Disc Brake

9:11 AM
Under Construction------ Akademi Otomotif Indonesia---- Rumah Belajar Teknisi Otomotif Indonesia----- Powered by  www.montirpro.com

Komponen Dan Cara Kerja Disc Brake


Disc Brake assembly terdiri atas :

  • Rotor Disc yang berputar bersama dengan roda.
  • Caliper assembly yang terpasang pada knuckle.
  • Brake pad yang dipasang pada caliper assembly.

Ketika caliper piston menerima tekanan hidrolis, piston caliper akan mendorong brake pad bersentuhan dengan rotor disc.
Ketika tekanan bertambah caliper bergerak kekanan dan menyebabkan brakepad bagian luar bersentuhan dengan rotor disc.
Gaya pengereman terjadi oleh adanya gesekan saat brake pad ditekan kearah rotor disc.

Pada sistem rem yang menggunakan disc brake permukaan yang bergesekan secara terus menerus terbuka keudara luar, memastikan pelepasan panas yang baik yang mengurangi terjadinya rem fading,dan juga agar self cleaning dari debu dan air tejadi dengan baik sehingga tidak mengurangi gaya pengereman.
Tidak seperti rem tromol, brake disc  mempunyai keterbatasan self energizing action, sehingga diperlukan untuk memberikan tekanan hidrolik yang lebih besar untuk mendapatkan gaya pengereman yang cukup. Hal ini dicapai dengan memperbesar ukuran piston caliper
Desain yang sederhana memberikan kemudahan untuk perawatan dan penggantian brake pad.


Gaya pengereman diberikan sama besar pada kedua sisi rotor disc

Pada umumnya rotor disc terbuat dari besi tuang, ada yang tipe solid atau ventilated.
Disc tipe ventilated berukuran lebih lebar dan mempunyai fin pendingin pada bagian tengahnya untuk pendinginan lebih baik.
Pendinginan yang baik akan mencegah rem fading dan memperpanjang usia brake pad.
Beberapa disc tipe ventilated mempunyai cooling fin yang berbentuk spiral yang menghasilkan aliran udara lebih besar dan pendinginan lebih baik.
Disc rotor dengan fin spiral mempunyai arah pemasangan dan harus dipasang pada sisi yang tepat pada kendaraan
 Rotor disc tipe solid dapat ditemukan pada rem belakang atau system rem four wheel disc.

Tipe ketiga rotor disc adalah tipe solid atau ventilasi yang menyatu dengan tromol untuk system rem parkir.

Floating Caliper
Piston caliper menekan brake pad bagian dalam yang kemudian menggerakkan Caliper body untuk menekan brake pad bagian luar

Floating Caliper di support oleh O-ring karet dan plastic bushing
Metal guide pin dan sleeve berguna untuk menahan floating caliper
Flexibitas dari caliper dapat mengakibatkan keausan berbentuk tirus pada brake lining.

Caliper Body yang terpasang pada spindle roda depan
Brake caliper rem belakang biasanya dipasang pada mounting bracket dari  rear axle housing.

Tipe Fixed CaliperTipe fixed caliper mempunyai piston yang terpasang pada kedua sisinya yang memberikan gaya penekanan yang sama pada kedua brake pad nya.
Konfigurasi calipernya dapat terdiri satu atau dua piston pada tiap sisinya.
Kemampuan system multiple piston ini memberikan gaya pengereman yang lebih besar dan desain yang kompak.

Karena tipe ini lebih besar dan berat dari tipe floating caliper maka penyerapan dan pelepasan panas nya lebih banyak.

Deasin ini lebih tahan terhadap pengereman keras secara berulang tanpa terjadi rem fading.
Desain ini banyak digunakan pada mobil dengan cc besar seperti camry V6 , land cruiser dll.


Tipe fixed caliper menggunakan retaining pin sederhana untuk memegang brakepad.
Melepaskan retainer membuat brakepad bisa dilepas
Perhatikan jalur minyak rem yang berseberangan yang menghubungkan kedua sisi dari caliper


Anti-Squeal Shim
Multiple plate yang disebut Anti-Squeal Shim dipasang pada brakepad yang berhubungan dengan piston untuk memperkecil bunyi Rem mendecit.
Berbagai pegas dan clip digunakan untuk mengurangi bunyi berderak pada saat pengereman
Setiap desain rem yang berbeda memerlukan jenis material gesek yang berbeda pula.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan pada pengembangan brakepad :

Koefisien geseknya harus konstan dalam rentang temperature yang lebar.
Brake pad tidak gampang aus dalam waktu yang cepat dan tidak membuat rotor disc cepat aus.
Dapat tahan terhadap temperature pengereman yang tertinggi tanpa terjadi rem fading.
Tidak menimbulkan bunyi.
Oleh karena itu harus terbuat dari material yang dapat memaksimalkan poin poin postif dan meminimalkan poin – poin  negative.

Brake pad terbentuk dari material – material sbb :
Friction modifier seperti grafit, kulit biji jambu mede dll, berfungsi untuk mengatur koefisien gesek.
Powdered metal seperti timah,besi, kuningan, alumunium, dan metal lain yang berfunsi untuk meningkatkan daya tahan terhadap panas yang menyebabkan rem fading.
Binder seperti phenolic resin yang berfunsi sebagai perekat atau lem yang mengikat semua material tetap menyatu.
Filler ditambakan ke material gesek dalam jumlah yang sedikit untuk mendapatkan tujuan khusus seperti penambahan kepingan karet untuk mengurangi bunyi pengereman.
Seluruh material brakepad tersebut di rekatkan ke backing plate baja dengan bahan perekat temperature tinggi dimana panas dan tekanan diberikan untuk menyempurnakan perekatan material brake pad.
Celah atau alur dibuat pada permukaan brakepad sebagai petunjuk batas minimum penggunaan brakepad sekaligus berfungsi jalur pelepasan debu dan gas agar dapat keluar.

Plat baja atau Multiple plate yang disebut Anti-Squeal Shim dipasang pada brakepad yang berhubungan dengan piston untuk memperkecil bunyi Rem mendecit.
Berbagai pegas dan clip digunakan untuk mengurangi bunyi berderak pada saat pengereman
Shim atau plate harus diperiksa dari keausan dan karat dan dapat digunakan kembali pada saat penggantian brakepad.
Berikan grease baru yang direkomendasikan pada shim sebelum pemasangan.

Anti Rattle Clip 
Anti Rattle Clip berfungsi untuk mengurangi gerakan dan getaran akibat pergerakan brake pad.


Brake Pad 
Bent Tab yang terdapat pada backing plate berfungsi  memegang brakepad ke caliper housing untuk  mencegah bunyi.
Beberapa model brake pad ujung liningnya dibuat tirus untuk mengurangi getaran
Mold – bonded lining metode yang umum digunakan untuk memperkuat melekatnya brake lining dengan backing plate
Retainer spring berfungsi mengunci brake pad ke caliper untuk mencegah bunyi.
Alur atau lubang pada brake lining berfungsi utuk pelepasan panas dan kotoran untuk mencegah rem fading

Pad Wear Indicator


Indikator keausan brakepad banyak diaplikasikan pada beberapa model kendaraan yang menghasilkan bunyi berdecit yang keras ketika brakepad sudah tipis melebihi batas yang telah ditetapkan. Kegunaan dari indicator keausan brakepad ini berfungsi untuk memberikan peringatan kepada pengemudi dan mencegah kerusakan pada rotor disc akibat keausan brakepad lebih lanjut. 

Indikator menyentuh rotor disc saat roda berputar dan rem tidak diinjak, customer mungkin akan mengatakan bunyinya menghilang pada saat pedal rem diinjak.

Automatic Adjusment or Rotor – to- Pad Clearance

Brake disc mempeunyai keuntungan penyetelan celah antara rotor disc dan brake pad secara otomatis.brake pad akan selalu berada dekat dengan disc yang berputar. Penyetelan otomatis ini pada semua model terjadi karena bentuk persegi dari seal piston caliper yang dipasan secara presisi pada alur di caliper silinder.setiap keausan dari lining brakepad secara otomatis ditutupu oleh kerja dari brake caliper.

Saat rem diinjak piston caliper bergerak keluar sampai bersentuhan dengan rotor disc, seal piston akan terpelintir atau berubahbentuk secara elastis seperti terlihat digambar.
Saat rem dilepaskan dan tekanan hidrolik berkurang, seal piston kembali ke bentuk semula , dan menarik piston kembali keposisi semula.saat piston menjadi tipis piston akan bergerak maju melalui seal untuk menjaga celah rotor disc dan brake pad yang tepat.

Pada disc brake caliper standard , Oring yang berbentuk persegi berubah bentuk ketika rem diinjak dan mengembalikan piston keposisi semula.
Seal piston caliper yang berbentuk persegi tidak hanya berfungsi sebagai sealing minyak rem namun juga berfungsi untuk mengembalikan piston caliper ketika pedal rem dilepas


Artikel Terkait

Previous
Next Post »