuntungan dalam jangka pendek untuk bengkel . Tapi pada akhirnya integritas dan respek dari pelanggan dan rekan kerjalah yang akan menjamin sukses dalam jangka panjang.

Masalah yang sudah lama menjangkiti bisnis bengkel mobil adalah melakukan upselling work. Upselling work adalah menawarkan pekerjaan yang sebenarnya tidak dibutuhkan pelanggan.

Ada perbedaan tipis antara melakukan pekerjaan perawatan dengan pekerjaan perbaikan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Menjual jasa perbaikan, khusunya perawatan berkala sejauh ini merupakan hal yang dapat menguras kantong pelanggan.



.

Dari sisi pelanggan akan jauh lebih efektif dan lebih hemat jika beberapa pekerjaan perbaikan dilakukan sekaligus saat mobil berada dibengkel dimana teknisi sudah melakuakan pembongkaran dan melepaskan berbagai komponen mobil, namun hal tersebut menjadi tidak efektif jika ternyata teknisi melakukan pekerjaan yang sebenarnya tidak dibutuhkan pelanggan.

Yang pertama baik dilakukan dilihat dari sisi kepentingan pelanggan, sedangkan hal yang kedua baik dilakukan untuk kepentingan bengkel dan teknisi untuk menghasilkan lebih banyak uang.

Teknisi yang berpegang pada etika harus dapat menjelaskan kepada pelanggan mana pekerjaan yang benar-benar harus dilakukan dan mana pekerjaan yang masih dapat ditunda serta apa resiko yang akan terjadi menyangkut hal tersebut, sehingga pelanggan dapat mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

Hal yang lebih buruk dari upselling adalah ada  bengkel yang secara terang-terangan menipu pelanggan dengan membuat tagihan untuk pekerjaan yang tidak pernah dilakukan oleh bengkel.

Sebagai contoh, ada seorang pelanggan yang menemukan kleman selang saluran air pendingin mobilnya kendor sehingga mengakibatkan kebocoran.

Pelanggan tersebut takut tertipu oleh bengkel sehingga ia menempelkan sebuah stiker yang sudah ditandainya pada water pump.

Saat bengkel memberitahukannya bahwa teknisi  telah mengganti water pump untuk mengatasi kebocoran yang terjadi dan ongkos yang harus dibayar sebesar 1 juta rupiah. Pelanggan tersebut kemudian berjalan ke mobilnya memeriksa water pump dan mendapati stiker yang ia tempel dan tandai masih ada, ia kemudian menunjukkan kepada pemilik bengkel tersebut bahwa teknisinya sedang berusaha mengambil uang 1 juta dari pelanggan hanya untuk mengencangkan sebuah kleman selang yang kendor.

Kelakuan seperti ini bukan hanya tidak beretika. ini sudah merupakan perbuatan kriminal dan seharusnya tidak mendapat tempat di bisnis bengkel mobil.



Faktor lain yang menjadi pemicu potensial tindakan tidak etis pada industri bengkel mobil adalah metode penghitungan jasa bengkel atau teknisi.

Pada umumnya industri bengkel otomotif, khususnya dealer resmi, menggunakan sistem flate-rate untuk menghitung biaya jasa perbaikan dan insentif teknisi. Pada sistem flate-rate gaji atau insentif teknisi dibayar berdasarkan per pekerjaan yang dilakukan bukan per jam kerja.

Setiap pabrikan mobil mempunyai daftar labor time. Jika pada daftar labor time menyebutkan bahwa dibutuhkan waktu 7,2 jam untuk  penggantian transmisi dan kemudian teknisi mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam waktu 5 jam saja maka teknisi tersebut tetap mendapatkan bayaran sebanyak 7,2 jam kerja.

Sebaliknya dengan sistem flate-rate  jika teknisi membuat kerusakan pada baut atau lupa memasang suatu komponen sehingga proses pekerjaan menjadi 9 jam, maka teknisi tetap dibayar 7,2 jam kerja.

Celakanya, pada umumnya bengkel akan membebankan biaya yang ditimbulkan akibat kesalahan teknisi pada pelanggan, dengan menambahkan jam kerja sebagai pengganti jam kerja yang hilang untuk memperbaiki baut yang rusak atau memasang komponen yang lupa terpasang tadi.

Menerapkan etika pada bisnis bengkel mobil berarti harus jujur kepada pelanggan dengan mengakui kesalahan yang dilakukan dan menanggung biaya yang timbul akibat kesalahan tersebut dan bukan malah membebankannya kepada pelanggan.


Ada juga contoh kasus dimana bengkel membebankan biaya kepada pelanggan akibat kerusakan pada mobil pelanggan saat proses perbaikan di dalam bengkel.

Teknisi selalu berusaha melakukan yang terbaik agar mobil pelanggan menjadi lebih baik dari saat sebelum mobil masuk ke bengkel.

Namun terkadang ada hal-hal sepele terjadi yang dapat menimbulkan kerusakan pada mobil pelanggan, contohnya:

Lupa memasang alas pada mobil pelanggan yang akhirnya meninggalkan jejak pada karpet mobil.

Lupa melepas sarung tangan yang kotor untuk melakukan perbaikan ringan di dalam mobil yang kemudian meninggalkan bekas yang kotor, atau

Teknisi lupa mengeluarkan senter kecil dari dalam kantongnya sehingga menimbulkan goresan kecil pada fender mobil.

Tidak ada yang manusia yang sempurna

Tapi yang seharusnya dilakukan adalah dengan memberitahukan pelanggan bahwa teknisi telah merusak sesuatu pada mobilnya dan menawarkan untuk memperbaiki, membersihkan atau mengganti yang rusak tersebut.


Itu yang harus dilakukan


Mengakui kesalahan dan memperbaikinya.


Tidak peduli sekecil apa goresan, noda atau kerusakan yang terjadi pada kendaraan pelanggan. Melakukan perbaikan pada kerusakan mobil pelanggan merupakan suatu sikap untuk menghormati pelanggan dan properti pelanggan dengan mengakui kesalahan yang dilakukan.



Etika Sebagai Teknisi Profesional

Bagi seorang teknisi, respek bukan hanya menghormati pelanggan, namun juga respek pada kolega, peralatan dan bengkel.

Tool atau peralatan di bengkel mobil cukup mahal-mahal harganya dan tidak semua bengkel mampu memberikan satu teknisi dengan satu peralatan yang lengkap, sehingga kebiasaan pinjam meminjam alat antar teknisi dan antar bengkel sering terjadi. Seharusnya merupakan suatu yang wajib hukumnya untuk mengembalikan tool yang dipinjam secara tepat waktu dan kondisi yang baik.


Jika alat yang dipinjam terkena oli maka bersihkanlah sebelum dikembalikan.

Jika alat yang dipinjam rusak saat Anda pakai, maka Anda berkewajiban untuk memperbaikinya atau menggantinya.


Hal yang sama juga berlaku pada peralatan yang digunakan bersama dalam bengkel, sebagai contoh jika terjadi kerusakan pada tyre machine. Bengkel tidak mengharapkan satu orang teknisi untuk mengganti mesin dengan harga puluhan juta rupiah. Namun setiap kerusakan yang terjadi perlu untuk segera dilaporkan pada seseoarang yang berwenang untuk mengambil keputusan apakah mesin tersebut akan diperbaiki atau harus diganti.

Mungkin gampang saja saat Anda menyebabkan kerusakan sebuah mesin kemudian Anda berpura-pura tidak tahu sampai akhirnya  ada teknisi lain yang akan menggunakan dan mendapati mesin tersebut tidak berfungsi.


Mungkin berat rasanya melangkah keruangan bos dan mengatakan bahwa Anda telah merusak sesuatu, karena mungkin bos Anda akan merasa kesal atau marah, takut disuruh mengganti kerusakan. Tapi mengakui kesalahan yang dilakukan merupkan hal benar yang harus dilakukan.

Bagi sebagian orang, mungkin cukup sulit menjadi orang baik pada industri yang tingkat kepercayaan pelanggannya cukup rendah dan banyak trik 'tipu-tipu".

Mungkin ada keuntungan yang bisa diperoleh dengan melakukan overselling dan memberikan biaya perbaikan besar untuk pekerjaan yang sebenarnya ringan atau membebankan biaya kerusakan yang dilakukan teknisi pada pelanggan.

Mungkin akan terlihat menguntungkan untuk mengabaikan etika dan mencurangi pelanggan, setidaknya untuk jangka pendek.

Namun untuk jangka panjang, terlepas hal bisinis bengkel mobil, saat Anda tidak mempunyai sesuatu pun, Anda tetap mempunyai integritas dan kata-kata yang dapat dipegang.

Bersikap jujur, menghormati pelanggan, menghormati kolega dan respek kepada bengkel tempat bekerja merupakan contoh bagimana seorang teknisi menerapkan etika pada profesinya.


Translated from article written by Nicholas Wiltse



Strategi Marketing Bengkel Mobil Ala McDonald

1:13 AM 0
McDonald tidak dipungkiri lagi  merupakan restoran waralaba makanan cepat saji yang sudah mendunia. Restoran ini sudah hadir hampir di semua negara di dunia, mulai dari kota-kota besar sampai ke pelosok daerah.

McDonald merupakan salah satu contoh bisnis yang paling sukses di dunia.
Dengan melihat logo huruf "M" ciri khas restoran tersebut, orang sudah dapat  membayangkan kenyamanan bersantap di restoran tersebut.

McDonald tidak mencapai kesuksesan tersebut dalam waktu satu malam, hal itu dapat dicapai karena McDonald merupakan merek yang secara konsisten mempromosikan kenyamanan pada para pelanggannya.

Hal ini merupakan strategi marketing yang dapat ditiru untuk pengembangan bisnis bengkel mobil.

Strategi  Marketing Bengkel Mobil Ala McDonald
Strategi  Marketing Bengkel Mobil Ala McDonald



Bayangkan pada suatu malam Anda berkendara di jalan bebas hambatan saat bepergian ke luar kota. Malam telah larut, seluruh anggota keluarga merasa lapar karena sudah berkendara selama beberapa jam lamanya.

Anda tidak familiar dengan daerah tersebut.

Namun Anda dan seluruh anggota keluarga lainnya sepakat untuk keluar dari jalan tol dan mencari makan malam.

Saat Anda keluar dari pintu tol, tampak sederet pertokoan dengan lampu-lampu yang masih menyala dengan terang.

Saat mulai mendekati pertokoan tersebut tampaklah dua buah restoran: Mc Donald dan restoran sejenis dengan merk yang tidak Anda kenal, sebut saja chicken fried.

Hanya dua restoran tersebut yang ada...!!

Kira-kira, restoran mana yang akan Anda pilih...??

Kebanyakan orang pasti akan segera mengarahkan mobilnya ke restoran Mc Donald tersebut.

Mungkin beragam alasan yang akan didapatkan jika diajukan pertanyaan: Mengapa sebagian orang akan memilih McDonald dibandingkan restoran cepat saji yang tidak dikenal tersebut..?

Mungkin salah satu alasan yang paling sangat menarik adalah, image kwalitas pelayanan dan produk McDonald yang baik sudah sangat tertananm di benak para pelanggannya.

McDonald telah melakukan investasi baik dari segi waktu dan biaya untuk membangun image merk restorannya dan secara konsisten menjaga kwalitas layanan dan produknya.

Pelanggan yang sudah pernah ke restoran McDonald sebelumnya tahu persis bahwa ia akan mendapatkan kwalitas pelayanan dan produk yang sama seperti yang pernah dirasakan sebelumnya.

Pelanggan mengetahui bahwa semua gerai McDonald akan memberikan standard pelayanan dan harga yang sama.

Sedangkan restoran yang tidak terkenal tersebut...??

Ia tidak tahu.

Bisa lebih baik atau bisa lebih buruk. Tapi manusia cenderung akan memilih apa yang sudah dia kenal atau pernah rasakan.

Hal itu akan menimbulkan rasa nyaman bagi pelanggan, orang akan merasa nyaman dan aman terhadap sesuatu yang mereka sudah ketahui atau pada sesuatu yang dapat diprediksi.

Lalu, apa yang bisa diterapkan dari strategi McDonald pada bisnis bengkel mobil..?

Sesuatu yang dapat kita pelajari dari kesuksesan restoran McDonald adalah strategi marketing dengan cara menjaga konsistensi pelayanan.

Memberikan pelayanan berkwalitas secara konsisten kepada setiap pelanggan bengkel akan menumbuhkan alasan kuat bagi pelanggan untuk kembali lagi diwaktu yang akan datang.


Tapi kan bengkel mobil saya tidak menggunakan sistem waralaba seperti halnya McDonald..?

Ya, memang kebanyakan bisnis bengkel mobil tidak atau belum menerapkan sistem wara laba, sebagian besar merupakan usaha kecil yang bersifat lokal.

Model bisnis bengkel mobil yang bersifat lokal memang berbeda, dimana pengusaha bengkel berusaha membina dan menjaga hubungan dengan pelanggannya.

Namun meskipun usaha bengkel mobil Anda tidak berskala nasional yang menyebar sampai ke pelosok, setidaknya nama bengkel Anda harus dikenal di lingkungan komunitas Anda.

Pengusaha bengkel mobil harus mampu membangun image bengkelnya, dimana pelanggan dapat merasakan konsistensi kwalitas pelayanan yang akan membuat pelanggan merasa nyaman berbisnis dengan Anda. Ini merupakan  strategi marketing untuk mencapai sukses.


Pelanggan datang ke bengkel Anda bukan karena ia lapar dan mencari makanan untuk mengisi perutnya.  Mereka datang karena ada masalah pada mobilnya atau sudah waktunya melakukan perawatan berkala.

Kebanyakan  orang sangat tergantung pada kendaraannya untuk beraktivitas, dan membawa mobil ke bengkel tentu saja dapat mengganggu aktivitas mereka. Hal ini merupakan salah satu kerisauan hampir setiap pemilik mobil.

Sebagai pngusaha bengkel, wajib untuk memahami hal tersebut dan mencari jalan untuk mengurangi kerisauan pelanggan tersebut. Berikan pengalaman posistif yang berbekas di benak pelanggan sehingga kemungkinan mereka kembali ke bengkel Anda menjadi lebih besar.

Pengalaman positif yang tertanam di dalam pikiran pelanggan terhadap suatu pelayanan atau produk merupakan elemen penting kesuskesan setiap bisnis.

Namun apakah semua pengusaha bengkel mobil sudah memahami betul dampak dari konsistensi pelayanan disetiap langkah untuk menanamkan pengalaman positif di benak pelanggan...?

Bagaimana pelayanan yang konsisten dapat menciptakan  rasa nyaman dan rasa aman pada pelanggan..?


Sapalah semua pelanggan dengan cara yang sama.

Jawablah semua panggilan telepon dengan cara yang sama.

Kwalitas pelayanan dan perbaikan di bengkel harus berlangsung secara konsisten..!!


Contoh sederhana,
Lupa memberikan gantungan oli atau lupa mereset service reminder setelah melakukan perawatan berkala dapat menimbulkan kekecewaan pelanggan dan membuat pelanggan mempertanyakan kwalitas layanan bengkel Anda yang memberikan dampak negatif pada pengalaman pelanggan .

Strategi marketing tidak hanya bagaimana Anda dapat memberikan pelayanan yang berkwalitas dan berkesan di mata pelanggan, tapi bagaimana Anda dapat melakukan hal tersebut secara konsisten.

Strategi ini akan menghilangkan keraguan pelanggan dan meningkatkan kepercayaan pelanggan yang akan memberikan dampak pada keberlangsungan bisnis bengkel. Suatu saat lampu peringatan service mobil pelanggan Anda menyala, maka tanpa ragu lagi ia akan membawa mobilnya ke bengkel Anda.


Dengan memberikan pengalaman poistif pada pelanggan secara konsisten dan terus menerus maka akan menciptakan rasa nyaman dan aman pada benak pelanggan berhubungan dengan bengkel Anda.

Strategi sederhana ini akan meningkatkan kemungkinan pelanggan akan selalu kembalii ke bengkel Anda untuk setiap kebutuhan menyangkut mobilnya. Inilah rahasia kesuksesan McDonald.


Coba bayangkan ilustrasi berikut. Saat pelanggan sedang mengendarai mobilnya untuk bekerja pada hari senin pagi, lampu peringatan servisnya menyala.

Selain pernah ke bengkel Anda, pelanggan ini juga sudah pernah melakukan perawatan berkala pada bengkel dealer resmi dan pada bengkel khusus ganti oli.

Ia tahu mobilnya membutuhkan perawatan...

Kemana ia akan membawa mobilnya untuk mengganti oli..?

Apakah ia akan membawa  mobilnya ke bengkel Anda..?

Atau ia akan membawa mobilnya ke bengkel dealer resmi atau bengkel khusus ganti oli...?

Keputusannya yang akan diambil sangat tergantung pada pengalaman yang ia rasakan sebelumnya.

Bengkel yang mampu menanamkan pengalaman paling berkesan kemungkinan akan dipilih untuk melakukan perawatan mobilnya.

Dan saya harap itu adalah bengkel Anda....


Salam AOI...


Memberikan Insentif Kepada Mekanik. Efektifkah...??

7:10 PM 0
Menjaga motivasi dan produktivitas mekanik pada sebuah usaha bengkel mobil meruapakan satu tantangan tersendiri.

Seorang pemilik usaha bengkel mobil harus dapat mengelola bagaimana mekanik-mekanik dapat bekerja secara produktif dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Tentu sebagai pemilik bengkel tidak menginginkan tingkat keluar masuk mekanik dibengkelnya tinggi karena hal itu dapat membuat image bengkel di mata pelanggan menjadi buruk.

Salah satu startegi yang dilakukan pemilik usaha bengkel untuk memotivasi mekaniknya adalah dengan memberikan insentif disamping gaji tetap bulanan.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menerapkan skema insentif pada usaha bengkel, disinilah diperlunya kejelian pengusaha bengkel memperhitungkan skema insentif yang diberlakukan agar mekanik tetap termotivasi dan bengkel tetap dapat untung.


Seorang pemilik usaha bengkel mobil menceritakan tentang skema insentif yang diterapkan pada bengkelnya.

Apakah  pembagian keuntungan melalui skema insentif dapat efektif diterapkan pada semua usaha bengkel mobil ..?

Bagaimana menyusun rencana penerapannya..??




Hal pertama yang harus disadari adalah bahwa setiap usaha bengkel mobil mempunyai karakteristik yang berbeda satu sama lain.

Sesuatu yang mungkin berhasil diterapkan pada suatu bengkel belum tentu berhasil diterapkan pada bengkel yang lain. Banyak sekali faktor yang menyebabkan hal tersebut, salah satunya faktor orang-orang didalamnya.

Bengkel perbaikan mobil merupakan salah satu bisnis berbasis produktivitas. Pada semua bisnis yang berorientasi pada produktivitas, baik itu menjual jasa atau barang, pemberian upah secara tetap dan sama kepada setiap orang perbulannya dianggap tidak adil buat mereka yang produktif dan tidak menimbulkan motivasi karyawan untuk memberikan yang terbaik.


Mungkin ada seorang karyawan yang sangat berdedikasi pada tugas dan tanggung jawabnya. Karyawan seperti itu akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk kemajuan perusahaan dan berdedikasi melayani pelanggan sebaik-baiknya terlepas ia tidak mendapatkan nilai lebih dari hal yang dilakukannya tersebut.


Namun sayangnya, orang dengan dedikasi seperti itu sudah sangat jarang sekali.


UANG, buat sebagian besar orang merupakan salah satu motivator yang dapat membuatnya bekerja dengan semangat.

Skema insentif ini akan sangat efektif jika diberikan pada karyawan dengan skil bagus pada posisi yang tepat dimana hal ini dapat memotivasi mereka untuk meningkatkan produktivitasnya.


Hal lain yang perlu dipahami adalah penerapan skema insentif ini juga bertujuan agar bengkel tetap mendapatkan profit.

Bengkel mobil harus mempunyai profit yang cukup agar dapat menerapkan skema insentif.

Karena skema insentif sejatinya adalah profit sharing atau pembagian keuntungan.

Bagaimana mungkin bengkel dapat memberikan pembagian keuntungan jika tidak mempunyai profit...?

Oleh karena itu seorang pemilik usaha bengkel mobil harus kreatif untuk menciptakan profit dibengkelnya.

Pemilik usaha bengkel juga harus mengetahui secara detail tentang arus kas bengkelnya dan dapat mengukur secara akurat kontribusi setiap karyawan dibengkelnya agar dapat menerapkan skema insentif yang fair.

Apabila pengusaha bengkel sudah memiliki data secara akurat mengenai pemasukan, pengeluaran dan keuntungan bersih yang didapatkan,  maka pengusaha bengkel mobil mulai melakukan perhitungan skema insentif yang ingin diterapkan dibengkelnya dengan menentukan terlebih dahlu berapa profit yang diinginkannya.

Sebagai contoh, mungkin sesuai dengan hasil perhitungan, bengkel akan mencapai profit yang diinginkan jika mampu menjual total jasa jam kerja sebanyak 500 per bulan.
Jadi jika bengkel mampu menjual 550 jam kerja dalam sebulan maka bengkel sudah mempunyai keuntungan lebih yang dapat dibagikan kepada karyawan dalam bentuk insentif.



Dari Mekanik Menjadi Pemilik Bengkel...?

12:38 AM 0
Mendengar kisah sukses orang-orang besar diberbagai bidang tentu saja merupakan satu hal yang dapat menginspirasi orang. Sudah banyak kita dengar cerita orang-orang sukses disuatu bidang atau industri yang meniti karier dan usahanya dari bawah, tak terkecuali pengusaha bengkel.

Banyak para pengusaha bengkel yang dulu berasal dari mekanik. Berbekal pengalaman bekerja sekian lama di bengkel dan dengan menyisihkan sedikit penghasilannya  menabung sedikit demi sedikit untuk akhirnya memutuskan  mencoba mendirikan bengkel sendiri.



Dari Mekanik Menjadi Pemilik Bengkel...?
Dari Mekanik Menjadi Pemilik Bengkel...?

Namun walaupun sudah mendirikan bengkel cukup lama, sering kita lihat para pemilik bengkel yang dulunya berasal dari mekanik masih  saja tetap turun tangan melakukan kegiatan operasional sehari-hari di bengkel, atau tetap terlibat dalam proses perbaikan mobil di bengkel.

Apakah hal tersebut salah...??

Pada taraf tertentu hal tersebut tidaklah salah...

Memiliki skill teknik yang baik merupakan salah satu modal yang bermanfaat saat menekuni bisnis bengkel mobil.

Namun harus diingat, bisnis bengkel mobil seperti juga jenis bisnis lainnya memerlukan manajemen dan strategi yang baik agar dapat bersaing.

Bagaimana hal itu dapat dilakukan jika sang pemilik atau owner tersebut tersita waktunya melakukan pekerjaan di kolong mobil.


Padahal jatuh bangunnya usaha bengkel mobil tersebut menjadi tanggung jawab utama pemilik bengkel yang notabene dulunya adalah mekanik.

Jika pemilik bengkel menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah kap mesin mereka tidak mempunyai waktu yang cukup dan fokus untuk memikirkan pengembangan usahanya.

Mereka terjebak kepada kegiatan rutin setiap hari di bengkel..

Masalah ini mungkin penyebab mengapa usaha bengkel mobil yang didirikan mantan mekanik sulit berkembang dan biasanya tidak disadari.

Pemilik usaha bengkel mobil yang fokus pada tata kelola keuangan bengkel, mengetahui dengan pasti arus kas bengkel, mempunyai metode yang tepat untuk memantau produktifitas bengkel secara akurat, mampu memimpin dan mengarahkan anak buah dan fokus memikirkan pengembangan bengkel secara berkelanjutan biasanya mempunyai bengkel yang lebih berkembang jika dibandingkan dengan pemilik bengkel yang tetap sibuk berada di kolong mobil.

Itu adalah kenyataan dan memang bukan hal yang mudah untuk sampai ketitik itu.

Terjun langsung memperbaiki mobil di bengkel mungkin satu hal yang tak terhindarkan bagi sebagian pengusaha bengkel saat memulai usahanya, dimana Ia belum mampu membayar karyawan.


Namun seiring berkembangnya bengkel, pemilik usaha bengkel mobil harus mulai memikirkan bagaimana caranya untuk keluar dari situasi tersebut, dan menjadi pengusaha bengkel yang sesungguhnya.
Jika tidak usaha bengkel mobilnya  mungkin akan terlihat seperti jalan di tempat atau sekedar dapat bisa bertahan.

Dengan merubah paradigma sebagai pemilik usaha bengkel mobil, maka Ia akan memfokuskan pikiran dan tenaganya menciptakan strategi untuk kemajuan usahanya.

Pemilik usaha bengkel mobil akan memfokuskan pikiran dan tenaganya untuk hal-hal yang lebih besar,seperti:

  • Bagaimana unit entry semakin meningkat.
  • Bagaiman meningkatkan pemasukan bengkel seiring bertambahnya unit entry.
  • Bagaimana  proses pekerjaan perbaikan di bengkel dapat dilakukan lebih efektif dan memikirkan berbagai strategi lainnya untuk kemajuan bengkel.


Salah satu cara yang dapat dilakukan agar pemilik usaha bengkel dapat fokus mengembangkan usahanya adalah dengan mencari partner atau orang kepercayaan yang dapat berkolaborasi memajukan usaha, karena tidak semua hal bisa dan mampu dilakukan seorang diri.


Beberapa bengkel bengkel sukses yang dikelola pasangan suami isteri menceritakan bahwa pembagian tugas mengelola bengkel membuat usaha mereka lebih cepat maju.
Suami dengan pengalaman tekniknya ikut dalam perbaikan mobil sambil mengawasi kegiatan bengkel, sementara sang isteri menangani pembukuan keuangan, marketing dan tugas admisnitrasi lainnya.

Intinya,  agar usaha bengkel mobil yang digawangi oleh orang yang dulu berasal dari mekanik adalah dengan segera merubah paradigma dan melakukan transisi dari seorang mekanik menjadi seorang pengusaha.

Ia harus memfokuskan waktu, tenaga dan pikirannya dalam mengelola bengkel mobil secara benar dan memandang usahanya dalam cakupan yang lebih luas dan secara bertahap melakukan transisi dari sekedar menangani mobil pelanggan menjadi seorang pemilik usah bengkel mobil dengan berbagai ide dan strategi untuk kemajuan usahanya.




Mempromosikan Teknisi Menjadi Service Adviser..Apa Saja Yang Harus Diperhatikan..?

2:16 AM 0
Salah satu kebiasaan yang lazim di dunia perbengkelan adalah mengangkat seorang Teknisi Senior menjadi seorang Service Advisor.
Hal ini sering dilakukan dengan alasan bahwa seorang Teknisi Senior mempunyai pemahaman yang baik tentang mobil, dan diharapakan pengalamannya tersebut akan membuat Teknisi tersebut dapat  menjadi seorang Service Advisor yang kompeten.

Apakah sesederhana itu....??
Teknisi VS Service Adviser


Sebenarnya ada perbedaan karakter yang cukup mencolok antara profesi Teknisi dengan Service Adviser.

Mempunyai pemahaman yang baik tentang perbaikan mobil mungkin satu modal dasar bagi Teknisi saat diangkat menjadi Service Adviser.

Namun alangkah baiknya sebelum menawarkan posisi Service Adviser kepada seorang Teknisi Senior, pertimbangkan dahulu beberapa hal agar Teknisi tersebut dapat menjadi seorang Service Adviser yang sukses.


Hal pertama dan yang paling penting untuk diperhatikan:

Mengapa Teknisi tersebut menginginkan posisi sebagai Service Adviser...?

Atau...

Mengapa posisi tersebut ditawarkan kepada Teknisi tersebut...?


Kebanyakan Teknisi merasakan bahwa semakin bertambah usia maka akan semakin sulit atau berat untuk melakukan pekerjaan Teknisi. Seorang Teknisi harus mempunyai fisik dan kemampuan berpikir yang baik.


Kunci sukses saat mempromosikan seseorang pada jabatan tertentu adalah lakukan hal tersebut berdasarkan kepentingan dan kebutuhan organisasi.

Jangan pernah mengambil keputusan promosi tersebut berdasarkan kepentingan orang-perorang di dalam organisasi.

Hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah faktor minat dan kemauan Teknisi tersebut.
Jika Anda mengangkat seorang Teknisi Senior untuk menjadi Service Adviser padahal hal tersebut bukan minat dari Teknisi tersebut maka Anda telah membuka peluang Ia gagal mengemban tugas yang diberikan.

Salah satu kesalahan besar yang sering dilakukan pemilik bengkel adalah menganggap kemampuan teknik menjadi patokan untuk mempromosikan Teknisi menjadi Service Adviser. Mereka sering mengabaikan minat dan bakat alamiah yang dipunyai seseorang untuk mengisi posisi tersebut.

Mempunyai pengetahuan teknik yang baik tentu saja sangat menguntungkan buat seorang Teknisi saat dipromosikan menjadi Service Adviser, namun hal tersebut belumlah cukup untuk menjamin kesuksesannya pada posisi tersebut.

Harus disadari bahwa seorang Service Adviser yang baik harus menguasai soft skill yang baik pula. Jadi saat akan mempromosikan seorang Teknisi menjadi Service Adviser pertimbankanlah sifat-sifat berikut:


1.Mempunyai sikap melayani yang natural lebih berguna dibandingkan skil teknik bagi  seorang Service Adviser agar mampu menjual layanan yang disediakan bengkel sebanyak-banyaknya.

Memberikan senyuman ramah kepada pelanggan secara natural, mempunyai sikap yang positif, mampu berkomunikasi dengan baik, mampu menyelesaikan masalah dan dapat beradaptasi dengan segala rintangan merupakan sifat dan hal mendasar yang harus dimiliki seorang Service Adviser .

Seorang teknisi yang baik terbiasa fokus pada satu pekerjaan sampai selesai, namun seorang Service Adviser harus mampu menghadapi situasi dan masalah yang berbeda-beda pada satu waktu.

Agar dapat mengetahui kecenderungan atau sifat seseorang dalam melakukan pekerjaan gunakanlah  metode burke behavioral testing untuk mengelaborasi kecenderungan alamiah setiap karyawan.

2. Lakukan evaluasi apakah Teknisi yang akan dipromosikan menjadi Service Adviser dapat diterima dengan baik oleh karyawan lainnya.

Jika kandidat tersebut memiliki hubungan kerja yang baik dengan karyawan yang lain dan  dirasa karyawan yang lain akan mau menerima arahan dan perintah yang diberikan olehnya maka kandidat tersebut dapat diangkat menjadi Service Adviser.


3. Terakhir, Berikan gambaran yang jelas tentang deskripsi pekerjaan seorang Service Adviser kepada kandidat tersebut.
Mereka harus tahu untung ruginya menjadi seorang Service Adviser, namun jangan memberikan iming-iming yang berlebihan.


Jika Teknisi tersebut memenuhi segala kriteria yang disebutkan diatas, maka teknisi tersebut boleh diberi kesempatan untuk melakukan on the job training sebagai Service Adviser. Ia perlu memahami apasaja yang harus dikuasai dan harus dilakukan seorang Service Adviser secara nyat, bukan hanya berdasarkan persepsinya saja.

Berdasarkan penilaian menggunakan metode burke dapat diketahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki kandidat dan fokuslah untuk memperbaiki kelemahannya.

Selama proses magang, arahkan Teknisi tersebut untuk membatu front counter  dan mendampingi seorang Service Advisor senior.

Hal ini akan mempermudah melakukan penilaian bagaimana dia menjalankan fungsinya sebagai Service Adviser, bagaiman Ia mengajukan pertanyaan untuk memperoleh kejelasan dari pelanggan, bagaimana Ia bekerja sama dengan rekan-rekannya, mendukung rekan kerja yang lain, menjaga komitmen perusahaan, dan mengontrol emosi dll.

Dengan memberikan pengalaman nyata kepada Teknisi tersebut dapat dilihat bagaimana minatnya terhadapa posisi tersebut.

Apakah Ia akan merasa tertantang ...?

atau

Ia malah berkata posisi ini tidak cocok untuk Saya.Ini bukan passion Saya. Saya lebih baik jadi Teknisi saja.


Selanjutnya tinggal Anda yang memutuskan...!!!




Metode Pengganjian Mekanik Bengkel Mobil

1:24 AM 0

Menentukan Metode Pengganjian Mekanik Bengkel Mobil Yang Paling Cocok Dengan Bengkel Anda


Memilih dan menentukan sistem penggajian mekanik bengkel mobil yang paling cocok dengan jenis bengkel merupakan proses yang cukup rumit.

Setiap skema penggajian yang dipilih selalu pasti ada untung ruginya yang dapat memberikan dampak yang berbeda-beda pada setiap bengkel.

Skema penggajian tertentu mungkin cocok diterapkan pada jenis bengkel tertentu pada suatu lokasi, namun belum tentu berjalan dengan baik jika diterapkan pada lokasi atau daerah lain.



Metode Pengganjian Mekanik Bengkel Mobil
Metode Pengganjian Mekanik Bengkel Mobil



Selalu ada pro dan kontra dalam segala hal. Skema  sistem penggajian yang ingin diterapkan harus mempertimbangkan beberapa faktor sesuai kebutuhan, seperti jenis bengkel dan lokasi dimana bengkel berada.

Pilihlah skema penggajian yang dapat menyeimbangkan antara keuntungan yang diperoleh dan  bagaimana menjaga motivasi teknisi. Sistem yang diterapkan harus dapat memberikan keuntungan pada semua pihak.

Tidak ada satu skema sistem penggajian yang baku untuk setiap bengkel, para pemilik bengkel dapat melakukan kombinasi metode penggajian karyawannya untuk meningkatkan produktivitas bengkel.

Ada beberapa faktor yang dapat dijadikan sebagai dasar menentukan skema penggajian teknisi yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bengkel.



13 Tips Untuk Menentukan Skema Penggajian Teknisi 




Pahami Kondisi Keuangan Usaha Bengkel 

Pemilik bengkel harus memahami betul kemampuan keuangan yang ada untuk membayar gaji teknisi di bengkel. Pelajari secara detail laporan keuangan bengkel untuk mengetahui berapa pengeluaran dan pemasukan bengkel secara keseluruhan.



Membuat Perkirakan Kondisi Keuangan

Buat rencana dan visi yang jelas tentang arah usaha ditinjau dari sudut keuangan. Buatlah  target 12 bulan ke depan mengenai volume kerja yang dapat dilakukan di bengkel, total pemasukan dan keuntungan bersih yang didapatkan.

Buat perkiraan keuntungan kotor dari jasa dan sparepart apakah sesuai dengan skema penggajian yang ingin diterapkan dan masih menyisakan keuntungan untuk bengkel. Apapun skema penggajian yang ingin diterapkan,  bengkel harus mampu menghasilkan margin laba kotor 68-72 persen dari jasa teknisi.



Faktor Suasana Kerja Yang Ingin Dibentuk 

Dalam menentukan skema penggajian teknisi perlu dipertimbangkan faktor suasana kerja yang ingin dibentuk di dalam bengkel dan faktor rasa memiliki yang tinggi pada setiap karyawan.
Jika ingin menciptakan suasana bengkel dengan budaya  kerja sama dan kekeluargaan yang tinggi mungkin dapat mempertimbangkan memberikan  insentif secara tim atau bersama di dalam skema penggajian karyawan.

Salah satu strategi adalah dengan memberikan target jam kerja yang harus dicapai keseluruhan tim agar mendapatkan insentif atau bonus dan menetapkan besarnya insentif yang akan diterima setiap anggota tim jika mencapai target yang telah ditetapkan.



Mengetahui Dengan Pasti Jumlah Teknisi Yang Dibutuhkan Bengkel

Buatlah kalkulasi mengenai volume pekerjaan dan jumlah jam kerja yang dibutuhkan oleh bengkel agar dapat menghasilkan keuntungan setiap bulannya.

Bagilah jam kerja yang dibutuhkan dengan rata-rata efektivitas teknisi agar dapat mengetahui berapa banyak teknisi yang dibutuhkan untuk menghasilkann volume pekerjaan yang diharapkan.

Kemudian pelajari berapa banyak pekerjaan yang harus dihasilkan teknisi di bengkel untuk mencapai target bengkel.



Tetapkan Target Produktivitas Dan Efisiensi

Tentukan target jam kerja yang harus dihasilkan teknisi setiap bulannya dan efisiensi yang ingin dicapai. Bengkel harus menargetkan efisiensi 100 persen pada semua teknisi.

Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi teknisi adalah dengan menerapkan  skema penggajian yang berdasarkan pada produktivitas teknisi, seperti sistem Flat Rate.


Metode flate rate membantu bengkel mendapatkan margin keuntungan jasa secara lebih efektif, karena tidak akan mengeluarkan uang akibat kerja teknisi yang tidak efisien.

Jika teknisi menghabiskan waktu sekitar 5 jam untuk melakukan penggantian waterpump yang seharusnya dapat dilakukan dalam waktu 3.5 jam, maka teknisi tersebut hanya akan mendapatkan  pembayaran sebesar 3.5 jam.

Dengan skema ini teknisi akan berusaha untuk melakukan pekerjaan secepat mungkin karena dibayar berdasarkan efektifitas kerjanya. Semakin cepat teknisi menyelesaikan pekerjaannya maka akan berpeluang mendapatkan uang lebih banyak.



Memberikan Insentif Bila Mencapai Target 

Tujuan menerapkan skema penggajian  berdasarkan produktivitas teknisi adalah agar karyawan terlibat aktif mengikuti arahan untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal bagi bengkel.

Jika mampu melampaui target yang ditentukan, teknisi dapat diberi insntif yang bisa berupa uang, kenaikan upah atau bahkan hadiah-hadiah kecil lainnya yang dapat menambah motivasi.



Pahami Motivasi Setiap Karyawan Yang Berbeda-beda

Tidak semua teknisi dapat digerakkan oleh motivasi yang sama. Beberapa teknisi mungkin akan termotivasi karena alasan uang semata, namun ada juga teknisi yang termotivasi dengan adanya hari libur atau pemberian upah lembur ketika harus bekerja dihari liburnya atau ada juga yang termotivasi ketika diapresiasi dengan sesuatu yang personal.

Oleh karena itu sangat penting bagi pemilik bengkel untuk memahami karakter semua teknisi yang ada dibengkelnya.

Ajaklah setiap teknisi untuk berbicara secara personal satu persatu untuk memahami kemauan dan karakter mereka masing-masing.



Hati-Hati Ketika Menerapkan Sistem Penggajian Yang Tetap

Kurangnya produktivitas merupakan masalah terbesar dengan sistem penggajian yang tetap.
Teknisi akan dibayar dengan gaji yang tetap terlepas mereka bekerja atau tidak.

Sistem penggajian secara tetap kurang cocok diterapkan di bengkel yang tingkat disiplin dan motivasi teknisinya rendah.

Beberapa teknisi akan bekerja dengan performa sekedarnya saja yang akhirnya dapat memberikan efek negatif kepada yang lainnya, hal ini dapat terjadi karena mereka merasa tidak ada resiko secara finansial bila mereka tidak bekerja secara produktif.



Perlunya Memastikan Unit Entry Selalu Stabil 

Walaupun sistem penggajian yang berdasarkan produktivitas dapat memberikan motivasi  kepada teknisi, namun mereka tidak akan mau bekerja di bengkel yang jumlah unit entry-nya tidak stabil.

Teknisi pasti ingin mengetahui berapa banyak mobil yang masuk ke bengkel yang dapat mereka kerjakan untuk mendapatkan uang. Jika bengkel selalu sepi maka teknisi akan segera mencari tempat kerja yang lain



Memberi Ruang Untuk Berkembang

Skema penggajian teknisi harus dirancang dengan tujuan dapat membuat teknisi berkembang dan memotivasi mereka untuk meningkatkan karir mereka.

Jadi pahamilah apa yang ingin dicapai oleh karyawan menyangkut karir dan masa depannya.

Sebagai contoh, skema penggajian dengan bayaran perjam mungkin memberikan dampak yang bagus pada teknisi level bawah yang hanya mampu melakukan penggantian ban atau oli dan tidak mempunyai keinginan meningkatkan kompetensinya.

Namun untuk teknisi level menengah dan ahli, pemilik bengkel perlu mempertimbangkan metode penggajian yang memungkinkan mereka untuk meningkatkan penghasilannya.


Teknisi yang mempunyai motivasi tinggi pada umumnya selalu ingin menghasilkan uang yang lebih banyak lagi dan akan selalu mencari cara bagaimana untuk mencapai hal tersebut.

Jika di bengkel sudah tidak ada cara lagi yang memungkinkan bagi teknisi tersebut untuk meningkatkan penghasilannya, mereka  biasanya akan kehilangan motivasi kerja dan mulai berpikir untuk mencari tempat kerja yang lain.

Maka perlu dipertimbangkan untuk menaikkan ongkos kerja perjamnya teknisi tersebut atau menaikkan upah berdasarkan pencapaian training yang telah dicapai teknisi tersebut dan sesuai dengan kontribusinya pada perkembangan bengkel.



Mempertimbangkan Tanggung Jawab Teknisi

Jelaskan dengan terang benderang mengenai aturan kerja pada setiap teknisi. Teknisi yang juga diserahi tanggung jawab dan tugas di luar pekerjaan utama mereka memperbaiki mobil harus diberi kompensasi yang berbeda.

Sebagai conto , Mungkin ada teknisi senior yang juga diserahi tanggung jawab untuk mengawasi kwalitas hasil pekerjaaan bengkel secara keseluruhan  sehingga teknisi tersebut  tidak dapat fokus melakukan perbaikan mobil di bengkel, maka teknisi senior tersebut layak diberi bayaran lebih atas perannya tersebut.



Penerapan Skema Penggajian Yang Berbeda-beda Pada Setiap Teknisi 

Skema penggajian yang ditawarkan kepada setiap teknisi tidak harus sama dengan yang lainnya, apa yang ditawarkan kepada teknisi yang satu belum tentu perlu ditawarkan kepada teknisi yang lainnya.

Mungkin  paket benefit yang diterima karyawan dapat disamakan, namun gaji aktual yang diterima masing-masing teknisi tidak harus sama  atau dapat dihitung dengan metode yang berbeda.

Buat sistem penggajian berdasarkan besarnya kontribusi masing-masing teknisi kepada bengkel dengan mempertimbangkan faktor senioritas, masa kerja, skill dan pencapaian dalam hal training.



Jangan Dibuat Rumit

Skema penggajian harus dibuat sesederhana mungkin dan  terukur secara pasti sehingga dapat dikelola dengan baik oleh karyawan bagian pembukuan.
Jangan dibuat terlalu rumit agar setiap orang dapat memahaminya.



Skema Penggajian Kombinasi

Mungkin hanya ada satu sistem penggajian yang cocok dengan bengkel Anda, seperti: bayaran perjam, gaji pokok yang tetap, flat rate, komisi dll.

Namun bisa saja melakukan kombinasi dari sistem penggajian tersebut untuk menciptakan kepuasan karyawan, meningkatkan produktivitas dan menciptakan budaya kerja di bengkel sesuai dengan harapan.




Melakukan Kombinasi Skema Penggajian Teknisi

Bengkel dapat menkombinasikan beberapa skema penggajian teknisi untuk mencapai keuntungan bengkel dan menjaga motivasi teknisi dalam bekerja.

Penerapan skema penggajian flat rate saja kadang tidak berhasil jika unit entry bengkel kecil, karena dengan metode ini teknisi tidak mendapatkan bayaran jika sama sekali tidak ada mobil yang masuk ke bengkel.
Sedangkan dengan skema penggajian bulanan secara tetap tidak dapat membangkitkan motivasi teknisi agar bekerja secara efektif.

Mungkin jalan tengah yang dapat diambil adalah dengan mengkombinasikan kedua metode tersebut: Memberikan gaji bulanan dan insentif berdasarkan produktivitas.

Pemberian gaji bulanan untuk memastikan teknisi tetap mendapatkan penghasilan walaupun bengkel sedang sepi dan pemberian bonus untuk memacu produktivitas teknisi.

Selain itu juga dapat diberikan bonus untuk mengikuti training-training bagi teknisi yang produktif untuk meningkatkan skillnya dan idealnya memberikan tambahan insentif untuk setiap sertifikat yang didapatkan oleh teknisi.

Sistem ini mungkin sangat ideal, dimana teknisi terjamin untuk tetap mendapatkan gaji saat bengkel sedang sepi dan akan mendapatan bonus jika bekerja lebih produktif.

Sebelum menerapkan sistem penggajian diatas harus dipastikan terlebih dahulu bahwa unit entry atau volume pekerjaan yang masuk ke bengkel selalu stabil.

Sistem insentif yang diterapkan harus realistis dan dapat dicapai oleh teknisi dan skema ini hanya dapat diterapkan pada bengkel yang memang ramai.


Saat akan merekrut teknisi baru, banyak para teknisi yang ragu atau tidak mau menerima metode penggajian flate rate, karena mereka  mengetahui unit mobil yang masuk ke bengkel perharinya.

Teknisi biasanya tidak mau berjudi menerima metode penggajian flat rate dan menghasilkan sedikit uang dibandingkan pekerjaan mereka terdahulu.

Metode penggajian yang bisa ditawarkan untuk merekrut teknisi baru tersebut dapat berupa gaji mingguan plus flat rate. Penerapan metode tersebut memberikan beberapa keuntungan:

Pertama, lebih mudah merekrut teknisi karena adanya kepastian penghasilan dengan memberikan gaji pokok mingguan

Kedua, dengan adanya gaji pokok maka teknisi akan bersedia jika diberikan pekerjaan lain diluar tugas pokoknya memperbaiki mobil, sebagai contoh jika teknisi dibutuhkan melakukan tugas lain diluar bengkel seperti menjemput dan mengantarkan mobil pelanggan.

Teknisi yang murni dibayar dengan metode flat rate tentu saja akan menolak melakukan pekerjaan yang akan mengurangi produktivitas mereka.


Berdasarkan pengalaman berbagai sumber tidak disarankan memberikan gaji pokok yang terlalu tinggi. Jika teknisi merasa terlalu nyaman dengan gaji pokok yang diterima biasanya akan cenderung kurang produktif untuk mengejar tambahan insentif.
Hal ini perlu dilakukan untuk memperoleh keseimbangan antara rasa nyaman dengan gaji pokok dan motivasi untuk mendapatkan insentif.

Pemberian gaji pokok tanpa adanya insentif akan membuat teknisi bekerja seadanya atau tidak bekerja secara efisien dalam mengejar produktivitas, karena tidak ada alasan atau yang memotivasi teknisi untuk bekerja lebih cepat dan lebih cerdas.

Tidak perduli mereka bekerja atau tidak, mereka akan mendapatkan bayaran yang sama perminggu atau perbulan. Hal ini akan memicu rendahnya produktivitas. Skema penggajian yang menggabungkan pemberian gaji pokok dan insentif biasanya akan menghasilkan produktivitas yang lebih baik.


Tips Mengoperasikan Bengkel Mobil Secara Efektif

12:08 AM 1

Tips Berguna Untuk Mengoperasikan Bengkel Mobil Secara Efektif 

Pelanggan bengkel  mobil pada umumnya selalu berusaha mencari bengkel yang dapat dipercaya, sekali mereka mendapatkannya biasanya mereka enggan berpindah ke bengkel lain. Jadi para pengusaha bengkel harus memastikan dirinya atau bengkelnya memang pantas untuk dipercaya.


Tips Mengoperasikan Bengkel Mobil Secara Efektif
Bengkel mobil


Tips Meningkatkan Efektivitas Bengkel Untuk Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan



Menghindari Terjadinya Keluar Masuk Karyawan.

Memberikan hasil pekerjaan yang berkwalitas dan dapat diandalkan merupakan hal yang sangat penting bagi bengkel mobil. Hal ini akan sangat sulit dicapai jika tingkat keluar masuk karyawan, khususnya teknisi sangat tinggi.

Dengan tingkat keluar masuk karyawan yang terlalu sering maka tentu saja bengkel harus menyediakan waktu bagi teknisi baru untuk belajar agar dapat bekerja secara mandiri.

Hal ini dapat dihindari atau diperkecil dengan cara memberikan perlakuan yang baik pada karyawan, memberikan gaji yang layak dan beberapa fasilitas tambahan seperti asuransi kesehatan dll. Hal ini memang terdengar klise, namun di dunia profesional berlaku istilah "Ada rupa, ada harga.

Jadi jika ingin mendapatkan tenaga teknisi yang berkwalitas dan mau bertahan lama maka berilah penghasilan yang pantas.


Bagi pelanggan hal ini sangat besar dampaknya , mereka akan merasa nyaman jika menemui teknisi yang sama saat berkunjung ke bengkel,akan sangat sulit untuk memperoleh kepercayaan pelanggan jika mereka selalu melihat atau menemui teknisi yang berbeda setiap mereka datang ke bengkel.



Memberikan Garansi Pada Setiap Pekerjaan 

Untuk meyakinkan pelanggan bahwa kwalitas pekerjaan bengkel dapat dipertanggungjawabkan maka sudah selaykanya Anda memberikan garansi pada setiap pekerjaan yang dilakukan bengkel, ini juga sebagai bukti bahwa bengkel sendiri yakin dengan kwalitas pekerjaannhya sehingga berani memberikan garansi.

Pelanggan akan merasa bahwa bengkel tersebut bekerja secara profesional, dan yakin setiap perbaikan yang dilakukan pasti tuntas sehingga mereka tidak perlu kembali ke bengkel dengan problem yang sama.

Dengan kwalitas pekerjaan yang baik para pelanggan dengan sendirinya akan enggan berpindah ke bengkel yang lain.

Membuat Display Yang Menunjukkan Komitmen Pelayanan Bengkel

Tingkat kepercayaan pemilik mobil terhadap layanan bengkel mobil atau mekanik masih sangat rendah. Kebanyakan pemilik mobil akan selalu dalam kondisi curiga jika pertama kali masuk ke bengkel, oleh karena itu sangat perlu untuk menegaskan komitmen pelayanan bengkel dalam bentuk tampilan yang dapat dilihat oleh pelanggan.



Tips Mengoperasikan Bengkel Mobil Secara Efektif
Contoh Banner Komitmen Pelayanan



Buatlah pernyataan atau komitmen yang menjelaskan bahwa Anda mengutamakan kejujuran dan dapat dipercaya, nyatakan bahwa Anda memberikan layanan yang dapat dipercaya  dan tidak akan mencurangi pelanggan.

Bengkel hanya akan melakukan perbaikan yang dibutuhkan kendaraan dan tidak berusaha mencari-cari hal yang sebenarnya tidak diperlukan.

Buatlah pernyataan ini dalam berbagai media seperti banner, running text atau display monitor  dan dapat dilihat oleh pelanggan.


Memberikan Apresiasi Kepada Pelanggan Setia.


Buat pelanggan  yang sering datang ke bengkel merasa dihargai karena telah menjadi pelanggan yang loyal.
Apresiasi dapat ditunjukkan dengan beberapa cara,  seperti : memberikan kupon untuk diskon ongkos jasa dan harga sparepart, atau dengan memberikan  penggantian oli gratis untuk periode waktu tertentu.

Mungkin akan terasa rugi dalam segi pendapatan pada awalnya, namun untuk jangka panjang hal ini akan sangat berguna untuk mempertahankan pelanggan bengkel  yang akan memberikan keuntungan juga nantinya. Selain itu pelanggan yang loyal tentu saja akan memberikan referensi tentang bengkel Anda kepada keluarga dan rekan-rekannya.

Memanfaatkan aplikasi penjadwalan servis

Kendaraan bermotor yang selalu dalam keadaan sehat dan berfungsi merupakan keinginan semuapemilik kendaraan. Hal yang sangat tidakdiinginkan adalah ketika masuk ke bengkel tidak segera dapat ditangani karena bengkel sedang dalam keadaan penuh atau kendaraan harus menginap.

Dengan menggunakan aplikasi penjadwalan servis akan menguragi terjadinya penumpukan pelanggan pada satu waktu yang akan menghemat waktu dan memberikan pelayanan yang konsisten dan handal



Tips Sukses Layanan Bengkel Untuk Perusahaan

6:27 AM 0

Meningkatkan Keuntungan Bengkel Dengan Melayani Perbaikan Mobil Perusahaan


Salah satu pelayanan yang dapat diberikan bengkel untuk mendapatkan keuntungan tambahan adalah dengan melayani perbaikan unit atau armada yang dimiliki suatu perusahaan atau dikenal dengan istilah fleet service.

Banyak usaha bengkel yang berharap mempunyai pelanggan perusahaan yang mempunyai armada operasional yang banyak yang tentu saja akan meningkatkan keuntungan bengkel secara signifikan.

Tapi apakah semudah itu ...??

Layanan fleet service jika dimanage dengan baik dapat memberikan keuntungan yang cukup besar bagi bengkel karena unit entry yang relatif stabil.

Namun ada beberapa tantangan yang biasa dihadapi oleh para pengusaha bengkel yang memberikan layanan fleet service, antara lain : Pembayaran tagihan perbaikan secara tempo yang terkadang jika jumlahnya terlau besar dan dibayar tidak tepat waktu dapat mengganggu arus kas bengkel.




Diatas kertas keuntungan yang didapat mungkin saja besar, namun dengan adanya kredit tertunggak yang sulit ditagih maka akan sangat sulit untuk mengatur perputaran uang untuk operasional bengkel.

Memastikan seluruh tagihan dibayar tepat waktu merupakan tantangan terbesar bagi pengusaha bengkel yang memberikan layanan fleet service .

Ada langkah sederhana namun penting sekali yang harus diterapkan bengkel yang melayani fleet service secara efektif.
Langkah-langkah ini jika dilakukan dengan benar akan dapat meningkatkan keuntungan dan memastikan tidak ada tagihan perbaikan yang tertunggak.


Layanan fleet service hanya akan memberikan keuntungan jika dilakukan dengan benar.


Jangan Memberikan Layanan Fleet Service Jika...

Disarankan jangan memberikan layanan fleet service sebelum layanan bengkel umum  telah memberikan keuntungan yang stabil. Dengan kata lain jika tujuan awal pendirian bengkel adalah sebagai pusat layanan perbaikan bengkel umum, bukan bengkel layanan fleet service maka fokuslah disitu.

Fleet service merupakan segmen yang berbeda. Agar dapat berjalan dengan baik maka pisahkanlah layanan general repair yang anda berikan dengan layanan fleet service.
Layanan fleet service tidak akan memberikan keuntungan maksimal jika hanya dianggap sebagai pelengkap layanan bengkel umum saja.

Banyak bengkel yang gagal mengelola layanan fleet service karena tidak memahami perbedaan mendasar antara bengkel layanan fleet service dan layanan bengkel umum.

Intinya layanan fleet service tidak akan berhasil jika hanya dianggap sebagai sampingan saja. Jadikan layanan tersebut sebagai profit center yang terpisah dan dikelola dengan serius.

Jadi sebelum memutuskan untuk memberikan layanan fleet service, terlebih dahulu pastikan bahwa bengkel telah berjalan secara efektif dan memberikan keuntungan.

Prinsip ini berlaku bagi semua jenis usaha saat akan melakukan ekspansi, pastikan kondisi berada dalam waktu dan kondisi yang tepat sebelum melakukan diversifikasi layanan perusahaan  agar dapat berjalan dengan baik.


Memang layanan fleet service bukan pekerjaan yang mudah, namun jika dikelola  dengan cara yang tepat dapat memberikan keuntungan yang besar.

Berikut beberapa tips yang dirangkum dari pengalaman bengkel-bengkel yang sukses dalam memberikan layanan fleet service



Pertama, Awali secara bertahap

Saat melakukan ekspnasi usaha pada bidang yang baru mungkin sulit untuk dapat langsung memahami bagaimana mengoperasikan usaha tersebut secara efektif.

Jadi mulailah dengan jumlah yang sedikit dahulu sesuai dengan kapasitas yang dapat  ditangani  bengkel saat ini.

Hal ini akan memperkecil resiko dan dapat digunakan sebagai sarana uji coba untuk mempelajari struktur operasi yang ideal.



Berikan layanan One Stop Shop

Kunci untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan fleet service adalah mempunyai kemampuan untuk memperbaiki semua jenis mobil yang dimiliki oleh pelanggan, mulai dari mobil penumpang sampai mobil truk sedang.

Mungkin hal tersebut sulit dilakukan mengingat kondisi setiap bengkel yang berbeda dan terbatas, Anda dapat memulai menargetkan  perusahaan dengan  armada yang mungkin dapat dikerjakan oleh bengkel Anda, contoh beberapa perusahaan mungkin hanya memiliki armada pick up atau mobil box kecil.

Memberikan layanan One stop Shop pada pelanggan fleet service sangat penting untuk menjalin hubungan bisnis dalam jangka panjang.


Rekrut teknisi yang kompeten

Hal ini memang mudah diucapkan namun sulit dilakukan.
Namun agar dapat melakukan perbaikan pada berbagai jenis kendaraan dibutuhkan teknisi dengan skill yang tinggi.

Carilah teknisi dengan atitude yang baik. Ia harus orang yang mempunyai semangat untuk mengerjakan sesuatu hal yang baru dan berani mencoba hal baru serta selalu ingin belajar sesuatu yang baru pula, karena ia akan selalu menghadapi hal-hal yang berbeda dan baru nantinya.

Satu hal yang harus dijaga adalah kualitas pekerjaan atau perbaikan kendaraan pelanggan fleet service. Karena jika sampai pelanggan kecewa maka dengan mudah  mereka akan memutuskan hubungan bisnis yang tentu saja akan sangat merugikan bengkel karena langsung kehilangan unit entry secara signifikan.


Kelola alur kerja dengan baik

Kunci agar sukses melakukannya adalah dengan melakukan penjadwalan yang rapih. Pelanggan bisanya hanya akan menelepon jika mengalami keruskan pada unit kendaraannya, namun sebaiknya bengkel menyarankan kepada pelanggan untuk melakukan perawatan secara berkala dan terjadwal untuk memastikan stall bengkel selalu ada saat mobil pelanggan datang ke bengkel.

Saat kendaraan berada di bengkel lakukanlah pemeriksaan secara teliti dan berikan masukan kepada pelanggan mengenai langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan dan waktu untuk melakukannya.


Usahakan tidak tergantung pada satu pelanggan

Menggantungkan layanan fleet service hanya kepada satu perusahaan saja walaupun jumlah mobilnya banyak sangat berisiko kepada kelangsungan bisnis bengkel.

Mungkin Anda mempunyai hubungan  baik dengan orang yang menjadi koneksi anda di perusahaan tersebut. Tapi bisa saja terjadi sesuatu yang tak terduga dimana pelanggan memutuskan hubungan bisnis. Sebagai contoh mungkin saja koneksi anda tersebut mempunyai saudara yang dapat melakukan layanan seperti Anda dan mengalihkan perawatan kendaraan kepadanya.

Angka yang aman untuk kelangsungan bisnis anda pastikan satu pelanggan fleet service anda tidak mencapai 20 % daei unit entry bengkel.


Tentukan Batas Maksimal Pembayaran

Mayoritas pelanggan perusahaan akan melakukan pembayaran tempo, jarang sekali yang melakukan pembayaran secara tunai. Sehingga tidak dapat dihindari adanya pembayaran yang tertunda dalam jangka waktu tertentu.

Namun bengkel harus ketat untuk menentukan berapa lama tempo pembayaran dan seberapa besar nilainya.

Bengkel harus mempunyai perhitungan seberapa besar hutang yang dapat diberikan kepada pelanggan tanpa menggangu arus kas bengkel.

Semakin besar perusahaan yang menjadi pelanggan bengkel, batasan hutangnya biasanya juga lebih tinggi. Itulah pentingnya pemasukan bengkel dari perbaikan umum dalam kondisi yang sehat agar dapat menopang operasional bengkel akibat adanya pembayaran tertunda dari pelanggan fleet service.

Tentukan juga tempo pembayaran yang disetujui bersama dengan pelanggan fleet service, bisa dua minggu, sebulan, atau dua bulan tergantung kemampuan finansial bengkel.




Tawarkan pembayaran menggunakan kartu kredit

Jika memang memungkinkan, tawarkan pelanggan fleet service untuk melakukan pembayaran melalui kartu kredit, meskipun mungkin sebagian besar mereka tidak mau melakukan pembayaran dengan metode tersebut.

Namun jika ada yang bersedia tentu saja ini akan meringankan beban keuangan bengkel.


Rekrut Tenaga Pembukuan Yang Berpengalaman

Melakukan tugas pembukuan keuangan pelanggan fleet service agak sedikit rumit buat yang tidak mempunyai dasar pembukuan yang bagus kerena banyak hal yang harus diperiksa dengan teliti,  misalnya melakukan pembukuan dan pelacakan tagihan-tagihannyang belum terbayar.

Satu hal yang penting, pisahkan invoice dan pembayaran antara pelanggan fleet service dan pelanggan bengkel umum dan sebaiknya ada satu orang khusus dengan pengetahuan akuntansi yang bagus untuk  mengurusi pembukuan pelanggan fleet service.



Jangan Takut Untuk Memutuskan Pelanggan

Jika bengkel sudah menetapkan batas maksimum yang dapat dihutang oleh pelanggan fleet service dan maksimum waktu pembayarannya, maka tetaplah konsisten dengan ketentuan tersebut. 

Jika pelanggan fleet service tersebut kerap melanggar batas tersebut maka jangan ragu untuk memutuskan hubungan bisnis.

Mempunyai pelanggan yang memberikan penghasilan 300 juta sebulan memang sangat menyenangkan, namun jika nilai tersebut dihutang selama berbulan-bulan  tentu saja akan menghambat operasional bengkel secara keseluruhan.



Lakukan pendekatan secara personal

Pelanggan dan persaingan pada layanan fleet service sangat berbeda dengan pelanggan umum. Bengkel melakukan hubungan bisnis dengan perusahaan bukan dengan individu.


Pelajarilah perusahaan potensial yang dapat menjadi pelanggan bengkel dan cari tahu siapa orang yang paling berpengaruh pada urusan kendaraan di perusahaan tersebut dan lakukanlah pendekatan perosnal dengan orang tersebut.

Anda dapat menghubunginya lewat telepon dan usahakan untuk melakukan kunjungan ketempatnya.





.