Mempromosikan Teknisi Menjadi Service Adviser..Apa Saja Yang Harus Diperhatikan..?

Salah satu kebiasaan yang lazim di dunia perbengkelan adalah mengangkat seorang Teknisi Senior menjadi seorang Service Advisor.
Hal ini sering dilakukan dengan alasan bahwa seorang Teknisi Senior mempunyai pemahaman yang baik tentang mobil, dan diharapakan pengalamannya tersebut akan membuat Teknisi tersebut dapat  menjadi seorang Service Advisor yang kompeten.

Apakah sesederhana itu....??
Teknisi VS Service Adviser


Sebenarnya ada perbedaan karakter yang cukup mencolok antara profesi Teknisi dengan Service Adviser.

Mempunyai pemahaman yang baik tentang perbaikan mobil mungkin satu modal dasar bagi Teknisi saat diangkat menjadi Service Adviser.

Namun alangkah baiknya sebelum menawarkan posisi Service Adviser kepada seorang Teknisi Senior, pertimbangkan dahulu beberapa hal agar Teknisi tersebut dapat menjadi seorang Service Adviser yang sukses.


Hal pertama dan yang paling penting untuk diperhatikan:

Mengapa Teknisi tersebut menginginkan posisi sebagai Service Adviser...?

Atau...

Mengapa posisi tersebut ditawarkan kepada Teknisi tersebut...?


Kebanyakan Teknisi merasakan bahwa semakin bertambah usia maka akan semakin sulit atau berat untuk melakukan pekerjaan Teknisi. Seorang Teknisi harus mempunyai fisik dan kemampuan berpikir yang baik.


Kunci sukses saat mempromosikan seseorang pada jabatan tertentu adalah lakukan hal tersebut berdasarkan kepentingan dan kebutuhan organisasi.

Jangan pernah mengambil keputusan promosi tersebut berdasarkan kepentingan orang-perorang di dalam organisasi.

Hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah faktor minat dan kemauan Teknisi tersebut.
Jika Anda mengangkat seorang Teknisi Senior untuk menjadi Service Adviser padahal hal tersebut bukan minat dari Teknisi tersebut maka Anda telah membuka peluang Ia gagal mengemban tugas yang diberikan.

Salah satu kesalahan besar yang sering dilakukan pemilik bengkel adalah menganggap kemampuan teknik menjadi patokan untuk mempromosikan Teknisi menjadi Service Adviser. Mereka sering mengabaikan minat dan bakat alamiah yang dipunyai seseorang untuk mengisi posisi tersebut.

Mempunyai pengetahuan teknik yang baik tentu saja sangat menguntungkan buat seorang Teknisi saat dipromosikan menjadi Service Adviser, namun hal tersebut belumlah cukup untuk menjamin kesuksesannya pada posisi tersebut.

Harus disadari bahwa seorang Service Adviser yang baik harus menguasai soft skill yang baik pula. Jadi saat akan mempromosikan seorang Teknisi menjadi Service Adviser pertimbankanlah sifat-sifat berikut:


1.Mempunyai sikap melayani yang natural lebih berguna dibandingkan skil teknik bagi  seorang Service Adviser agar mampu menjual layanan yang disediakan bengkel sebanyak-banyaknya.

Memberikan senyuman ramah kepada pelanggan secara natural, mempunyai sikap yang positif, mampu berkomunikasi dengan baik, mampu menyelesaikan masalah dan dapat beradaptasi dengan segala rintangan merupakan sifat dan hal mendasar yang harus dimiliki seorang Service Adviser .

Seorang teknisi yang baik terbiasa fokus pada satu pekerjaan sampai selesai, namun seorang Service Adviser harus mampu menghadapi situasi dan masalah yang berbeda-beda pada satu waktu.

Agar dapat mengetahui kecenderungan atau sifat seseorang dalam melakukan pekerjaan gunakanlah  metode burke behavioral testing untuk mengelaborasi kecenderungan alamiah setiap karyawan.

2. Lakukan evaluasi apakah Teknisi yang akan dipromosikan menjadi Service Adviser dapat diterima dengan baik oleh karyawan lainnya.

Jika kandidat tersebut memiliki hubungan kerja yang baik dengan karyawan yang lain dan  dirasa karyawan yang lain akan mau menerima arahan dan perintah yang diberikan olehnya maka kandidat tersebut dapat diangkat menjadi Service Adviser.


3. Terakhir, Berikan gambaran yang jelas tentang deskripsi pekerjaan seorang Service Adviser kepada kandidat tersebut.
Mereka harus tahu untung ruginya menjadi seorang Service Adviser, namun jangan memberikan iming-iming yang berlebihan.


Jika Teknisi tersebut memenuhi segala kriteria yang disebutkan diatas, maka teknisi tersebut boleh diberi kesempatan untuk melakukan on the job training sebagai Service Adviser. Ia perlu memahami apasaja yang harus dikuasai dan harus dilakukan seorang Service Adviser secara nyat, bukan hanya berdasarkan persepsinya saja.

Berdasarkan penilaian menggunakan metode burke dapat diketahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki kandidat dan fokuslah untuk memperbaiki kelemahannya.

Selama proses magang, arahkan Teknisi tersebut untuk membatu front counter  dan mendampingi seorang Service Advisor senior.

Hal ini akan mempermudah melakukan penilaian bagaimana dia menjalankan fungsinya sebagai Service Adviser, bagaiman Ia mengajukan pertanyaan untuk memperoleh kejelasan dari pelanggan, bagaimana Ia bekerja sama dengan rekan-rekannya, mendukung rekan kerja yang lain, menjaga komitmen perusahaan, dan mengontrol emosi dll.

Dengan memberikan pengalaman nyata kepada Teknisi tersebut dapat dilihat bagaimana minatnya terhadapa posisi tersebut.

Apakah Ia akan merasa tertantang ...?

atau

Ia malah berkata posisi ini tidak cocok untuk Saya.Ini bukan passion Saya. Saya lebih baik jadi Teknisi saja.


Selanjutnya tinggal Anda yang memutuskan...!!!




0 Response to "Mempromosikan Teknisi Menjadi Service Adviser..Apa Saja Yang Harus Diperhatikan..?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel