Rem Tromol

11:44 AM
Under Construction------ Akademi Otomotif Indonesia---- Rumah Belajar Teknisi Otomotif Indonesia----- Powered by  www.montirpro.com

Rem tromol  merupakan desain rem yang banyak digunakan dari jenis rem lainnya.
Tenaga pengereman didapatkan ketika brake shoe didorongmenekan permukaan bagian dalam dari rem tromol yang berputar bersama axle.
Rem tromol terutama banyak digunakan pada rem belakang mobil penumpang, sedangkan disc brake banyak di gunakan pada rem depan karena stabilitas gerakannya yang lebih baik.

Backing plate merupakan plat baja yang di press, dibaut ke rear axle housing.karena brake shoe dipasangkan pada backing plate, maka semua gaya pengereman bertumpu pada backing plate.

Backing Plate merupakan kedudukan setiap rem tromol
Key stone anchor memungkinkan brake shoe untuk selalu berada posisi tengah tromol
Piston stop berfunsi untuk mencegah piston wheel silinder keluar

Wheel Cylinder

Wheel cylinder terdiri dari berbagai macam komponen seperti terlihat pada gambar, 1 buah wheel cylinder digunakan setiap roda .dua buah piston menggerakkan brake shoe, 1 buah pada setiap ujung wheel cylinder.ketika tekanan hidraulis bekerja pada piston cup, membuat piston terdorong kearah brake shoe,dan mendorong brake shoe berhubungan dengan tromol rem.

Saat pedal rem dilepaskan ,piston kembali keposisi semula karena kekuatan dari  pegas brake shoe return spring.
Gambar potongan wheel cylinder yang menunjukkan komponen bagian dalam.
Brake line dipasang pada fliuid inlet
Cup extender mencegah cup seal terlipat ketika pedal rem di lepas.
Pushrod ditahan pada tempatnya oleh karet dust cover
Saat piston wheel cylinder bergerak keluar, pushrod meneruskan gerakannya ke Brake shoe.




Brake shoe 

Brake shoe dibuat dari 2 buah lembaran baja yang di las .
Friktion material di pasang pada lining table dengan cara dilem ataupun menggunaka paku rivet.berbentuk bulan sabit atau disebut web yang mempunyai lobang dan alur dengan bentuk yang berbeda untuk menempatkan return spring, mekanisme rem parkir, komponen self adjusting. Tenaga penekanan dari wheel cylinder diteruskan melalui web , lining table dan brake lining.
Bagian tepi dari lining table biasanya mempunyai 3 notches berbentuk “ V “ yang disebut nibs.Nibs terletak  pada suppot pad dari backing plate dimana brake shoe dipasang.

Setiap unit rem mempunyai 2 brake shoe , primary dan secondary. Brake shoe primer terletak kearah depan kendaraan dan  posisi lining nya berbeda dengan brake shoe sekunder.

Brake shoe terbentuk dari material – material sbb :
Friction modifier seperti grafit, kulit biji jambu mede dll, berfungsi untuk mengatur koefisien gesek.
Powdered metal seperti timah,besi, kuningan, alumunium, dan metal lain yang berfunsi untuk meningkatkan daya tahan terhadap panas yang menyebabkan rem fading.
Binder seperti phenolic resin yang berfunsi sebagai perekat atau lem yang mengikat semua material tetap menyatu.
Filler ditambakan ke material gesek dalam jumlah yang sedikit untuk mendapatkan tujuan khusus seperti penambahan kepingan karet untuk mengurangi bunyi pengereman.

Steel brake shoe terbuat dari 2 lembaran baja yang dilas yaitu :
WEB 
LINING TABLE

Ujung brake lining berbentuk tirus membantu untuk mengurangi bunyi.
Brake shoe primer ( mengarah depan kendaraan) biasanya mempunyai lining yang lebih pendek daripada brake shoe sekunder
Lining dari brake shoe primer berbeda -   beda tergantung aplikasinya.
Brake lining yang menggunakan paku rivet lebih tahan terhadap temperature tinggi dan tidak berisik
Kebanyakan brake lining dipasang dengan menggunakan lem 
Tipe unit rem tromol mennjukkan komponen- komponen seperti backing plate, Anchor pin dan spring. 
Return spring tipe single spring steel yang di gunakan beberapa tipe rem tromol
Berbagai macam jenis hold down spring ( pegas penahan Brake shoe 


Mechanical linkage merupakan bagian yang umum terdapat pada unit rem tromol

Tromol 

Tromol rem biasanya terbuat dari cast iron tipe khusus, yang dipasang sangat berdekatan dengan brakeshoe tanpa benar – benar bersentuhan dan berputar bersama dengan roda dan axle.saat brake lining di tekan bersentuhan dengan permukaan bagian dalam tromol rem, panas akibat gesekan mencapai temperature 300`C 

Syarat – syarat rem tromol :
Harus mempunyai balance yang akurat
Cukup keras
Tahan terhadap keausan
Heat conductive tinggi
Ringan 


Gerakan Self energizing dapat menambah atau mengurangi kekuatan pengereman dari brake shoe.

Adjusmen
Celah antara tromol dengan lining merupakan hal yang sangat penting untuk selalu dijaga dalam nilai yang ditetapkan.
Ada yang distel secara manual ada pula yang dilakukan secara  otomatis.

Celah antara tromol dengan lining yang terlalu besar akan menyebabkan pedal rem dalam dan rem menjadi tidak pakem,

Celah yang terlalu kecil rem akan macet , temperature nya akan meningkat, dan perubahan bentuk antara tromol rem dan brake lining akan terjadi.

Jika celah nya tidak sama bagian belakang kendaraan  akan bergerak tidak terkendali  ( fish tail ) karena salah satu rem terkunci.

Penyetelan celah otomatis dapat dibagi menjadi 2 tipe :

1.Reverse travel Adjuster
2. Parking Brake Adjuster


Reverse Travel adjuster

Penyetelan dilakukan dengan upaya pengereman selama berjalan mundur untuk tipe rem tromol duo servo.
 rem tromol duo servo mempunyai satu anchor yang diletakkan diatas wheel cylinder,
Saat leading shoe menyentuh tromol dan memindahkan tekanan ke trailing shoe yang dipasang pada anchor. Sistem ini menggunakan :
Adjusting cable assembly
Adjusting lever
Shoe adjusting set screw ( star wheel )
Cable guide
Lever return spring

Adjusting cable di pasang pada ujung anchor pin, sedangkan ujung lain dikaitkan ke adjusting lever melalui spring.

Adjusting lever dipasang pada bagian ujung bawah brake shoe no 2dan berhubungan dengan shoe adjusting set screw.

Saat pedal rem ditekan pada saat kendaraan bergerak mundur,brake shoe mengembang dan bersentuhan dengan tromol.
Brake shoe yang ditekan oleh tromol yang berputar. 
Ujung bagian atas brake shoe no 1 di pasang terhadap anchor pin.
Brake shoe no 2 bergerak menjauh dari anchor pin,menyebabkan adjusting lever berputar dan memutar adjusting screw dan mengurangi celah.jika celah telah tepat adjusting lever tidak akan berhubungan gigi adjusting screw

Shoe Adjusting Set Screw
Shoe adjusting screw terdidr dari sebuah bolt dan dua nut seperti terlihat diatas.ujung dari bolt ditandai “R” atau  “ L “ untuk menunjukkan sisi pemasangan pada kendaran.

Karena ujung dari adjusting screw berhubungan dengan brake shoe, celah brake shoe berkurang pada saat screw berputar.

Adjusting Lever Action
Saat brake shoe No. 2 bergerak menjauhi anchor pin, adjusting lever berputar menyebabkan adjusting screw berputar.

Parking brake adjuster
Tipe kedua penyetelan celah otomatis dilakukan melalui pengopersian parking brake.
Adjusting lever dipasangkan ke brake shoe bersama parking brake lever.
Ujung bawah dari adjusting lever di pegang oleh spring ke brake shoe dan ujung lain dari lever menarik adjusting screw dan tertarik kebawah.

Saat parking brake dilepaskan ,brake lever di dorong kekanan,pada saat yang sama , adjusting lever berputar dan memutar adjusting screw. 

Saat celah brake shoe lebih besar dari standard dan parking brake ditarik, adjusting lever bergerak melewati gig berikutnya dari adjusting screw.
Saat parking brake lever dilepaskan ,adjusting lever spring menarik lever  turun.ini akan menyebabkan adjusting screw berputar,mengurangi brake shoe clearance.

Adjusting Lever Rotates Adjusting Screw


Normal brake shoe clearance


Ketika celah brake shoe dalam keadaan normal dan parking brake lever ditarik ,adjusting lever hanya bergerak dengan jarak yang kecil, sehingga adjusting lever tidak berpindah ke gigi adjusting screw berikutnya.
Celah brake shoe akan tetap atau  tidak berubah.

Adjusting lever dirancang seperti itu untuk bertauatan hanya dengan satu gigi adjusting screw. oleh karena itu setiap pengoperasian 1 kali parking brake lever hanya memajukan adjusting screw sebanyak 1 gigi, mengurangi celah brake shoe sekitar 0,03 mm, walaupun pada saat itu celah brake shoe sangat besar.

Eccentrically Ground Brake LiningBrake lining dasarnya berbentuk elips, yaitu mempunyai celah pada heel dan toe ketika brake lining dipasang pada tromol,yang dapat menloleransi tromol yang lebih dekat dengan celah brake shoe.
Ketika rem di injak ,bagiantengah dari brake lining akan menyentuh tromol lebih dulu,kemudian ketika tekanan semakin meningkat brake shoe akan sedikit mengembang dan bagian brake lining yang lain akan bersinggungan sehingga akan memastikan tekanan yang konsisten pada permukaan brake lining yang lebih besar.ketika brake shoe wear in maka brake she akan terpasang ke garis brake drum lebih dekat lagi

Letakakan brake shoe didalam tromol dan tekan terhadap garis contour tromol untuk memastikan celah heel dan toe.jika heel dan toe mempunyai persinggungan yang besar yang membuat rem seperti macet dan menyebabkan roda terkunci.

Initial brake shoe adjustment


Penytelan awal celah antara brake shoe dan tromol harus dilakukan ketika memasang brake shoe baru. Besar celah yang disarankan untuk sebagian besar mobil sebesar 0,6 mm.

Ikuti prosedur dibawah ini untuk penyetelan awal celah brake shoe :
Brake shoe harus tepat berada di tengah backing plate.
Ukur diameter dalam tromol menggunakan vernier caliper
Kurangi hasil pengukuran vernier caliper sebesar 0,6 mm

Putar adjuster sampai jarak brake shoe pada bagian tengah bersentuhan dengan verniercaliper
Ketika memasang tromol pastikan tidak ada tahana yang berat antara brake shoe dan tromol pada saat tromol diputar.
      Tarik rem tangan beberapa kali untuk membuat barkeshoe pada posisi tengah, dan kemuddian periksa kembali tahanan putaran tromol. Kendurkan penytelan jika masih terdapat tahanan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »