Memberikan Insentif Kepada Mekanik. Efektifkah...??

7:10 PM 0
Menjaga motivasi dan produktivitas mekanik pada sebuah usaha bengkel mobil meruapakan satu tantangan tersendiri.

Seorang pemilik usaha bengkel mobil harus dapat mengelola bagaimana mekanik-mekanik dapat bekerja secara produktif dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Tentu sebagai pemilik bengkel tidak menginginkan tingkat keluar masuk mekanik dibengkelnya tinggi karena hal itu dapat membuat image bengkel di mata pelanggan menjadi buruk.

Salah satu startegi yang dilakukan pemilik usaha bengkel untuk memotivasi mekaniknya adalah dengan memberikan insentif disamping gaji tetap bulanan.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menerapkan skema insentif pada usaha bengkel, disinilah diperlunya kejelian pengusaha bengkel memperhitungkan skema insentif yang diberlakukan agar mekanik tetap termotivasi dan bengkel tetap dapat untung.


Seorang pemilik usaha bengkel mobil menceritakan tentang skema insentif yang diterapkan pada bengkelnya.

Apakah  pembagian keuntungan melalui skema insentif dapat efektif diterapkan pada semua usaha bengkel mobil ..?

Bagaimana menyusun rencana penerapannya..??




Hal pertama yang harus disadari adalah bahwa setiap usaha bengkel mobil mempunyai karakteristik yang berbeda satu sama lain.

Sesuatu yang mungkin berhasil diterapkan pada suatu bengkel belum tentu berhasil diterapkan pada bengkel yang lain. Banyak sekali faktor yang menyebabkan hal tersebut, salah satunya faktor orang-orang didalamnya.

Bengkel perbaikan mobil merupakan salah satu bisnis berbasis produktivitas. Pada semua bisnis yang berorientasi pada produktivitas, baik itu menjual jasa atau barang, pemberian upah secara tetap dan sama kepada setiap orang perbulannya dianggap tidak adil buat mereka yang produktif dan tidak menimbulkan motivasi karyawan untuk memberikan yang terbaik.


Mungkin ada seorang karyawan yang sangat berdedikasi pada tugas dan tanggung jawabnya. Karyawan seperti itu akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk kemajuan perusahaan dan berdedikasi melayani pelanggan sebaik-baiknya terlepas ia tidak mendapatkan nilai lebih dari hal yang dilakukannya tersebut.


Namun sayangnya, orang dengan dedikasi seperti itu sudah sangat jarang sekali.


UANG, buat sebagian besar orang merupakan salah satu motivator yang dapat membuatnya bekerja dengan semangat.

Skema insentif ini akan sangat efektif jika diberikan pada karyawan dengan skil bagus pada posisi yang tepat dimana hal ini dapat memotivasi mereka untuk meningkatkan produktivitasnya.


Hal lain yang perlu dipahami adalah penerapan skema insentif ini juga bertujuan agar bengkel tetap mendapatkan profit.

Bengkel mobil harus mempunyai profit yang cukup agar dapat menerapkan skema insentif.

Karena skema insentif sejatinya adalah profit sharing atau pembagian keuntungan.

Bagaimana mungkin bengkel dapat memberikan pembagian keuntungan jika tidak mempunyai profit...?

Oleh karena itu seorang pemilik usaha bengkel mobil harus kreatif untuk menciptakan profit dibengkelnya.

Pemilik usaha bengkel juga harus mengetahui secara detail tentang arus kas bengkelnya dan dapat mengukur secara akurat kontribusi setiap karyawan dibengkelnya agar dapat menerapkan skema insentif yang fair.

Apabila pengusaha bengkel sudah memiliki data secara akurat mengenai pemasukan, pengeluaran dan keuntungan bersih yang didapatkan,  maka pengusaha bengkel mobil mulai melakukan perhitungan skema insentif yang ingin diterapkan dibengkelnya dengan menentukan terlebih dahlu berapa profit yang diinginkannya.

Sebagai contoh, mungkin sesuai dengan hasil perhitungan, bengkel akan mencapai profit yang diinginkan jika mampu menjual total jasa jam kerja sebanyak 500 per bulan.
Jadi jika bengkel mampu menjual 550 jam kerja dalam sebulan maka bengkel sudah mempunyai keuntungan lebih yang dapat dibagikan kepada karyawan dalam bentuk insentif.



Dari Mekanik Menjadi Pemilik Bengkel...?

12:38 AM 0
Mendengar kisah sukses orang-orang besar diberbagai bidang tentu saja merupakan satu hal yang dapat menginspirasi orang. Sudah banyak kita dengar cerita orang-orang sukses disuatu bidang atau industri yang meniti karier dan usahanya dari bawah, tak terkecuali pengusaha bengkel.

Banyak para pengusaha bengkel yang dulu berasal dari mekanik. Berbekal pengalaman bekerja sekian lama di bengkel dan dengan menyisihkan sedikit penghasilannya  menabung sedikit demi sedikit untuk akhirnya memutuskan  mencoba mendirikan bengkel sendiri.



Dari Mekanik Menjadi Pemilik Bengkel...?
Dari Mekanik Menjadi Pemilik Bengkel...?

Namun walaupun sudah mendirikan bengkel cukup lama, sering kita lihat para pemilik bengkel yang dulunya berasal dari mekanik masih  saja tetap turun tangan melakukan kegiatan operasional sehari-hari di bengkel, atau tetap terlibat dalam proses perbaikan mobil di bengkel.

Apakah hal tersebut salah...??

Pada taraf tertentu hal tersebut tidaklah salah...

Memiliki skill teknik yang baik merupakan salah satu modal yang bermanfaat saat menekuni bisnis bengkel mobil.

Namun harus diingat, bisnis bengkel mobil seperti juga jenis bisnis lainnya memerlukan manajemen dan strategi yang baik agar dapat bersaing.

Bagaimana hal itu dapat dilakukan jika sang pemilik atau owner tersebut tersita waktunya melakukan pekerjaan di kolong mobil.


Padahal jatuh bangunnya usaha bengkel mobil tersebut menjadi tanggung jawab utama pemilik bengkel yang notabene dulunya adalah mekanik.

Jika pemilik bengkel menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah kap mesin mereka tidak mempunyai waktu yang cukup dan fokus untuk memikirkan pengembangan usahanya.

Mereka terjebak kepada kegiatan rutin setiap hari di bengkel..

Masalah ini mungkin penyebab mengapa usaha bengkel mobil yang didirikan mantan mekanik sulit berkembang dan biasanya tidak disadari.

Pemilik usaha bengkel mobil yang fokus pada tata kelola keuangan bengkel, mengetahui dengan pasti arus kas bengkel, mempunyai metode yang tepat untuk memantau produktifitas bengkel secara akurat, mampu memimpin dan mengarahkan anak buah dan fokus memikirkan pengembangan bengkel secara berkelanjutan biasanya mempunyai bengkel yang lebih berkembang jika dibandingkan dengan pemilik bengkel yang tetap sibuk berada di kolong mobil.

Itu adalah kenyataan dan memang bukan hal yang mudah untuk sampai ketitik itu.

Terjun langsung memperbaiki mobil di bengkel mungkin satu hal yang tak terhindarkan bagi sebagian pengusaha bengkel saat memulai usahanya, dimana Ia belum mampu membayar karyawan.


Namun seiring berkembangnya bengkel, pemilik usaha bengkel mobil harus mulai memikirkan bagaimana caranya untuk keluar dari situasi tersebut, dan menjadi pengusaha bengkel yang sesungguhnya.
Jika tidak usaha bengkel mobilnya  mungkin akan terlihat seperti jalan di tempat atau sekedar dapat bisa bertahan.

Dengan merubah paradigma sebagai pemilik usaha bengkel mobil, maka Ia akan memfokuskan pikiran dan tenaganya menciptakan strategi untuk kemajuan usahanya.

Pemilik usaha bengkel mobil akan memfokuskan pikiran dan tenaganya untuk hal-hal yang lebih besar,seperti:

  • Bagaimana unit entry semakin meningkat.
  • Bagaiman meningkatkan pemasukan bengkel seiring bertambahnya unit entry.
  • Bagaimana  proses pekerjaan perbaikan di bengkel dapat dilakukan lebih efektif dan memikirkan berbagai strategi lainnya untuk kemajuan bengkel.


Salah satu cara yang dapat dilakukan agar pemilik usaha bengkel dapat fokus mengembangkan usahanya adalah dengan mencari partner atau orang kepercayaan yang dapat berkolaborasi memajukan usaha, karena tidak semua hal bisa dan mampu dilakukan seorang diri.


Beberapa bengkel bengkel sukses yang dikelola pasangan suami isteri menceritakan bahwa pembagian tugas mengelola bengkel membuat usaha mereka lebih cepat maju.
Suami dengan pengalaman tekniknya ikut dalam perbaikan mobil sambil mengawasi kegiatan bengkel, sementara sang isteri menangani pembukuan keuangan, marketing dan tugas admisnitrasi lainnya.

Intinya,  agar usaha bengkel mobil yang digawangi oleh orang yang dulu berasal dari mekanik adalah dengan segera merubah paradigma dan melakukan transisi dari seorang mekanik menjadi seorang pengusaha.

Ia harus memfokuskan waktu, tenaga dan pikirannya dalam mengelola bengkel mobil secara benar dan memandang usahanya dalam cakupan yang lebih luas dan secara bertahap melakukan transisi dari sekedar menangani mobil pelanggan menjadi seorang pemilik usah bengkel mobil dengan berbagai ide dan strategi untuk kemajuan usahanya.




Mempromosikan Teknisi Menjadi Service Adviser..Apa Saja Yang Harus Diperhatikan..?

2:16 AM 0
Salah satu kebiasaan yang lazim di dunia perbengkelan adalah mengangkat seorang Teknisi Senior menjadi seorang Service Advisor.
Hal ini sering dilakukan dengan alasan bahwa seorang Teknisi Senior mempunyai pemahaman yang baik tentang mobil, dan diharapakan pengalamannya tersebut akan membuat Teknisi tersebut dapat  menjadi seorang Service Advisor yang kompeten.

Apakah sesederhana itu....??
Teknisi VS Service Adviser


Sebenarnya ada perbedaan karakter yang cukup mencolok antara profesi Teknisi dengan Service Adviser.

Mempunyai pemahaman yang baik tentang perbaikan mobil mungkin satu modal dasar bagi Teknisi saat diangkat menjadi Service Adviser.

Namun alangkah baiknya sebelum menawarkan posisi Service Adviser kepada seorang Teknisi Senior, pertimbangkan dahulu beberapa hal agar Teknisi tersebut dapat menjadi seorang Service Adviser yang sukses.


Hal pertama dan yang paling penting untuk diperhatikan:

Mengapa Teknisi tersebut menginginkan posisi sebagai Service Adviser...?

Atau...

Mengapa posisi tersebut ditawarkan kepada Teknisi tersebut...?


Kebanyakan Teknisi merasakan bahwa semakin bertambah usia maka akan semakin sulit atau berat untuk melakukan pekerjaan Teknisi. Seorang Teknisi harus mempunyai fisik dan kemampuan berpikir yang baik.


Kunci sukses saat mempromosikan seseorang pada jabatan tertentu adalah lakukan hal tersebut berdasarkan kepentingan dan kebutuhan organisasi.

Jangan pernah mengambil keputusan promosi tersebut berdasarkan kepentingan orang-perorang di dalam organisasi.

Hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah faktor minat dan kemauan Teknisi tersebut.
Jika Anda mengangkat seorang Teknisi Senior untuk menjadi Service Adviser padahal hal tersebut bukan minat dari Teknisi tersebut maka Anda telah membuka peluang Ia gagal mengemban tugas yang diberikan.

Salah satu kesalahan besar yang sering dilakukan pemilik bengkel adalah menganggap kemampuan teknik menjadi patokan untuk mempromosikan Teknisi menjadi Service Adviser. Mereka sering mengabaikan minat dan bakat alamiah yang dipunyai seseorang untuk mengisi posisi tersebut.

Mempunyai pengetahuan teknik yang baik tentu saja sangat menguntungkan buat seorang Teknisi saat dipromosikan menjadi Service Adviser, namun hal tersebut belumlah cukup untuk menjamin kesuksesannya pada posisi tersebut.

Harus disadari bahwa seorang Service Adviser yang baik harus menguasai soft skill yang baik pula. Jadi saat akan mempromosikan seorang Teknisi menjadi Service Adviser pertimbankanlah sifat-sifat berikut:


1.Mempunyai sikap melayani yang natural lebih berguna dibandingkan skil teknik bagi  seorang Service Adviser agar mampu menjual layanan yang disediakan bengkel sebanyak-banyaknya.

Memberikan senyuman ramah kepada pelanggan secara natural, mempunyai sikap yang positif, mampu berkomunikasi dengan baik, mampu menyelesaikan masalah dan dapat beradaptasi dengan segala rintangan merupakan sifat dan hal mendasar yang harus dimiliki seorang Service Adviser .

Seorang teknisi yang baik terbiasa fokus pada satu pekerjaan sampai selesai, namun seorang Service Adviser harus mampu menghadapi situasi dan masalah yang berbeda-beda pada satu waktu.

Agar dapat mengetahui kecenderungan atau sifat seseorang dalam melakukan pekerjaan gunakanlah  metode burke behavioral testing untuk mengelaborasi kecenderungan alamiah setiap karyawan.

2. Lakukan evaluasi apakah Teknisi yang akan dipromosikan menjadi Service Adviser dapat diterima dengan baik oleh karyawan lainnya.

Jika kandidat tersebut memiliki hubungan kerja yang baik dengan karyawan yang lain dan  dirasa karyawan yang lain akan mau menerima arahan dan perintah yang diberikan olehnya maka kandidat tersebut dapat diangkat menjadi Service Adviser.


3. Terakhir, Berikan gambaran yang jelas tentang deskripsi pekerjaan seorang Service Adviser kepada kandidat tersebut.
Mereka harus tahu untung ruginya menjadi seorang Service Adviser, namun jangan memberikan iming-iming yang berlebihan.


Jika Teknisi tersebut memenuhi segala kriteria yang disebutkan diatas, maka teknisi tersebut boleh diberi kesempatan untuk melakukan on the job training sebagai Service Adviser. Ia perlu memahami apasaja yang harus dikuasai dan harus dilakukan seorang Service Adviser secara nyat, bukan hanya berdasarkan persepsinya saja.

Berdasarkan penilaian menggunakan metode burke dapat diketahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki kandidat dan fokuslah untuk memperbaiki kelemahannya.

Selama proses magang, arahkan Teknisi tersebut untuk membatu front counter  dan mendampingi seorang Service Advisor senior.

Hal ini akan mempermudah melakukan penilaian bagaimana dia menjalankan fungsinya sebagai Service Adviser, bagaiman Ia mengajukan pertanyaan untuk memperoleh kejelasan dari pelanggan, bagaimana Ia bekerja sama dengan rekan-rekannya, mendukung rekan kerja yang lain, menjaga komitmen perusahaan, dan mengontrol emosi dll.

Dengan memberikan pengalaman nyata kepada Teknisi tersebut dapat dilihat bagaimana minatnya terhadapa posisi tersebut.

Apakah Ia akan merasa tertantang ...?

atau

Ia malah berkata posisi ini tidak cocok untuk Saya.Ini bukan passion Saya. Saya lebih baik jadi Teknisi saja.


Selanjutnya tinggal Anda yang memutuskan...!!!




Metode Pengganjian Mekanik Bengkel Mobil

1:24 AM 0

Menentukan Metode Pengganjian Mekanik Bengkel Mobil Yang Paling Cocok Dengan Bengkel Anda


Memilih dan menentukan sistem penggajian mekanik bengkel mobil yang paling cocok dengan jenis bengkel merupakan proses yang cukup rumit.

Setiap skema penggajian yang dipilih selalu pasti ada untung ruginya yang dapat memberikan dampak yang berbeda-beda pada setiap bengkel.

Skema penggajian tertentu mungkin cocok diterapkan pada jenis bengkel tertentu pada suatu lokasi, namun belum tentu berjalan dengan baik jika diterapkan pada lokasi atau daerah lain.



Metode Pengganjian Mekanik Bengkel Mobil
Metode Pengganjian Mekanik Bengkel Mobil



Selalu ada pro dan kontra dalam segala hal. Skema  sistem penggajian yang ingin diterapkan harus mempertimbangkan beberapa faktor sesuai kebutuhan, seperti jenis bengkel dan lokasi dimana bengkel berada.

Pilihlah skema penggajian yang dapat menyeimbangkan antara keuntungan yang diperoleh dan  bagaimana menjaga motivasi teknisi. Sistem yang diterapkan harus dapat memberikan keuntungan pada semua pihak.

Tidak ada satu skema sistem penggajian yang baku untuk setiap bengkel, para pemilik bengkel dapat melakukan kombinasi metode penggajian karyawannya untuk meningkatkan produktivitas bengkel.

Ada beberapa faktor yang dapat dijadikan sebagai dasar menentukan skema penggajian teknisi yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bengkel.



13 Tips Untuk Menentukan Skema Penggajian Teknisi 




Pahami Kondisi Keuangan Usaha Bengkel 

Pemilik bengkel harus memahami betul kemampuan keuangan yang ada untuk membayar gaji teknisi di bengkel. Pelajari secara detail laporan keuangan bengkel untuk mengetahui berapa pengeluaran dan pemasukan bengkel secara keseluruhan.



Membuat Perkirakan Kondisi Keuangan

Buat rencana dan visi yang jelas tentang arah usaha ditinjau dari sudut keuangan. Buatlah  target 12 bulan ke depan mengenai volume kerja yang dapat dilakukan di bengkel, total pemasukan dan keuntungan bersih yang didapatkan.

Buat perkiraan keuntungan kotor dari jasa dan sparepart apakah sesuai dengan skema penggajian yang ingin diterapkan dan masih menyisakan keuntungan untuk bengkel. Apapun skema penggajian yang ingin diterapkan,  bengkel harus mampu menghasilkan margin laba kotor 68-72 persen dari jasa teknisi.



Faktor Suasana Kerja Yang Ingin Dibentuk 

Dalam menentukan skema penggajian teknisi perlu dipertimbangkan faktor suasana kerja yang ingin dibentuk di dalam bengkel dan faktor rasa memiliki yang tinggi pada setiap karyawan.
Jika ingin menciptakan suasana bengkel dengan budaya  kerja sama dan kekeluargaan yang tinggi mungkin dapat mempertimbangkan memberikan  insentif secara tim atau bersama di dalam skema penggajian karyawan.

Salah satu strategi adalah dengan memberikan target jam kerja yang harus dicapai keseluruhan tim agar mendapatkan insentif atau bonus dan menetapkan besarnya insentif yang akan diterima setiap anggota tim jika mencapai target yang telah ditetapkan.



Mengetahui Dengan Pasti Jumlah Teknisi Yang Dibutuhkan Bengkel

Buatlah kalkulasi mengenai volume pekerjaan dan jumlah jam kerja yang dibutuhkan oleh bengkel agar dapat menghasilkan keuntungan setiap bulannya.

Bagilah jam kerja yang dibutuhkan dengan rata-rata efektivitas teknisi agar dapat mengetahui berapa banyak teknisi yang dibutuhkan untuk menghasilkann volume pekerjaan yang diharapkan.

Kemudian pelajari berapa banyak pekerjaan yang harus dihasilkan teknisi di bengkel untuk mencapai target bengkel.



Tetapkan Target Produktivitas Dan Efisiensi

Tentukan target jam kerja yang harus dihasilkan teknisi setiap bulannya dan efisiensi yang ingin dicapai. Bengkel harus menargetkan efisiensi 100 persen pada semua teknisi.

Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi teknisi adalah dengan menerapkan  skema penggajian yang berdasarkan pada produktivitas teknisi, seperti sistem Flat Rate.


Metode flate rate membantu bengkel mendapatkan margin keuntungan jasa secara lebih efektif, karena tidak akan mengeluarkan uang akibat kerja teknisi yang tidak efisien.

Jika teknisi menghabiskan waktu sekitar 5 jam untuk melakukan penggantian waterpump yang seharusnya dapat dilakukan dalam waktu 3.5 jam, maka teknisi tersebut hanya akan mendapatkan  pembayaran sebesar 3.5 jam.

Dengan skema ini teknisi akan berusaha untuk melakukan pekerjaan secepat mungkin karena dibayar berdasarkan efektifitas kerjanya. Semakin cepat teknisi menyelesaikan pekerjaannya maka akan berpeluang mendapatkan uang lebih banyak.



Memberikan Insentif Bila Mencapai Target 

Tujuan menerapkan skema penggajian  berdasarkan produktivitas teknisi adalah agar karyawan terlibat aktif mengikuti arahan untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal bagi bengkel.

Jika mampu melampaui target yang ditentukan, teknisi dapat diberi insntif yang bisa berupa uang, kenaikan upah atau bahkan hadiah-hadiah kecil lainnya yang dapat menambah motivasi.



Pahami Motivasi Setiap Karyawan Yang Berbeda-beda

Tidak semua teknisi dapat digerakkan oleh motivasi yang sama. Beberapa teknisi mungkin akan termotivasi karena alasan uang semata, namun ada juga teknisi yang termotivasi dengan adanya hari libur atau pemberian upah lembur ketika harus bekerja dihari liburnya atau ada juga yang termotivasi ketika diapresiasi dengan sesuatu yang personal.

Oleh karena itu sangat penting bagi pemilik bengkel untuk memahami karakter semua teknisi yang ada dibengkelnya.

Ajaklah setiap teknisi untuk berbicara secara personal satu persatu untuk memahami kemauan dan karakter mereka masing-masing.



Hati-Hati Ketika Menerapkan Sistem Penggajian Yang Tetap

Kurangnya produktivitas merupakan masalah terbesar dengan sistem penggajian yang tetap.
Teknisi akan dibayar dengan gaji yang tetap terlepas mereka bekerja atau tidak.

Sistem penggajian secara tetap kurang cocok diterapkan di bengkel yang tingkat disiplin dan motivasi teknisinya rendah.

Beberapa teknisi akan bekerja dengan performa sekedarnya saja yang akhirnya dapat memberikan efek negatif kepada yang lainnya, hal ini dapat terjadi karena mereka merasa tidak ada resiko secara finansial bila mereka tidak bekerja secara produktif.



Perlunya Memastikan Unit Entry Selalu Stabil 

Walaupun sistem penggajian yang berdasarkan produktivitas dapat memberikan motivasi  kepada teknisi, namun mereka tidak akan mau bekerja di bengkel yang jumlah unit entry-nya tidak stabil.

Teknisi pasti ingin mengetahui berapa banyak mobil yang masuk ke bengkel yang dapat mereka kerjakan untuk mendapatkan uang. Jika bengkel selalu sepi maka teknisi akan segera mencari tempat kerja yang lain



Memberi Ruang Untuk Berkembang

Skema penggajian teknisi harus dirancang dengan tujuan dapat membuat teknisi berkembang dan memotivasi mereka untuk meningkatkan karir mereka.

Jadi pahamilah apa yang ingin dicapai oleh karyawan menyangkut karir dan masa depannya.

Sebagai contoh, skema penggajian dengan bayaran perjam mungkin memberikan dampak yang bagus pada teknisi level bawah yang hanya mampu melakukan penggantian ban atau oli dan tidak mempunyai keinginan meningkatkan kompetensinya.

Namun untuk teknisi level menengah dan ahli, pemilik bengkel perlu mempertimbangkan metode penggajian yang memungkinkan mereka untuk meningkatkan penghasilannya.


Teknisi yang mempunyai motivasi tinggi pada umumnya selalu ingin menghasilkan uang yang lebih banyak lagi dan akan selalu mencari cara bagaimana untuk mencapai hal tersebut.

Jika di bengkel sudah tidak ada cara lagi yang memungkinkan bagi teknisi tersebut untuk meningkatkan penghasilannya, mereka  biasanya akan kehilangan motivasi kerja dan mulai berpikir untuk mencari tempat kerja yang lain.

Maka perlu dipertimbangkan untuk menaikkan ongkos kerja perjamnya teknisi tersebut atau menaikkan upah berdasarkan pencapaian training yang telah dicapai teknisi tersebut dan sesuai dengan kontribusinya pada perkembangan bengkel.



Mempertimbangkan Tanggung Jawab Teknisi

Jelaskan dengan terang benderang mengenai aturan kerja pada setiap teknisi. Teknisi yang juga diserahi tanggung jawab dan tugas di luar pekerjaan utama mereka memperbaiki mobil harus diberi kompensasi yang berbeda.

Sebagai conto , Mungkin ada teknisi senior yang juga diserahi tanggung jawab untuk mengawasi kwalitas hasil pekerjaaan bengkel secara keseluruhan  sehingga teknisi tersebut  tidak dapat fokus melakukan perbaikan mobil di bengkel, maka teknisi senior tersebut layak diberi bayaran lebih atas perannya tersebut.



Penerapan Skema Penggajian Yang Berbeda-beda Pada Setiap Teknisi 

Skema penggajian yang ditawarkan kepada setiap teknisi tidak harus sama dengan yang lainnya, apa yang ditawarkan kepada teknisi yang satu belum tentu perlu ditawarkan kepada teknisi yang lainnya.

Mungkin  paket benefit yang diterima karyawan dapat disamakan, namun gaji aktual yang diterima masing-masing teknisi tidak harus sama  atau dapat dihitung dengan metode yang berbeda.

Buat sistem penggajian berdasarkan besarnya kontribusi masing-masing teknisi kepada bengkel dengan mempertimbangkan faktor senioritas, masa kerja, skill dan pencapaian dalam hal training.



Jangan Dibuat Rumit

Skema penggajian harus dibuat sesederhana mungkin dan  terukur secara pasti sehingga dapat dikelola dengan baik oleh karyawan bagian pembukuan.
Jangan dibuat terlalu rumit agar setiap orang dapat memahaminya.



Skema Penggajian Kombinasi

Mungkin hanya ada satu sistem penggajian yang cocok dengan bengkel Anda, seperti: bayaran perjam, gaji pokok yang tetap, flat rate, komisi dll.

Namun bisa saja melakukan kombinasi dari sistem penggajian tersebut untuk menciptakan kepuasan karyawan, meningkatkan produktivitas dan menciptakan budaya kerja di bengkel sesuai dengan harapan.




Melakukan Kombinasi Skema Penggajian Teknisi

Bengkel dapat menkombinasikan beberapa skema penggajian teknisi untuk mencapai keuntungan bengkel dan menjaga motivasi teknisi dalam bekerja.

Penerapan skema penggajian flat rate saja kadang tidak berhasil jika unit entry bengkel kecil, karena dengan metode ini teknisi tidak mendapatkan bayaran jika sama sekali tidak ada mobil yang masuk ke bengkel.
Sedangkan dengan skema penggajian bulanan secara tetap tidak dapat membangkitkan motivasi teknisi agar bekerja secara efektif.

Mungkin jalan tengah yang dapat diambil adalah dengan mengkombinasikan kedua metode tersebut: Memberikan gaji bulanan dan insentif berdasarkan produktivitas.

Pemberian gaji bulanan untuk memastikan teknisi tetap mendapatkan penghasilan walaupun bengkel sedang sepi dan pemberian bonus untuk memacu produktivitas teknisi.

Selain itu juga dapat diberikan bonus untuk mengikuti training-training bagi teknisi yang produktif untuk meningkatkan skillnya dan idealnya memberikan tambahan insentif untuk setiap sertifikat yang didapatkan oleh teknisi.

Sistem ini mungkin sangat ideal, dimana teknisi terjamin untuk tetap mendapatkan gaji saat bengkel sedang sepi dan akan mendapatan bonus jika bekerja lebih produktif.

Sebelum menerapkan sistem penggajian diatas harus dipastikan terlebih dahulu bahwa unit entry atau volume pekerjaan yang masuk ke bengkel selalu stabil.

Sistem insentif yang diterapkan harus realistis dan dapat dicapai oleh teknisi dan skema ini hanya dapat diterapkan pada bengkel yang memang ramai.


Saat akan merekrut teknisi baru, banyak para teknisi yang ragu atau tidak mau menerima metode penggajian flate rate, karena mereka  mengetahui unit mobil yang masuk ke bengkel perharinya.

Teknisi biasanya tidak mau berjudi menerima metode penggajian flat rate dan menghasilkan sedikit uang dibandingkan pekerjaan mereka terdahulu.

Metode penggajian yang bisa ditawarkan untuk merekrut teknisi baru tersebut dapat berupa gaji mingguan plus flat rate. Penerapan metode tersebut memberikan beberapa keuntungan:

Pertama, lebih mudah merekrut teknisi karena adanya kepastian penghasilan dengan memberikan gaji pokok mingguan

Kedua, dengan adanya gaji pokok maka teknisi akan bersedia jika diberikan pekerjaan lain diluar tugas pokoknya memperbaiki mobil, sebagai contoh jika teknisi dibutuhkan melakukan tugas lain diluar bengkel seperti menjemput dan mengantarkan mobil pelanggan.

Teknisi yang murni dibayar dengan metode flat rate tentu saja akan menolak melakukan pekerjaan yang akan mengurangi produktivitas mereka.


Berdasarkan pengalaman berbagai sumber tidak disarankan memberikan gaji pokok yang terlalu tinggi. Jika teknisi merasa terlalu nyaman dengan gaji pokok yang diterima biasanya akan cenderung kurang produktif untuk mengejar tambahan insentif.
Hal ini perlu dilakukan untuk memperoleh keseimbangan antara rasa nyaman dengan gaji pokok dan motivasi untuk mendapatkan insentif.

Pemberian gaji pokok tanpa adanya insentif akan membuat teknisi bekerja seadanya atau tidak bekerja secara efisien dalam mengejar produktivitas, karena tidak ada alasan atau yang memotivasi teknisi untuk bekerja lebih cepat dan lebih cerdas.

Tidak perduli mereka bekerja atau tidak, mereka akan mendapatkan bayaran yang sama perminggu atau perbulan. Hal ini akan memicu rendahnya produktivitas. Skema penggajian yang menggabungkan pemberian gaji pokok dan insentif biasanya akan menghasilkan produktivitas yang lebih baik.


Tips Mengoperasikan Bengkel Mobil Secara Efektif

12:08 AM 1

Tips Berguna Untuk Mengoperasikan Bengkel Mobil Secara Efektif 

Pelanggan bengkel  mobil pada umumnya selalu berusaha mencari bengkel yang dapat dipercaya, sekali mereka mendapatkannya biasanya mereka enggan berpindah ke bengkel lain. Jadi para pengusaha bengkel harus memastikan dirinya atau bengkelnya memang pantas untuk dipercaya.


Tips Mengoperasikan Bengkel Mobil Secara Efektif
Bengkel mobil


Tips Meningkatkan Efektivitas Bengkel Untuk Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan



Menghindari Terjadinya Keluar Masuk Karyawan.

Memberikan hasil pekerjaan yang berkwalitas dan dapat diandalkan merupakan hal yang sangat penting bagi bengkel mobil. Hal ini akan sangat sulit dicapai jika tingkat keluar masuk karyawan, khususnya teknisi sangat tinggi.

Dengan tingkat keluar masuk karyawan yang terlalu sering maka tentu saja bengkel harus menyediakan waktu bagi teknisi baru untuk belajar agar dapat bekerja secara mandiri.

Hal ini dapat dihindari atau diperkecil dengan cara memberikan perlakuan yang baik pada karyawan, memberikan gaji yang layak dan beberapa fasilitas tambahan seperti asuransi kesehatan dll. Hal ini memang terdengar klise, namun di dunia profesional berlaku istilah "Ada rupa, ada harga.

Jadi jika ingin mendapatkan tenaga teknisi yang berkwalitas dan mau bertahan lama maka berilah penghasilan yang pantas.


Bagi pelanggan hal ini sangat besar dampaknya , mereka akan merasa nyaman jika menemui teknisi yang sama saat berkunjung ke bengkel,akan sangat sulit untuk memperoleh kepercayaan pelanggan jika mereka selalu melihat atau menemui teknisi yang berbeda setiap mereka datang ke bengkel.



Memberikan Garansi Pada Setiap Pekerjaan 

Untuk meyakinkan pelanggan bahwa kwalitas pekerjaan bengkel dapat dipertanggungjawabkan maka sudah selaykanya Anda memberikan garansi pada setiap pekerjaan yang dilakukan bengkel, ini juga sebagai bukti bahwa bengkel sendiri yakin dengan kwalitas pekerjaannhya sehingga berani memberikan garansi.

Pelanggan akan merasa bahwa bengkel tersebut bekerja secara profesional, dan yakin setiap perbaikan yang dilakukan pasti tuntas sehingga mereka tidak perlu kembali ke bengkel dengan problem yang sama.

Dengan kwalitas pekerjaan yang baik para pelanggan dengan sendirinya akan enggan berpindah ke bengkel yang lain.

Membuat Display Yang Menunjukkan Komitmen Pelayanan Bengkel

Tingkat kepercayaan pemilik mobil terhadap layanan bengkel mobil atau mekanik masih sangat rendah. Kebanyakan pemilik mobil akan selalu dalam kondisi curiga jika pertama kali masuk ke bengkel, oleh karena itu sangat perlu untuk menegaskan komitmen pelayanan bengkel dalam bentuk tampilan yang dapat dilihat oleh pelanggan.



Tips Mengoperasikan Bengkel Mobil Secara Efektif
Contoh Banner Komitmen Pelayanan



Buatlah pernyataan atau komitmen yang menjelaskan bahwa Anda mengutamakan kejujuran dan dapat dipercaya, nyatakan bahwa Anda memberikan layanan yang dapat dipercaya  dan tidak akan mencurangi pelanggan.

Bengkel hanya akan melakukan perbaikan yang dibutuhkan kendaraan dan tidak berusaha mencari-cari hal yang sebenarnya tidak diperlukan.

Buatlah pernyataan ini dalam berbagai media seperti banner, running text atau display monitor  dan dapat dilihat oleh pelanggan.


Memberikan Apresiasi Kepada Pelanggan Setia.


Buat pelanggan  yang sering datang ke bengkel merasa dihargai karena telah menjadi pelanggan yang loyal.
Apresiasi dapat ditunjukkan dengan beberapa cara,  seperti : memberikan kupon untuk diskon ongkos jasa dan harga sparepart, atau dengan memberikan  penggantian oli gratis untuk periode waktu tertentu.

Mungkin akan terasa rugi dalam segi pendapatan pada awalnya, namun untuk jangka panjang hal ini akan sangat berguna untuk mempertahankan pelanggan bengkel  yang akan memberikan keuntungan juga nantinya. Selain itu pelanggan yang loyal tentu saja akan memberikan referensi tentang bengkel Anda kepada keluarga dan rekan-rekannya.

Memanfaatkan aplikasi penjadwalan servis

Kendaraan bermotor yang selalu dalam keadaan sehat dan berfungsi merupakan keinginan semuapemilik kendaraan. Hal yang sangat tidakdiinginkan adalah ketika masuk ke bengkel tidak segera dapat ditangani karena bengkel sedang dalam keadaan penuh atau kendaraan harus menginap.

Dengan menggunakan aplikasi penjadwalan servis akan menguragi terjadinya penumpukan pelanggan pada satu waktu yang akan menghemat waktu dan memberikan pelayanan yang konsisten dan handal



Tips Sukses Layanan Bengkel Untuk Perusahaan

6:27 AM 0

Meningkatkan Keuntungan Bengkel Dengan Melayani Perbaikan Mobil Perusahaan


Salah satu pelayanan yang dapat diberikan bengkel untuk mendapatkan keuntungan tambahan adalah dengan melayani perbaikan unit atau armada yang dimiliki suatu perusahaan atau dikenal dengan istilah fleet service.

Banyak usaha bengkel yang berharap mempunyai pelanggan perusahaan yang mempunyai armada operasional yang banyak yang tentu saja akan meningkatkan keuntungan bengkel secara signifikan.

Tapi apakah semudah itu ...??

Layanan fleet service jika dimanage dengan baik dapat memberikan keuntungan yang cukup besar bagi bengkel karena unit entry yang relatif stabil.

Namun ada beberapa tantangan yang biasa dihadapi oleh para pengusaha bengkel yang memberikan layanan fleet service, antara lain : Pembayaran tagihan perbaikan secara tempo yang terkadang jika jumlahnya terlau besar dan dibayar tidak tepat waktu dapat mengganggu arus kas bengkel.




Diatas kertas keuntungan yang didapat mungkin saja besar, namun dengan adanya kredit tertunggak yang sulit ditagih maka akan sangat sulit untuk mengatur perputaran uang untuk operasional bengkel.

Memastikan seluruh tagihan dibayar tepat waktu merupakan tantangan terbesar bagi pengusaha bengkel yang memberikan layanan fleet service .

Ada langkah sederhana namun penting sekali yang harus diterapkan bengkel yang melayani fleet service secara efektif.
Langkah-langkah ini jika dilakukan dengan benar akan dapat meningkatkan keuntungan dan memastikan tidak ada tagihan perbaikan yang tertunggak.


Layanan fleet service hanya akan memberikan keuntungan jika dilakukan dengan benar.


Jangan Memberikan Layanan Fleet Service Jika...

Disarankan jangan memberikan layanan fleet service sebelum layanan bengkel umum  telah memberikan keuntungan yang stabil. Dengan kata lain jika tujuan awal pendirian bengkel adalah sebagai pusat layanan perbaikan bengkel umum, bukan bengkel layanan fleet service maka fokuslah disitu.

Fleet service merupakan segmen yang berbeda. Agar dapat berjalan dengan baik maka pisahkanlah layanan general repair yang anda berikan dengan layanan fleet service.
Layanan fleet service tidak akan memberikan keuntungan maksimal jika hanya dianggap sebagai pelengkap layanan bengkel umum saja.

Banyak bengkel yang gagal mengelola layanan fleet service karena tidak memahami perbedaan mendasar antara bengkel layanan fleet service dan layanan bengkel umum.

Intinya layanan fleet service tidak akan berhasil jika hanya dianggap sebagai sampingan saja. Jadikan layanan tersebut sebagai profit center yang terpisah dan dikelola dengan serius.

Jadi sebelum memutuskan untuk memberikan layanan fleet service, terlebih dahulu pastikan bahwa bengkel telah berjalan secara efektif dan memberikan keuntungan.

Prinsip ini berlaku bagi semua jenis usaha saat akan melakukan ekspansi, pastikan kondisi berada dalam waktu dan kondisi yang tepat sebelum melakukan diversifikasi layanan perusahaan  agar dapat berjalan dengan baik.


Memang layanan fleet service bukan pekerjaan yang mudah, namun jika dikelola  dengan cara yang tepat dapat memberikan keuntungan yang besar.

Berikut beberapa tips yang dirangkum dari pengalaman bengkel-bengkel yang sukses dalam memberikan layanan fleet service



Pertama, Awali secara bertahap

Saat melakukan ekspnasi usaha pada bidang yang baru mungkin sulit untuk dapat langsung memahami bagaimana mengoperasikan usaha tersebut secara efektif.

Jadi mulailah dengan jumlah yang sedikit dahulu sesuai dengan kapasitas yang dapat  ditangani  bengkel saat ini.

Hal ini akan memperkecil resiko dan dapat digunakan sebagai sarana uji coba untuk mempelajari struktur operasi yang ideal.



Berikan layanan One Stop Shop

Kunci untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan fleet service adalah mempunyai kemampuan untuk memperbaiki semua jenis mobil yang dimiliki oleh pelanggan, mulai dari mobil penumpang sampai mobil truk sedang.

Mungkin hal tersebut sulit dilakukan mengingat kondisi setiap bengkel yang berbeda dan terbatas, Anda dapat memulai menargetkan  perusahaan dengan  armada yang mungkin dapat dikerjakan oleh bengkel Anda, contoh beberapa perusahaan mungkin hanya memiliki armada pick up atau mobil box kecil.

Memberikan layanan One stop Shop pada pelanggan fleet service sangat penting untuk menjalin hubungan bisnis dalam jangka panjang.


Rekrut teknisi yang kompeten

Hal ini memang mudah diucapkan namun sulit dilakukan.
Namun agar dapat melakukan perbaikan pada berbagai jenis kendaraan dibutuhkan teknisi dengan skill yang tinggi.

Carilah teknisi dengan atitude yang baik. Ia harus orang yang mempunyai semangat untuk mengerjakan sesuatu hal yang baru dan berani mencoba hal baru serta selalu ingin belajar sesuatu yang baru pula, karena ia akan selalu menghadapi hal-hal yang berbeda dan baru nantinya.

Satu hal yang harus dijaga adalah kualitas pekerjaan atau perbaikan kendaraan pelanggan fleet service. Karena jika sampai pelanggan kecewa maka dengan mudah  mereka akan memutuskan hubungan bisnis yang tentu saja akan sangat merugikan bengkel karena langsung kehilangan unit entry secara signifikan.


Kelola alur kerja dengan baik

Kunci agar sukses melakukannya adalah dengan melakukan penjadwalan yang rapih. Pelanggan bisanya hanya akan menelepon jika mengalami keruskan pada unit kendaraannya, namun sebaiknya bengkel menyarankan kepada pelanggan untuk melakukan perawatan secara berkala dan terjadwal untuk memastikan stall bengkel selalu ada saat mobil pelanggan datang ke bengkel.

Saat kendaraan berada di bengkel lakukanlah pemeriksaan secara teliti dan berikan masukan kepada pelanggan mengenai langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan dan waktu untuk melakukannya.


Usahakan tidak tergantung pada satu pelanggan

Menggantungkan layanan fleet service hanya kepada satu perusahaan saja walaupun jumlah mobilnya banyak sangat berisiko kepada kelangsungan bisnis bengkel.

Mungkin Anda mempunyai hubungan  baik dengan orang yang menjadi koneksi anda di perusahaan tersebut. Tapi bisa saja terjadi sesuatu yang tak terduga dimana pelanggan memutuskan hubungan bisnis. Sebagai contoh mungkin saja koneksi anda tersebut mempunyai saudara yang dapat melakukan layanan seperti Anda dan mengalihkan perawatan kendaraan kepadanya.

Angka yang aman untuk kelangsungan bisnis anda pastikan satu pelanggan fleet service anda tidak mencapai 20 % daei unit entry bengkel.


Tentukan Batas Maksimal Pembayaran

Mayoritas pelanggan perusahaan akan melakukan pembayaran tempo, jarang sekali yang melakukan pembayaran secara tunai. Sehingga tidak dapat dihindari adanya pembayaran yang tertunda dalam jangka waktu tertentu.

Namun bengkel harus ketat untuk menentukan berapa lama tempo pembayaran dan seberapa besar nilainya.

Bengkel harus mempunyai perhitungan seberapa besar hutang yang dapat diberikan kepada pelanggan tanpa menggangu arus kas bengkel.

Semakin besar perusahaan yang menjadi pelanggan bengkel, batasan hutangnya biasanya juga lebih tinggi. Itulah pentingnya pemasukan bengkel dari perbaikan umum dalam kondisi yang sehat agar dapat menopang operasional bengkel akibat adanya pembayaran tertunda dari pelanggan fleet service.

Tentukan juga tempo pembayaran yang disetujui bersama dengan pelanggan fleet service, bisa dua minggu, sebulan, atau dua bulan tergantung kemampuan finansial bengkel.




Tawarkan pembayaran menggunakan kartu kredit

Jika memang memungkinkan, tawarkan pelanggan fleet service untuk melakukan pembayaran melalui kartu kredit, meskipun mungkin sebagian besar mereka tidak mau melakukan pembayaran dengan metode tersebut.

Namun jika ada yang bersedia tentu saja ini akan meringankan beban keuangan bengkel.


Rekrut Tenaga Pembukuan Yang Berpengalaman

Melakukan tugas pembukuan keuangan pelanggan fleet service agak sedikit rumit buat yang tidak mempunyai dasar pembukuan yang bagus kerena banyak hal yang harus diperiksa dengan teliti,  misalnya melakukan pembukuan dan pelacakan tagihan-tagihannyang belum terbayar.

Satu hal yang penting, pisahkan invoice dan pembayaran antara pelanggan fleet service dan pelanggan bengkel umum dan sebaiknya ada satu orang khusus dengan pengetahuan akuntansi yang bagus untuk  mengurusi pembukuan pelanggan fleet service.



Jangan Takut Untuk Memutuskan Pelanggan

Jika bengkel sudah menetapkan batas maksimum yang dapat dihutang oleh pelanggan fleet service dan maksimum waktu pembayarannya, maka tetaplah konsisten dengan ketentuan tersebut. 

Jika pelanggan fleet service tersebut kerap melanggar batas tersebut maka jangan ragu untuk memutuskan hubungan bisnis.

Mempunyai pelanggan yang memberikan penghasilan 300 juta sebulan memang sangat menyenangkan, namun jika nilai tersebut dihutang selama berbulan-bulan  tentu saja akan menghambat operasional bengkel secara keseluruhan.



Lakukan pendekatan secara personal

Pelanggan dan persaingan pada layanan fleet service sangat berbeda dengan pelanggan umum. Bengkel melakukan hubungan bisnis dengan perusahaan bukan dengan individu.


Pelajarilah perusahaan potensial yang dapat menjadi pelanggan bengkel dan cari tahu siapa orang yang paling berpengaruh pada urusan kendaraan di perusahaan tersebut dan lakukanlah pendekatan perosnal dengan orang tersebut.

Anda dapat menghubunginya lewat telepon dan usahakan untuk melakukan kunjungan ketempatnya.





.

Perawatan Berkala Atau Perbaikan...???

10:00 AM 0
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh JD.Power mengungkapkan fakta bahwa daya tahan kendaraan saat ini sudah semakin baik.
Penelitian rutin yang dilakukan setiap tahun tersebut mensurvei sekitar 31.000 pemilik mobil dengan usia maksimum 3 tahun.

Dalam menentukan tingkat daya tahan secara keseluruhan, Peneliti mendata kerusakan yang dialami per 100 kendaraan (PP100) selama periode 1 tahun. Semakin rendah nilainya berarti daya tahan kendaraan semakin baik.

Pada akhir penelitian terungkap bahwa daya tahan kendaraan semakin meningkat dari tahun ke tahun. seiring pesatnya kemajuan teknologi otomotif.


Perawatan Berkala Atau Perbaikan...???
Perawatan Berkala Atau Perbaikan...???


Berita ini merupakan sesuatu yang sangat baik untuk konsumen dan produsen mobil, namun tidak begitu halnya dengan industri bengkel.

Industri bengkel menangkap sinyal  peningkatan daya tahan kendaraan merupakan peringatan untuk merubah tata kelola bengkel pada beberapa tahun  kedepan.

Walaupun tingkat kerusakan mobil semakin rendah, namun pemilik bengkel masih mengharapkan unit yang masuk ke bengkel semakin banyak.
Untuk mencapai unit entry yang tinggi maka dibutuihkan usaha dan alasan yang jelas  agar pelanggan datang ke bengkel.

Bengkel harus kreatif dalam berinovasi dan memanfaatkan segala kemajuan teknologi agar mampu mendatangkan pelanggan sebanyak mungkin ke bengkel, namun yang paling penting bengkel harus merubah fokus pelayanannya ke perawatan berkala.


Setiap kendaraan atau mesin baik yang dibuat pada masa lalu, saat ini atau pada masa yang akan datang pasti memerlukan perawatan berkala, hal tersebut akan terus ada walaupun kerusakan mobil semakin jarang.

Mendatangkan pelanggan untuk melakukan perawatan berkala secara teratur ke bengkel mungkin suatu tantangan, namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan :



Promosi. 

Lakukan promosi pemeriksaan gratis, apakah promosinya pada item-item tertentu saja seperti pemeriksaan rem, kopling dll atau pemeriksaan secara keseluruhan kendaraan, hal ini merupakan cara yang baik menarik pelanggan datang ke bengkel.

Ada dua hal yang didapat dari langkah promosi ini

Pertama
Anda dapat memberikan kesan yang baik kepada pelanggan dengan memberikan pemeriksaan gratis

Kedua
Anda mungkin berkesempatan menemukan kerusakan seperti kanvas rem yang sudah tipis dll.

Anda mungkin tidak akan mendapatkan uang secara langsung dari pemeriksaan tersebut, namun dengan datangnya pelanggan ke bengkel terbuka peluang untuk menciptakan hubungan dan membangun kepercayaan pelanggan yang dapat berujung kepada terciptanya transaksi.

Melakukan promosi sekitar perawatan berkala juga sangat penting, Pelanggan akan datang dengan sendirinya ke bengkel saat mobiknya mengalami kerusakan, namun tidak akan pernah berpikir melakukan perawatan berkala saat mobilnya dalam kondisi baik-baik saja.


Berikan layanan yang bervariasi.

Jika selama ini bengkel Anda hanya melayani jasa perbaikan saja, mungkin sudah saatnya untuk berpikir menambah layanan yang lain seperti pemasangan aksesoris dll.

Mobil keluaran terbaru saat ini dengan daya tahan yang baik dan jarang rusak menerapkan teknologi canggih di dalamnya. Untuk memperbaiki mobil seperti ini dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang tinggi, sehingga tidak semua orang berani dan mampu memasang aksesoris tambahan pada mobil tersebut. Peluang inilah yang harus ditangkap oleh para pemilik bengkel jika ingin meningkatkan jumlah pelanggannya.

Dengan melakukan layanan pemasangan dan perbaikan aksesoris mobil seperti sistem audio, GPS akan dapat meningkatkan keuntungan bengkel.


Bersikap proaktif

Secanggih apapun mobil, pasti ada komponen-komponen yang akan tetap aus dan rusak seperti kanvas rem, kopling atau ban.

Bersikaplah proaktif saat mobil sudah masuk ke bengkel, eriksa komponen-komponen yang mungkin sudah tipis atau aus dan beritahu kepada pelanggan tentang pentingnya melakuakn perawatan berkala secara teratur.


Sama halnya saat kita pergi berobat ke dokter, jika kita ke doktre untuk mengeluhkan bahu yang terkilir sehabis berolahraga, dokter akan tetap melakukan pemeriksaan detak jantung, tekanan darah dll. Karena itu adalah standard kerja seorang dokter.

Hal yang sama berlaku untuk bengkel. Anda harus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan seksama dan menginformasikannya  kepada pelanggan setiap hal yang ditemukan dan merubahnya menjadi transaksi bisnis.



Membangun Rasa Percaya Pelanggan Terhadap Bengkel

2:48 AM 0

Bisnis JASA = Bisnis KEPERCAYAAN


Bisnis jasa apapun bentuknya termasuk jasa bengkel erat kaitannya dengan KEPERCAYAAN. Jika bengkel ingin bertahan dan berkembang maka hal pertama yang harus dilakukan adalah bagaimana mendapatkan kepercayaan pelanggan.


Tingkat kepercayaan masyarakat  kepada layanan perbaikan bengkel, baik itu bengkel resmi maupun bengkel umum ternyata masih sangat rendah.

Anggapan sebagian besar masyarakat  bahwa bengkel selalu berusaha mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya dari ketidaktahuan mereka tentang mobil.

Mungkin banyak teman-teman pebengkel maupun mekanik ingin membantah pernyataan tersebut.

Tapi tunggu dulu.

Ini bukan tentang mekanik atau bengkel...!!

Ini tentang pelanggan yang kita layani. !!!

Jika ingin usaha bengkel Anda berkembang raihlah kepercayaan pelanggan.


membangun Rasa Percaya Pelanggan Terhadap Bengkel
Bisnis akan lebih mudah jika saling percaya


Alasan utama rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat pada jasa perbaikan bengkel adalah terbentuknya opini  bahwa jasa bengkel atau mekanik selalu berusaha menawarkan jasa perbaikan yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

Sementara mari kita abaikan dulu fakta bahwa memang banyak pelanggan tidak mengetahui apa yang dibutuhkan terhadap mobilnya dan kenapa sampai muncul opini  tersebut kepada jasa bengkel mobil.

Anda hanya akan dapat berhubungan baik dengan pelanggan jika memahami apa yang ada di benak mereka.

Ya.

Empati, itu yang harus anda miliki..


Contoh kasus :


Pelanggan datang ke bengkel untuk melakukan perawatan berkala sesuai dengan kilometer tempuhnya yang sudah tercapai.

Pekerjaan tersebut kira-kira akan menghabiskan biaya sekitar 1 juta rupiah, tergantung pada ongkos jasa, potongan harga dan jenis oli yang digunakan.

Saat sedang proses pengerjaan, mekanik menemukan sebuah kerusakan yang lebih besar dan kemungkinan akan menelan biaya yang cukup besar, katakanlah mungkin akan mencapai 1 atau 2 juta lagi tambahan biaya selain biaya perawatan berkala yang sudah diperkirakan sebelumnya.

Katakanlah, pelanggan sudah mempersiapkan dana lebih dari perkiraannya. Mereka mungkin juga telah menabung sebelumnya sampai dananya cukup baru melakukan perawatan berkala mobilnya.
Saat Anda menyampaikan kabar buruk itu kepada mereka, bisakah Anda bayangkan apa yang kira-kira berkecamuk di dalam pikiran mereka :


“Apakah uang saya cukup ?”


“Hmmm..Besar juga ya uang yang saya harus keluarkan ?”


“Uang ini seharusnya bisa saya gunakan untuk keperluan lain.”


“Tapi tunggu dulu. Bagaimana saya tahu kalau perbaikan ini memang harus dilakukan ?.”

Saat saran perbaikan yang Anda sampaikan membuat pelanggan berada situasi yang sulit, maka pelanggan akan mulai berpikir dan mengambil kesimpulan bahwa bengkel memang hanya berusaha  mengambil keuntungan sebesar mungkin dibandingkan berusaha menolong mereka.


Mari kita diskusikan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menangani situasi seperti ini.


Pertama. 

Pastikanlah bahwa pelanggan benar-benar memahami saran perbaikan yang diberikan berorientasi kepada kepentingan kesehatan dan keselamatan mobil pelanggan. Bukan karena bengkel ingin mendapatkan keuntungan lebih dari sekedar ganti oli.



Bagaimana cara melakukannya...??


Berikan penjelasan yang terang benderang mengenai tujuan sebenarnya dilakukannya pemeriksaan menyeluruh saat perawatan berkala, khususnya item-item pemeriksaan yang berhubungan dengan safety.


Saat pelanggan datang dan meminta bengkel melakukan penggantian oli mobilnya, para mekanik tentu saja tidak hanya sekedar mengganti oli mobil tersebut dan menyuruh pelanggan pulang.
Hal tersebut tentu saja akan dapat menimbulkan masalah dikemudian hari.

Perawatan mobil adalah hal yang cukup rumit dan bukan hanya sekedar mengganti oli saja. Para mekanik juga diharapkan melakukan pemeriksaan kendaraan dari kemungkinan adanya kerusakan yang bisa membuat kendaraan menngalami kecelakaan atau mogok.


Tegaskan kepada pelanggan :
Pemeriksaan yang dilakukan bukan untuk mencari sesuatu yang dapat dijual namun untuk memeriksa kerusakan yang dapat menimbulkan potensi bahaya.


Manusia adalah mahluk visual, yang akan mudah tertarik dan mengingat apa yang mereka lihat. Oleh karena itu perbanyaklah media imformasi seperti banner dan poster  yang dapat dilihat dengan jelas oleh pelanggan dan berisi tentang item-item pemeriksaan tambahan yang juga dilakukan saat service berkala atau saat sekedar ganti oli saja.

Sebagai tambahan bisa juga dibuatkan brosur sebesar kartu pos yang menerangkan tentang layanan yang diberikan bengkel. Berikan brosur tersebut kepada setiap pelanggan yang datang ke bengkel.

Brosur tersebut harus bisa menjelaskan dengan singkat tentang tujuan pemeriksaan, apa untungnya pemeriksaan tersebur untuk pelanggan dan keterangan singkat kapan dan mengapa perawatan dan perbaikan itu harus dilakukan sebelum mempengaruhi faktor keselamatan .


Kedua.

Kita harus sadar bahwa tidak semua orang membawa atau menyimpan uang tunai dalam jumlah besar. Jika bengkel menerima pembayaran menggunakan kartu kredit akan sangat membantu pelanggan yang mungkin kekurangan dana.(Semakin baik jika pelanggan diberikan banyak solusi dan pilihan ).

Selain itu jika memang memungkinkan pelanggan bisa menunda pembayarannya adalah sesuatu yang baik. Tapi ingat jangan sembarangan memberikan hutang kepada pelanggan apalagi sampai menggangu cashflow usaha Anda.

Anda bisa mempertimbangkan hutang kepada pelanggan yang Anda benar-benar yakin saja, jangan sembarangan memberikan hutang...!!!

Jujurlah mengenai seberapa urgensinya perbaikan tersebut. Lakukan perbaikan tersebut dan bantu pelanggan untuk menentukan pekerjaan mana yang masih bisa ditunda untuk waktu yang mendatang.


Ketiga.

Ingatkanlah kepada diri Anda dan semua karyawan bengkel pentingnya KOMUNIKASI. Pelanggan berpikir bahwa perbaikan yang disarankan bukan merupakan sesuatu yang penting karena pelanggan tidak memahami apa dampak perbaikan tersebut pada mobilnya.


Siapa yang salah..?


Jawabannya adalah tentu saja pihak bengkel yang tidak mampu menjelaskan pentingnya pekerjaan perbaikan tersebut harus dilakukan.

Gunakan brosur dan poster atau ajaklah pelanggan untuk melihat langsung kondisi mobilnya, tunjukkan dan jelaskan kepada pelanggan secara lengkap dan jelas tentang langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Komunikasikan dengan bahasa sederhana yang dimengerti oleh pelanggan mengenai masalah yang dialami mobilnya. Jangan menggunakan istilah teknik yang rumit dan justru membuat pelanggan semakin bingung.

Anda dapat berkomunikasi dengan baik jika menguasai materi yang dibicarakan, itulah pentingnya memberikan karyawan training otomotif  secara berkala agar mempunyai kemampuan untuk menjelaskan kepada pelanggan secara logis.

Jelaskan apa adanya dan perlihatkan sikap bahwa Anda senang menjawab semua pertanyaan yang diajukan pelanggan sampai mereka benar-benar yakin bahwa pekerjaan tersebut memang harus dilakukan.


Anda bisa menerapkan ketiga saran tersebut sebagai usaha berkompetisi dengan bengkel yang lain dalam hal merebut kepercayaan pelanggan terhadap bengkel Anda.



KESIMPULAN :

  • Usaha bengkel akan berkembang jika dapat meraih kepercayaan pelanggan

  • Pelanggan akan mau berbisnis dengan Anda jika mereka mempercayai Anda

  • Pelanggan akan lebih mudah percaya jika diberikan penjelasan secara lengkap

  • Anda akan bisa memberikan penjelasan dengan baik jika menguasai teknik komunikasi dan menguasai materi yang dibicarakan




Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang

5:45 AM 1

Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang


Semalam saya berkesempatan untuk menghadiri rapat para pengurus Akademi Otomotif Indonesia AOI atau lebih tepat dikatakan pertemuan penegasan komitmen para pendiri AOI.
Suasana pertemuan berlangsung santai dan hangat apalagi ditemani secangkir bandrek hangat dan ditutup oleh hidangan nasi uduk yang mengunggah selera. Mantap...!!!!


Akademi Otomotif Indonesia : SEKALI LAYAR TERKEMBANG SURUT KITA BERPANTANG...!!!


Pertemuan semalam memang berlangsung santai dan ringan  namun jujur saja yang dibahas bukanlah sesuatu yang ringan dan hampa. Saya menyaksikan bagaimana para rekan-rekan AOI praktisi otomotif dengan berbagai latar belakang kemampuan dan pengalaman mempunyai visi, misi dan harapan yang sama yaitu bagaimana membuat mekanik otomotif lebih berdaya dalam persaingan dunia usaha yang semakin keras.

Akademi Otomotif Indonesia
Pertemuan AOI Sabtu, 23 February 2018 Cilangkap


Ya, AOI atau Akademi Otomotif Indonesia sebagai suatu organisasi memang mempunyai visi dan misi yang sangat mulia yang intinya ingin mengangkat harkat dan martabat mekanik otomotif sebagai sebuah profesi yang dapat dibanggakan dan memberikan sumbangsih kepada kemajuan dunia otomotif Indonesia.

Sebagai sebuah organisasi AOI mungkin baru seumur jagung, namun animo dan harapan masyarakat khususnya para praktisi otomotif untuk bergabung dengan AOI cukup tinggi, hal inilah yang ditangkap oleh para pendiri AOI dan menjadi kegelisahan bersama bagaimana AOI sebagai sebuah organisasi baru dengan segala keterbatasan sumber daya dapat menjawab tantangan tersebut dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya..

Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, banyak ide-ide yang mengalir serta kritik-kritik yang membangun. Para pendiri sepakat untuk memantapkan kembali master plan organisai dalam rangka  mencapai visi dan misi yang dicita-citakan bersama dan terus menggelorakan semangat para pengurus dan anggota agar jangan sampai organisasi ini layu sebelum berkembang.


Kedepan segera akan dirancang program-program kerja apa saja yang akan dilakukan oleh AOI serta pembentukan pengurus yang akan menjadi motor penggerak agar program-program tersebut dapat berjalan dengan baik.

AOI berharap organisasi ini bisa menjadi salah satu wadah berkumpulnya para praktisi otomotif yang akan saling tolong-menolong dalam menjalankan profesinya.

AOI juga berharap para anggotanya mempunyai cita-cita dan mimpi besar bagaimana bertransformasi dari sekedar mekanik menjadi para pengusaha dibidang otomotif salah satu caranya dengan berhimpun dalam organisasi  dan membentuk jaringan kerja yang solid.

Apakah hal tersebut mudah untuk dilakukan ....??

Tentu saja tidak...!!!


Akan tetapi melihat semangat rekan-rekan para pendiri AOI yang berkeinginan menjadikan organisasi ini sebagai wadah yang bersifat terbuka dan trasparan untuk mencapai kemajuan bersama, bukan sekedar mencari keuntungan pribadi lepas pribadi maka saya yakin tantangan seberat apapun dalam mencapai tujuan mulia akan dimudahkan oleh TUHAN YME.


Diharapkan sumbangsih dan dukungan seluruh anggota  AOI dalam melaksanakan program-program yang sedang dan akan disusun oleh pengurus agar rencana besar dapat terwujud dengan segera.


Sekali lagi,


BERSATU membuat kita KUAT.


SEKALI LAYAR TERKEMBANG SURUT KITA BERPANTANG...!!!


Salam Otomotif








Bagaimana Agar Bengkel Dapat Bersaing Tanpa Banting Harga

2:50 PM 0
Persaingan usaha bengkel mobil khususnya di kota besar saat ini sudah sangat ketat, para pelanggan mempunyai pilihan yang lebih banyak untuk memperbaiki mobilnya baik di bengkel resmi, bengkel umum ataupun dengan menggunakan jasa mekanik freelace yang lebik fleksible.

Dengan banyaknya pilihan tersebut maka faktor harga juga akan menjadi salah satu dasar pelanggan menentukan pilihan dimana mereka akan memperbaiki mobilnya.

Bagaimana Agar Bengkel Dapat Bersaing
YES.......I Win Because I Can Different


Bagaimana agar kita dapat bersaing dengan kompetitor kita tanpa melakukan perang harga...?


Alasan pelanggan datang ke bengkel kita sangat sederhana dan jelas. Ada masalah pada mobil mereka dan ingin kita menyelesaikan masalah tersebut dengan baik dan cepat.

Pelanggan cenderung tidak peduli segala daya dan upaya yang kita lakukan dan tidak melihat nilai lebih dari pekerjaan kita lakukan dibandingkan dengan bengkel yang lain.

Pelanggan tidak melihat investasi perlengkapan bengkel yang kita lakukan, biaya training untuk pengembangan skil mekanik ataupun mengenai harga komponen dan gaji mekanik yang harus kita keluarkan.


Jadi, apa yang menjadi perhatian pelanggan....???

Biaya perbaikan....!!!

Ya, itu mungkin yang  lebih diperhatikan pelanggan. Apakah harga yang kita berikan lebih murah atau lebih mahal dari bengkel yang lain.



Jika sama atau lebih mahal dengan bengkel yang lain, pelanggan mungkin akan mulai berpikir kenapa lebih mahal...?  dan apa nilai lebih yang saya peroleh dengan membayar lebih mahal.?

Jika pelanggan tidak dapat merasakan nilai lebih dari pekerjaan kita maka mereka pastinya tidak rela untuk membayar lebih mahal.


Oleh karena itu sudah menjadi tugas kita untuk menunjukkan kepada pelanggan agar mereka dapat melihat dan merasakan manfaat lebih dari hasil kerja kita.


Pastikan pelanggan dapat melihat NILAI LEBIH berbisnis dengan kita.


Hal yang pertama adalah pastikan hasil kerja kita berkwalitas dan selesai dengan cepat, ini akan membuat pelanggan PUAS dan rela membayar tagihan yang kita berikan.

Selain itu....

Ada hal sederhana yang dapat Anda berikan dan mungkin akan berbeda dengan kompetitor

Pada umumya bengkel mobil memberikan garansi pekerjaan selama 12 bulan atau 10.000 Km. (tergantung jenis pekerjaan yang dilakukan).

Karena Anda yakin dengan kwalitas pekerjaan yang telah dilakukan, maka tidak ada salahnya jika Anda memberikan garansi pekerjaan yang lebih panjang katakanlah  18 bulan sampai 24 bulan atau 20.000 Km.

Pelanggan akan sangat senang mendapatkan hal ini dan tidak akan merasa keberatan sekalipun harga yang dikeluarkan sedikit lebih mahal, karena merasa Anda bekerja dengan sangat profesional sehingga berani memberi garansi yang lebih lama dibandingkan bengkel yang lain.

CATATAN :
  • Pastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan benar-benar berkwalitas sehingga mobil tidak akan mengalami kerusakan selama masa garansi, karena hal ini akan membuat kredibilitas Anda dipertaruhkan.
  • Jika benar-benar terjadi masalah pada masa garansi maka konsistenlah dengan apa yang sudah dijanjikan.

Selanjutnya ...........


Bangunlah hubungan yang baik dan tumbuhkan rasa percaya pelanggan kepada bengkel Anda.

Bagaimana caranya...??

Tunjukkanlah bahwa keberadaan Anda adalah untuk MENOLONG  pelangggan, Anda PEDULI terhadap masalah yang mereka hadapi dan dapat memberikan SOLUSI terbaik berhubungan dengan masalah yang pelanggan hadapi dengan mobilnya.


Anda harus lebih menunjukkan sikap konsultatif, jangan terlihat bahwa Anda hanya ingin menjual "sesuatu" kepada pelanggan. Sebagai seorang profesional Anda harus mampu memberikan penjelasan secara detail kepada pelanggan mengenai kondisi mobilnya dan apa saja langkah -langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal masalah tersebut.

Berikanlah pelanggan  pilihan-pilihan yang dapat diambil dan jelaskan secara detail untung ruginya pilihan tersebut, seperti :

Bisakah perbaikan ini ditunda, jika ditunda apa resikonya....? Jelaskan...!!!
Apakah sparepart harus diganti atau cukup diperbaiki saja...? Apa resikonya...? Jelaskan...!!!

Dan yang paling penting biarkan pelanggan yang mengambil keputusan berdasarkan opsi yang Anda berikan.

Dengan melakukan hal tersebut pelanggan akan merasa bahwa Anda tidak hanya mengincar uang mereka saja sehingga akan semakin menumbuhkan rasa percaya kepada bengkel.


Pada umumnya pelanggan tidak memahami apa yang Anda lakukan dengan mobilnya di bengkel, jadi buatlah mereka memahami bahwa apa yang Anda lakukan adalah untuk menolong mereka.

Tunjukkan kepedulian Anda kepada mobil pelanggan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti :

Bagaimana mobil digunakan sehari-hari...?

Untuk keperluan apa paling sering mobil digunakan..?

Bagaimana kondisi lalu lintas yang sering ditempuh...?

Seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan perawatan atau perbaikan yang Anda lakukan harus berorientasi terhadap  kepada kepentingan pelanggan  dan apa yang menjadi prioritas mereka.

Pastikan pelanggan mengetahui bahwa Anda berusaha untuk melakukan perbaikan mobil mereka dengan biaya yang seefektif mungkin dan mengacu pada buget yang mereka punya.

Berikan kesan dan pesan yang paling utama adalah bahwa mobil mereka ditangani oleh orang yang tepat sehingga mereka tidak perlu khawatir.