Pemeriksaan Gangguan Sistem AC

4:43 AM
Cara yang paling akurat untuk melakukan pemeriksaan kerusakan pada sistem AC mobil adalah dengan menggunakan pressure gauge, dengan membaca nilai tekanan high pressure dan low pressure seorang teknisi akan mampu menentukan penyebab kerusakan sistem AC.


Pressure Gauge  AC
Pressure Gauge  AC


Jika hasil pembacaan tekanan di dalam sistem AC oleh pressure gauge menunjukkan hasil di luar nilai spesifikasi yang seharusnya berarti telah terjadi gangguan pada sistem AC. 

Pada sistem AC yang dalam kondisi normal pembacaan tekanan low pressure dan high pressure sesuai dengan suhu freon, dimana pada sisi low pressure freon berubah menjadi gas saat meyerapa panas dari udara yang mengalir melalui kisi-kisi evaporator. Sedangkan pada sisi high pressure freon berubah menjadi zat cair ketika melepaskan panas ke udara melaui kondensor.


Setiap penyimpangan pembacaan pressure gauge merupakan indikasi terjadinya kerusakan sistem AC yang dapat disebabkan oleh kerusakan komponen-komponen utama sistem AC dan peralatan kontrolnya.

Selain faktor diatas, pembacaan pressure gauge yang tidak normal juga dapat diakibatkan oleh gangguan pada mesin kendaraan dan saat instalasi komponen-komponen sistem AC yang tidak sempurna.

Pengecekan Awal Pressure Gauge

Sebelum menggunakan pressure gauge periksa bahwa jarum pressure gauge selalu menunjukkan  angka  0 baik pada sisi low pressure maupun high pressure di tekanan udara atmosfir. Jika jarum pressure gauge tidak tepat berada pada angka 0, lepaskan selang buka kedua tutup pressure gauge. Detach the dial face dan putar denga lembut adjustable screw sampai jarum menunjkkan angka 0. sambungkan kembali selang dan tutup kembali pressure gauge.

Pembacaan Pressure gauge Normal
Pressure gauge menunjukkan system AC dalam kondisi normal.
 jika pembacaan pressure gauge pada ambient temperature berbeda sepaerti ditunjukkan pada gambar menunjukkan ada kerusakan pada system AC.

Note : pembacaan pressure gauge ( Low & High ) tergantung pada temperature udara luar.

Contoh :
Temperatur Udara luar 25 ° C, tekanan pada saluran hisap kompresor menunjukkan 2 bar.
Grafik menunjukkan bahwa pembacaan tersebut dalam tekanan normal.


Low Pressure = Normal, High Pressure = Normal

Penyebab

Pembacaan tekanan normal, namun AC tidak  dingin

Udara panas masuk ke evaporator atau ruang penumpang

Coolant panas masuk ke heater

Terdapat es pada evaporator


Low Pressure = Normal atau Low, High Pressure = Normal
Penyebab

Normal jika ambient temperature sangat rendah

( V ) expansion valve tersumbat atau mampet sebagian

( V ) Sumbatan di HP atau sambungan LP antara filter dan evaporator

Sumbatan pada sambungan HP antara kompresor dan kondensor, tetapi sebelum Titik pengukuran tekanan.

Low Pressure = Normal atau High, High Pressure = High
Penyebab

Normal jika ambient temperature sangat tinggi

Pengisian refrigerant terlalu banyak ( 30 – 5 % )

Kondensor overheat

Terdapat udara didalam system Ac

( V ) kerusakan pada valve pengatur kapasitas silinder kompresor

Sumbatan pada persambungan HP antara kompresor dan selang filter kondensor, tetapi setelah Titik pengukuran HP.


Tekanan LP hampir sama dengan HP
Penyebab

Belt kompresor rusak / lepas

Magnetic clutch kompresor tidak terhubung

Kompresor rusak

( V ) kerusakan pada displacement regulator valve.


Low Pressure = High, High Pressure = Normal atau Low
Penyebab
Selang pengeluaran dan penghisapan kompresor terbalik

Magnetic clutch Tidak terhubug

Expansion valve macet posisi terbuka, jika kompreosr tipe variable displacement, tekanan LP kcil dan berubah – rubah dengan cepat.

Kerusakan kompresor


Low Pressure = Low, High Pressure = Normal atau High
Penyebab

Filter drier terkontaminasi oleh uap air

( V ) compressor Displacement regulator valve macet pada posisi maksimum displacement

( F ) terjadi sumbatan pada HP atau LP diantara filter dan evaporator


Artikel Terkait

Previous
Next Post »