Training Teknisi..Antara Perlu Dan Tidak Perlu

Apakah Training Mempunyai Dampak Pada Kemampuan Diagnosa Teknisi Yang Berujung Pada Peningkatan Profit Bengkel...? 



Melakukan investasi pada usaha bengkel mobil bukan hanya sekedar mempercantik fisik bangunan bengkel, membeli peralatan-peralatan bengkel, namun juga mencakup pengembangan kemampuan dari seluruh staff bengkel, khususnya kemampuan para teknisi.

Namun...

Mengapa banyak bengkel independen yang mengabaikan pentingnya pelatihan ...? Bukankah sejatinya training yang dilakukan  dapat meningkatkan efisiensi.

Mengapa banyak bengkel yang mengabaikan training teknisi...?. Ini merupakan masalah yang cukup mendasar pada dunia usaha bengkel independen.




Agar lebih mudah mencapai kesuksesan, sebuah bengkel independen yang menangani berbagai merk mobil sangat membutuhkan teknisi berkualitas, dimana selain menguasai bidangnya, yaitu perbaikan berbagai merk mobil, teknisi di bengkel independen juga diharapkan mempunyai jiwa pelayanan atau customer service yang bagus karena sifat bengkel independen yang lebih luwes dibandingkan bengkel resmi, dimana pelanggan lebih bebas berinteraksi dengan teknisi.


Namun mendapatkan teknisi yang berkualitas sangat tidak mudah dan tidak mungkin didapat dengan proses yang singkat. Bengkel harus mau menginvestasikan modal dan waktu untuk membentuk teknisi yang sesuai dengan harapan bengkel dan itu hanya mungkin didapat melalui pelatihan secara terus menerus.

Ada sebuah kalimat klise menyangkut pengembangan kemampuan karyawan dengan memberikan training, yaitu:

Bagaimana jika kita memberikan training kepada karyawan dan kemudian Ia keluar..

dan....

Apa jadinya kalau kita tidak memberikan training kepada karyawan kita dan Ia tetap bertahan...

Sebuah dilema...



Untuk menciptakan usaha yang sukses sangat penting melihat jauh ke depan dan merencanakan bagaimana pemberian training kepada teknisi dapat meningkatkan keuntungan usaha.

Idealnya seorang teknisi memerlukan waktu 30-40 jam setahun untuk mengikuti berbagai macam training. Namun sebagian besar pemilik bengkel beranggapan bahwa teknisi dapat mendapatkan training saat bekerja di bengkel.

Training atau pelatihan yang berkesinambungan sangat dibutuhkan karena teknologi otomotif merupakan salah satu teknologi yang perkembangannya sangat cepat. Jadi agar bisnis bengkel mobil  tetap dapat menghasilkan keuntungan dan mampu bersaing maka memberikan training kepada teknisi merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan pada bisnis ini.

Setiap pemilik bengkel harus menyadari sepenuhnya betapa perlunya upgrade pengetahuan teknisi mereka melalui training berkesinambungan agar bisnisnya tetap dapat survive.


Masalah Pada Industri Bengkel Independen

Para pemilik bengkel independen jarang sekali mengirim teknisinya untuk mengikuti training secara berkesinambungan, banyak yang beranggapan bahwa seorang teknisi dapat mempelajarinya secara langsung ketika bekerja di bengkel.

Padahal akan sangat berbeda bagi seorang teknisi jika mereka memahami secara teori apa yang mereka kerjakan di bengkel, mungkin dia akan bisa bekerja jauh lebih efisien.

Teknologi otomotif saat ini memasuki era serba listrik yang  perkembangannya sangat pesat, sehingga diperlukan adaptasi yang cepat pula dari para teknisi untuk menanganinya.


Menentukan Jenis Dan Jumlah Training Untuk Setiap Mekanik

Memang dengang besarnya biaya training yang dikeluarkan, bengkel harus bisa melakukan analisa jenis training yang akan diberikan kepada mekaniknya dengan tujuan akhir dapat meningkatkan produktivitas bengkel.

Bengkel harus mulai memikirkan untuk menyisihkan sebagian keuntungannya untuk program training mekanik yang dapat mendongkrak kinerja bengkel kedepannya.

Lalu berapa besar dana yang disisihkan oleh bengkel untuk program training mekanik mereka pertahunnya. Itu tergantung pada skala bisnis masing-masing bengkel.

Namun setidaknya bengkel dapat menyisihkan 3-5 % dari keuntungan bersihnya per tahun untuk program training ini, atau bisa juga bengkel memberikan bantuan atau subsidi pada mekaniknya yang mengambil kuliah atau kursus otomotif dengan biaya mereka sendiri.




Libatkan Semua Team Bengkel Dalam Memutuskan Pelaksanaan Training.

Ketika membahas rencana pelaksanaan training yang akan dilakukan, perlu ditekankan kepada semua  anggota tim mengenai pentingnya training yang berkesinambungan dalam bisnis bengkel mobil.

Pemilik usaha bengkel mobil harus mengenal betul kemampuan setiap karyawannya, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan training apa yang diperlukan agar karyawan tersebut mampu memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan bengkel.


Dengan mengenal betul kekuatan dan kelemahan setiap teknisi di bengkel, pemilihan jenis training akan lebih efektif dan efisien dan diharapkan dapat memberikan dampak langsung pada produktivitas bengkel.

Memang tidak ada orang yang mau mengeluarkan uang secara cuma-cuma untuk melakukan training yang tidak memberikan dampak langsung bagi produktivitas bengkel, namun percayalah setiap rupiah yang anda keluarkan untuk mengirimkan teknisi mengikuti training yang sudah direncanakan akan memberikan dampak yang positif pada usaha bengkel mobil Anda.


Melakukan Training Sendiri....?? Mengapa Tidak.


Training tidak melulu mengirimkan teknisi ke pusat-pusat pelatihan, training juga dapat dilakukan di dalam bengkel sendiri. Metode ini jika dilakukan dengan baik akan memberikan dampak yang lebih signifikan, dimana akan menciptakan budaya belajar di dalam bengkel Anda.

Jika pemilik bengkel berasal dari teknisi dan mempunyai kemampuan teknik dan mengajar yang baik maka ini merupakan suatu keuntungan  karena dapat melakukan training sendiri di bengkel yang pelaksanaannya mungkin lebih fleksibel dan tentu saja jauh lebih murah.

Meningkatkan skill teknisi dapat dilakukan melalui training di dalam bengkel sendiri atau mengirimkan mereka ke luar. Terkadang karyawan seperti "anak kecil" dirumah yang lebih mau mendengarkan orang lain atau temannya dibandingkan orang tua dalam hal ini pemilik bengkel, atau senior mereka di bengkel. Jika seperti ini cara terbaik adalah mengirim mereka training ke luar.

Untuk menjaga training yang berkesinambungan di dalam bengkel dapat  dilakukan dengan mengadakan pembahasan rutin secara mingguan tentang topik tertentu yang di hadapi teknisi dilapangan.

Kepala bengkel atau pemilik bengkel dapat memberikan tugas kepada teknisi tentang problem tertentu dan harus mempresentasikan hasil pengamatannya. Presentasi mungkin hanya berlangsung sekitar 5 menit namun pengamatan yang dilakukan teknisi bisa memakan waktu berjam-jam. Ide ini didasari agar teknisi selalu mau belajar dan memandang training dari sisi lain yang lebih menarik.


Melakukan Follow Up setelah training.

Hal terpenting setelah teknisi mengikuti suatu training baik itu dilakukan di dalam bengkel atau di luar maka perlu dilakukan follow up tentang apa yang telah mereka pelajari, ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah training yang telah diikuti mempunyai dampak pada teknisi tersebut atau training itu hanya sekedar lewat saja.

Mungkin yang dapat dilakukan adalah dengan menyuruh teknisi tersebut untuk memberikan training tentang materi yang dipelajarinya kepada teknisi yang tidak ikut training atau teknisi juniornya.
Ingat dengan mengajar maka anda juga akan belajar.



0 Response to "Training Teknisi..Antara Perlu Dan Tidak Perlu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel