Komponen Sistem AC : Kompresor AC

Kompresor AC
Ada banyak macam dan tipe kompresor AC yang digunakan pada sistem AC otomotif yang menggunakan R134a. Desain bagian dalam kompresor AC bisa menggunakan  Piston, Scroll, Wobble Plate, Variable stroke atau Vane, namun semua tipe tersebut mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk mensirkulasikan refrigerant  dan oli di dalam sistem AC dan menaikkan tekanan dan temperatur refrigerant.

Kompresor AC
Kompresor AC


Saat shaft depan berputar  sudut wobble plate akan berubah, menyebabkan piston bergerak keluar dan masuk, menarik gas refrigerant melalui suction side, kemudian menekan gas refreigerant dan menyalurkan gas tekanan tinggi tersebut menuju kondensor.


Sanden – Wobble Plate

Kompresor dengan reciprocating piston dan kapasitas silinder yang tetap.
Piston digerakkan maju dan mundur di dalam silinder oleh wobble plate


Scroll type - Sanden

Kompresor tipe ini menggunakan desain yang unik dengan 2 buah scroll, satu statis dan satu bergerak, keduanya inter leaved. Movable spiral dapat berputar atau beroskilasi tanpa benar – benar berputar. Movable scroll dihubungkan ke input shaft melalui concentric bearing . Saat movable spiral beroskilasi didalam fixed spiral. Saat unit ini mengecil refrigerant diperas, tekanan meningkat dan dikeluarkan melalui reed valve yang terdapat pada discharge port di bagian belakang kompresor.


Variable Stroke – Harrison V5

Kompresor Delphi ( Harrison ) V5 merupakan kompresor non – cycling variable displacement compressor. Kapasitas silinder kompresor dapat dibuat bervariasi sesuai dengan kebutuhan sistem AC pada setiap tingkat operasi. Kompresor tipe ini mempunyai fitur variable angle wobble plate dengan 5 buah ( V5 ) cylinder axial piston.

Kapasitas silinder dikontrol oleh bellow actuated control valve yang terletak di bagian belakang cyilinder head. Kontrol valve ini merasakan dan memberikan respon ke system suction pressure atau kebutuhan system AC.

Melalui pengaturan tekanan compressor crankcase, sudut wobble plate sehingga kapasitas silinder dapat bervariasi.

Pada umumnya, tekanan pengeluaran kompresor dibandingkan denagan tekanan crankcase compressor, tekanannya lebih besar atau sama dengan tekanan penghisapan.

Pada kapasitas maximum, tekanan compressor crankcase sama dengan tekanan penghisapan kompresor.
Pada kapasitas minimum, tekanan compressor crankcase lebih besar dari tekanan penghisapan.


Rotary Vane

Kompresor type rotary vane terdiri dari rotor dengan 3 sampai 4 vane yang diletakkan secara presisi didalam rotor housing. Saat shaft kompresor berputar, vane dan rotor housing akan membentuk ruang.

Refrigerant R134a dihisap ke suction port ke dalam ruang yang dibentuk antara vane dan rotor housing, yang kemudian ruang ini akan mengecil seiring perputaran rotor. Lubang pengeluaran terletak pada titik dimana gas rferigerant benar – benar ditekan ( ruang yang paling sempit ).

Vane menutup celah dengan rotor housing karena gaya centrifugal dan oli kompresor. Oil sump dan oil pump terletak pada sisi pengeluaran kompresor, sehingga tekanan tinggi akan menekan oli melalui oil pump dan menuju ke bagian bawah vane untuk menutup celah antara vane dengan rotor housing.

Pada saat putaran idle akan sedikit terdengar bunyi yang terdengar dari kompresor karena oli kompresor membutuhkan waktu untuk bersirkulasi ke seluruh sistem AC.


Magnetic Clutch

Compressor clutch berfungsi untuk  meneruskan putaran mesin ke kompresor dengan cara menghubungkan rotor pulley dengan input shaft compressor pada saat gulungan dialiri arus listrik.

Saat compressor clutch tidak berhubungan shaft compressor tidak berputar dan refrigerant tidak bersirkulasi, pulley rotor berputar dengan bebas.

Field coil adalah komponen elektro magnet, saat dialiri listrik magnetic clutch akan menarik pressure plate kearahnya, mengunci rotor pulley dengan pressure plate dan meyebabkan komponen bagian dalam berputar menghasilkan tekanan dan mensirkulasikan refrigerant.


0 Response to "Komponen Sistem AC : Kompresor AC"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1