Memeriksa Kerusakan Sistem Rem

Memahami dengan jelas keluhan customer

Proses perbaikan yang akurat diawali dengan memahami dan menentukan gejala kerusakan berdasarkan keluhan customer yang dicatat pada RO atau WO.

Kegagalan mendapatkan dan memahami informasi yang lengkap mengenai keluhan  customer dapat membuat proses  perbaikan menjadi tidak tepat  dan menimbulkan kekecewaan customer.

Melakukan perbaikan yang bukan merupakan keluhan customer menimbulkan dua kerugian yaitu, customer akan kembali dengan masalah yang sama dan kita tidak akan dibayar untuk pekerjaan yang telah kita lakukan.

Anda adalah ahlinya, customer membawa kendaraan ke bengkel karena mereka mengalami masalah. Saat anda memperbaiki  kendaraan dan anda tidak memperhatikan sumber masalahnya, anda dan juga bengkel akan terlihat buruk, hal yang buruk  mungkin customer tidak mau kembali lagi. Jadi dapatkan informasi yang sejelas-jelasnya jika anda ragu.

Jika anda tidak dapat memverifikasi keluhan customer, mungkin dibutuhkan untuk melakukan test jalan dengan customer, sehingga customer dapat menunjukkan gejala kerusakan. 

Masalahnya mungkin bisa saja bukan pada sistem rem, bisa saja pada hal yang tak terduga seperti bola bowling dibagasi yang mengeluarkan suara keras ketika dilakukan pengereman secara mendadak, atau bisa saja komponen suspensi yang longgar atau kerusakan bushing.

Berusaha menemukan sumber dari keluhan customer, kemudian hal -hal tambahan yang anda temukan tidak benar dapat diberitahukan ke customer untuk mendapat persetujuan untuk perbaikan.

Pengalaman  yang telah anda lakukan pada perbaikan yang sebelumnya dengan gejala yang sama akan memberi keuntungan pada saat melakukan diagnosa.

Sebelum anda membawa kendaraan customer untuk test jalan, pastikan  mobil dapat berjalan aman, jika pedal rem menyentuh lantai beberapa kali namun kemudian normal lagi , lakukan pemeriksaan awal sebelum membawa kendaraan ke jalan.


Pemeriksaan awal

Pemeriksaan awal harus dilakukan untuk memastikan hal – hal yang perlu bekerja dengan baik. Periksa minyak rem di master cylinder, walaupun minyak rem terlihat penuh, periksa dari kemungkinan adanya kebocoran, karena mungkin saja reservoir minyak rem sudah ditambahkan sebelum kendaraan dibawa ke bengkel. Periksa tanda-tanda kebocoran pada komponen-komponen dibawah ini :


  • Brake backing plate.
  • Hose flexible rem.
  • Sambungan- sambungan.
  • Pipa minyak rem.
  • Auxiliary valve.
  • Master cylinder.


Periksa Ketinggian Pedal Rem 

Saat memeriksa jarak main pedal rem, yang pertama ukurlah ketinggian pedal. Ukur dari lapisan plat dibawah karpet sampai ujung pedal rem. Ketinggian pedal rem dapat disetel dengan menyetel  pushrod untuk mendapatkan posisi pedal yang benar.


Periksa Freeplay Pedal Rem


Pastikan pedal rem memeilki freeplay  sebesar 1- 3 mm.

Matikan mesin dan injak pedal rem beberapa kali untuk menghilangkan kevacuman di dalam booster rem, jika freeplay lebih kecil dari ketentuan kemungkinan rem akan sedikit tertekan setiap saat yang dapat menyebabkan panas yang berlebihan dan kanvas rem yang cepat habis.
Jika freeplay terlalu kecil, periksa celah yang benar dari switch lampu rem seperti ditunjukkan gambar.


Jarak cadangan Pedal Rem 

Ukur jarak dari lantai kendaraan sampai bagian atas pedal rem pada saat diinjak dengan mesin pada posisi hidup. Jarak cadangan pedal rem yang tidak cukup bisa disebabkan oleh :


  • Run out rotor disc atau bearing roda yang kendur. Pada salah satu kasus rotor disc mendorong caliper piston lebih jauh ke cylinder sehingga membutuhkan jarak tambahan pedal rem untuk menekan brake pad ke rotor disc.
  • Penyetelan otomatis yang tidak baik akan mengurangi jarak cadangan pedal rem sehingga brake shoe harus bergerak lebih jauh untuk menyentuh tromol.
  • Udara didalam jalur juga dapat menyebabkan pedal rem bergerak lebih jauh kelantai saat udara yang didalam system tertekan.  Saat  udara berada didalam system rem, pedal rem akan terasa dalam. Anda mungkin bisa memverifikasi adanya udara didalam system rem dengan cara memompa pedal rem beberapa kali untuk menekan udara, lepaskan tutup reservoir dan perhatikan minyak rem saat pedal rem dilepas. Udara yang di kompresikan akan menyebabkan pengembalian minyak rem seperti bergelembung dibagian atas reservoir.

Jika pedal rem terasa keras dan pengereman tidak efektif,  curigai kondisi booster rem dan sumber kevacuman.

Pemeriksaan Kanvas Rem 

Keausan yang terjadi pada kanvas rem (brake pad atau brake shoe) mungkin tidak terlalu terlihat dengan jelas, namun jika diperhatikan lebih teliti dan membandingkan keausan dari masing – masing sisi bisa memberi petunjuk tentang kondisi kerja sistem rem.

Jika brake pad pada satu sisi lebih aus dari pada sisi sebelahnya, kemnugkinan piston pada salah satu sisi macet didalam caliper cylinder.

Jika brake pad bagian dalam lebih aus dari bagian luar pada satu unit rem, caliper mungkin tidak bergerak dengan bebas pada torque plate.


Pemeriksaan Sistem Suspensi 

Area yang tidak berhubungan langsung dengan system rem harus diperiksa karena bisa menjadi penyebab tidak langsung dari bunyi dan problem mobil tertarik kesalah satu sisi pada saat melakukan pengereman.

Kondisi ban dan tekanannya harus diperhatikan. Ukuran dan tekanan ban pada satu axle harus sama  pada kedua sisi. Kondisi ban juga dapat menunjukkan masalah terjadi pada suspensi depan.

Saat terjadi run out berlebihan pada roda atau ban mungkin akan terasa getaran pada saat rem diinjak. Periksa repair manual untuk mengetahui run out yang diperbolehkan. Getaran juga mungkin pada saat kendaran berjalan pada kecepatan 60-80 km/jam.
Kerusakan bushing suspensi atau ball joint akan merubah geometry roda depan yang dapat membuat mobil tertarik kesalah satu sisi pada saat pengereman.


Tes Jalan Untuk Mengidentifikasi Gejala Kerusakan 

Test jalan harus dilakukan untuk memperjelas keluhan customer. Karena customer merasakan problem saat menginjak pedal rem, mereka akan menganggap masalah berada pada sistem rem, namun sistem rem tidak terkait secara langsung dengan keluhan, oleh karena itu sangat penting untuk menentukan penyebab yang tepat dari keluhan customer.

Penurunan kecepatan dari 80 ke 40 km/jam, sambil memperhatikan kecepatan kendaraan, intensitas dan lokasi dari getaran akan membantu pemeriksaan lebih lanjut dari sistem rem.

Pemeriksaan pertama yang dilakukan hanya dengan membiarkan menggelinding tanpa menginjak pedal rem untuk menentukan masalah bukan berasal dari sistem rem.

Hal ini akan membantu menentukan apakah balancing atau sudut drive shaft yang menyebabkan getaran, jika getaran terjadi pada kecepatan 70 – 40 km/jam, masalahnya mungkin terjadinya variasi sudut drive shaft  pada tiap ujung drive shaft. Hal ini dapat dipastikan dengan memperhatikan setiap getaran pada saat akselerasi menengah ke ekselerasi berat.

Pemeriksaan kedua dengan memberikan penginjakan ringan sampai sedang pedal rem. Informasi yang ditemukan disini adalah hubungan penggunaan parking brake untuk menentukan lokasi terjadinya getaran.

Jika gejala muncul pada saat service brake di berikan dan hilang pada saat rem parkir ditarik, masalahnya terletak pada rem depan atau unit roda.


Pengukuran Tromol Rem 

Saat getaran terasa pada steering wheel, periksa rem depan, roda dan kondisi ban. Saat getaran terasa pada pedal periksa rotor disc dari keolengan, ukur ketebalan rotor disc pada 8 Titik sejauh 10 mm dari pinggir rotor disc.

Pemeriksaan ketiga dilakukan dengan menggunakan parking brake. Pemeriksaan ini hanya bisa dilakukan pada kendaraan dengan sistem rem yang rem parkirnya menyatu dengan rem kaki, ini dapat membedakan getaran yang disebabkan oleh unit rem depan dan rem belakang.

Getaran yang  terjadi saat parking brake ditarik pada kecepatan kendaraan tertentu, periksa deformasi tromol rem.

Menggunakan inside micro meter atau brake drum micrometer, ukurlah diameter bagian dalam tromol pada beberapa tempat untuk menentukan besarnya keovalan, jika perbedaan antara jarak paling kecil dan jarak paling besar lebih dari 0,1 mm maka rem tromol perlu dibubut. 


Pemeriksaan dan Pelumasan Shim  

Jika kendaraan tertarik kesalah satu sisi pada saat pengereman, tentukanlah apakah terjadi secara tidak teratur atau konsisten. Kondisi permukaan jalan mungkin bisa menjadi penyebab timbulnya gejala ini, lakukan pengereman pada permukaan jalan yang berbeda- beda.

Jika kendaraan tertarik tidak teratur, akan dapat menyebabkan kendaraan tertarik kekiri atau kekanan secara berubah – rubah. Saat ini terjadi periksa wheel alignment dan bushing suspensi.

Keausan yang berlebihan pada bushing suspensi dan ball joint akan merubah geometri suspensi pada saat melakukan pengereman. Keausan pada bushing strut bar akan membuat lower control arm bergerak kebelakang saat melakukan pengereman, mempengaruhi sudut caster menyebabkan kendaraan tertarik. Caster akan menyebabkan kendaraan tertarik ke sisi caster positif yang lebih kecil.

Steering gear yang disetel dengan tidak benar atau mountingnya kendur dapat menyebabkan kendaraan tertarik secara tidak beraturan.

Saat kendaraan tertarik kesalah satu sisi secara konsisten, masalahnya mungkin pada sstem rem. Saat kendaraan tertarik ke sebelah kiri sebagai contoh, periksa unit rem sebelah kiri dan kanan. Penyebab besarnya pengereman pada satu sisi kemungkinan karena kondisi unit  rem pada sisi yang lain.
Pemeriksaan system rem dimulai dengan memeriksa kondisi permukaan tromol dan rotor disc. Kondisi permukaannya harus sama pada kedua sisi.

Lining rem yang terkena minyak rem atau gemuk bisa menyebabkan kendaran tertarik dan harus diganti satu set setelah memperbaiki sumber kebocoran.

Unit rem yang menghasilkan perubahan panas terbesar akan menghasilkan tenaga pengereman terbesar, jadi saat caliper macet pada torque plate atau piston yang macet pada caliper akan mengakibatkan kendaraan tertarik ke sisi yang berlawanan.


Brake noise 
Bunyi rem terjadi karena gesekan antara brake pad dan drum atau rotor disc saat melakukan pengereman. Bunyi decit yang kadang – kadang  adalah normal bukan masalah fungsi rem dan tidak menunjukkan hilangnya efektifitas pengereman.
Saat bunyi rem terjadi secara terus menerus, periksa kondisi lining rem. Lining yang licin harus diganti atau dibersihkan dengan ampelas. Saat mengampelas lining untuk menghilangkan permukaan yang licin, pastikan secara merata pada seluruh permukaan lining. Juga periksa permukaan tromol dan rotor disc dari kondisi licin dan bersihkan dengan ampelas atau perbaiki dengan mesin bubut jika ketebalannya masih memungkinkan.
Bunyi decit juga dapat diakibatkan oleh hold down spring atau return spring yang rusak atau lemah, bisa juga disebabkan hilangnya, kerusakan atau pemasangan yang tidak tepat dari anti-squeal shim. Untuk memeriksa return spring , periksa ruang antara spring coil dan nick pada diameter kawat pegas. Nick disebabkan oleh tool pada saat pemasangan dan pembongkaran yang menyebabkan pegas patah. Pegas yang rusak harus diganti satu set.
Anti-squeal shim membantu untuk meredam getaran yang terjadi ketika brake pad menyentuh rotor disc. Pastikan shim dengan ukuran yang besar terpasang . Anti – rattle spring digunakan untuk memposisikan dan menahan brake pad sekuat mungkin untuk mengurangi pergerakan brakepad pada unit caliper dan akibatnya mengurangi bunyi yang disebabkan getaran. Pastikan semuanya pada posisi yang tepat agar dapat berfungsi secara efektive.                     


Saat memasang brake pad ke caliper periksa shim dan komponennya. Anti – squeal shim dan support plate dapat digunakan kembali selama kondisinya bagus. Periksa dari pantulan yang baik, kebengkokan, keretakan, keausan dan karat.
Bersihkan shim dan lumasi secara tipis dengan menggunakan shim grease pada semua sisi kecuali sisi yang bersinggungan dengan caliper piston. Sebagai tambahan buang semua karat dari alur caliper dimana brake pad dipasangkan dan lapisi dengan shim grease secara tipis.

Jika bunyi rem terjadi hanya pada saat awal pengerema, periksalah karat pada rotor disc. Bersihkan rotor dengan ampelas atau bubut jika tebalnya masih memungkinkan.

Jika bunyi rem terjadi pada saat kendaraan akan berhenti, periksa lining yang licin, kerusakan anti –squeal shim atau lining terkena minyak rem.

Groan atau creep groan yang terjadi saat pedal rem dilepaskan secara perlahan sementara kendaraan pada posisi merayap dengan gigi maju, kemungkinan disebabkan oleh brake pad yang selip dengan rotor disc. Penekanan dan pelapasan pedal rem secara lembut akan mengurangi bunyi. Hal tersebut tidak berpengaruh pada system rem atau performa pengereman.


Brake vibration isolation

Getaran rem merupakan gejala yang terjadi pada saat pengereman yang tidak meneluarkan suara. Dengan melakukan pengereman pada kecepatan tinggi, getaran akan dipindahkan ke system suspensi, steering wheel, instrument panel dan pedal rem, pada tingkat yang lebih tinggi getaran dapat terjadi pada kecepatan rendah.

Jika getaran menyebabkan steering wheel bergoyang ke sana kemari, penyebabnya bisa dari unit rem depan, rem parkir dapat digunakan untuk mengisolasi getaran dengan cara menarik rem parkir pada kecepatan terjadinya getaran, jika tidak terjadi getaran pada saat rem parkir ditarik, kemungkinan penyebabnya adalah rem depan. Prosedur ini tidak dapat dilakukan jika rem parkir tipe exclusive pada rem cakram belakang yang mempunyai tromol untuk rem parkir.


Rotor Measurement

Jika getaran tidak dapat dibedakan apakah pada rem belakang atau rem depan, ukurlah ke tebalan rotor disc untuk mengetahui ketidak rataannya, dengan menggunakan micrometer ukurlah rotor disc pada 8 Titik yang berbeda pada diameter rotor dengan jarak 10 mm dari tepi paling luar. Varisai ketebalan dari rotor disc ditentukan dengan mengurangi ketebalan paling besar dengan ketebalan paling kecil, jika variasi ketebalan lebih dari 0,02 mm maka rotor dapat menyebabkan getaran rem, sehingga rotor perlu di bubut atau bahkan perlu diganti.

Thickness variation 

Ketebalan rotor disc yang tidak rata menyebabkan bagian paling tebal dari rotor disc mendorong piston kembali masuk ke caliper cylinder setiap kali rotor berputar melewati brake pad. Hal ini akan meningkatkan tekanan yang akan diteruskan melalui pipa minyak rem ke master cylinder dan diteruskan oleh booster rem ke pedal rem.

2 kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya perbedaan ketebalan rotor :
Run-out rotor disc.
Karat yang berlebihan pada permukaan rotor.


Rotor Run Out

Lateral run-out dari rotor merupakan penyebab paling significant perbedaan ketebalan dan mengurangi run-out merupkan satu – satunya jalan untuk mengatasi keluhan getaran pada pedal rem


Rotor run –out terjadi karena contak yang berlebihan sebagian dari rotor disc dengan brake pad pada setiap putaran rotor. 
Rotor akan mengalami keausan pada Titik kontak yang akan menyebabkan perbedaan tekanan.

0 Response to "Memeriksa Kerusakan Sistem Rem"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel